(Business Lounge Journal – News and Insight)
Biasanya orang menghubungkan daya ingat yang kuat dengan tingkat kecerdasan seseorang, sehingga muncul kesimpulan bahwa orang yang ingat paling banyak adalah orang yang paling cerdas. Akan tetapi ternyata sering lupa akan hal-hal kecil adalah hal yang wajar, yang justru menunjukkan bahwa otak kita sedang dalam kondisi normal dan sehat. Lupa merupakan tanda bahwa otak sedang menciptakan ruang baru untuk informasi yang lebih berguna. Lupa adalah cara otak kita untuk menghapus memori yang dianggap tidak penting, dengan demikian otak kita tidak perlu menyimpan terlalu banyak memori. Jadi lupa adalah tanda otak yang cerdas karena mampu menampung informasi selanjutnya.
Diketahui ada dua jenis ingatan pada otak kita, yaitu ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Ingatan jangka pendek adalah hal-hal yang sedang kita pikirkan atau kita alami saat ini. Hal yang kedua adalah ingatan jangka panjang yaitu memori yang kita ingat dalam waktu yang lama yang terbentuk dari kehidupan dan pengalaman. Sesuai namanya, kemampuan otak untuk menyimpan ingatan jangka pendek lebih terbatas, dibandingkan dengan ingatan jangka panjang, meskipun ingatan jangka panjang tidak sedetil ingatan jangka pendek. Akan tetapi meskipun ingatan jangka panjang dapat bertahan lama, kita tetap tidak luput dari yang namanya lupa.
Hal ini sesuai dengan sebuah studi yang dilakukan Blake Richards dan Paul Frankland pada tahun 2017, keduanya adalah peneliti dari University of Toronto. Menurut Profesor Blake Richards adalah penting untuk otak melupakan detail tidak penting dan fokus pada hal-hal yang akan membantu membuat keputusan di dunia nyata. Jika kamu mencoba untuk menavigasi dunia dan otakmu terus saja memunculkan memori lama, itu membuatmu sulit untuk membuat keputusan berdasarkan informasi.
Blake dan Paul Paul Frankland menemukan bahwa tujuan ingatan bukanlah untuk menampung informasi dari waktu ke waktu, ingatan lebih berguna untuk mengoptimalisasi pembuatan keputusan intelegensi dengan mengingat apa yang penting dan melupakan apa yang tidak penting. Jadi ingatan sebaiknya digunakan untuk mengoptimalkan pengambilan keputusan dengan cara mempertahankan informasi yang berharga dan membiarkan informasi yang tidak penting pergi, dengan demikian ada ruang bagi hal-hal penting untuk tetap tersimpan di dalam memori. Oleh karena itu sering lupa hal-hal kecil tidak masalah asalkan Anda bisa melakukan banyak hal dengan benar karena ingatan menyimpan memori yang berguna.
Di dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neuron ini, Paul dan Blake melakukan analisa terhadap berbagai penelitian mengenai memori, kehilangan ingatan, dan aktivitas otak pada manusia dan hewan. Salah satu studi yang dianalisa mereka mengatakan bahwa ketika sel otak baru diberi informasi pada bagian hippocampus, koneksi baru akan bertumpuk di memori lama dan membuatnya lebih sulit untuk diakses. Hippocampus adalah bagian kecil di otak yang terletak di lobus temporal bagian dalam dekat pusat otak. Hippocampus berfungsi dalam mengingat informasi baru dan menghubungkan emosi ke dalam ingatan itu.
Meskipun lupa adalah tanda otak sedang bekerja dengan normal, bukan berarti baik jika Anda terlalu sering lupa apalagi untuk hal-hal penting. Namun yang ingin ditekankan dalam penelitian ini adalah bahwa melupakan hal-hal kecil seperti lupa nama orang, lupa menaruh barang di mana adalah hal yang wajar dan bukti jika otak cerdas dalam menerima informasi baru. Hal yang bermasalah adalah jika Anda melupakan semuanya dan sering lupa lebih dari biasanya, karena mungkin ini berarti ada gangguan pada memori otak Anda. Akan tetapi jika Anda sesekali melupakan hal detail, bisa jadi ini adalah tanda bahwa otak Anda sehat dan sudah melakukan apa yang seharusnya.

