(Business Lounge – Global News) Kraft dan Heinz telah bersepakat untuk membentuk perusahaan makanan raksasa ke-5 di dunia, dengan maksud untuk dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. (Baca: Kraft Bergabung dengan Heinz Bentuk Perusahaan Makanan Raksasa Ke-5). Namun di luar skenario, penjualan Kraft menurun begitu juga Heinz dan diikuti penurunan saham Heinz hingga 2,3 %.
Malah Mengalami Pelemahan
Kraft memang sedang mengalami pelemahan pada permintaan atas produk minumannya. Hal ini disebabkan kurangnya promosi dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Sedangkan Heinz juga mengalami penurunan pemasukan disebabkan menguatnya dolar.
Heinz didukung oleh Berkshire Hathaway Inc milik Warren Buffett juga perusahaan ekuitas swasta Brasil 3G Capital, dikombinasikan dengan Kraft Foods Group untuk menciptakan salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia. Proses merger ini selesai pada tanggal 2 Juli lalu, hanya beberapa hari setelah kuartal kedua tahun fiskal yang sama berakhir.
Total Pendapatan Menurun
Laba bersih Kraft naik menjadi USD 551 juta, atau 92 sen per saham, pada kuartal kedua yang berakhir 27 Juni dari USD 482 juta atau 80 sen per saham dibandingkan setahun sebelumnya.
Rugi bersih disebabkan pemegang saham Heinz melebar ke USD 344 juta atau 91 sen per saham, dari USD 53 juta atau 14 sen per saham dibandingkan setahun sebelumnya. Total pendapatan bersih Kraft turun menjadi USD 4,52 miliar dari USD 4,75 miliar, sedangkan pendapatan Heinz jatuh ke USD 2,62 miliar dari USD 2,73 miliar.
Kraft Heinz memiliki beberapa merek termasuk Oscar Mayer, Philadelphia, dan Maxwell House. Dengan merger ini, perusahaan sebenarnya mengharapkan dapat menghemat sekitar USD 1,5 miliar pada biaya tahunan pada akhir 2017. Sedangkan 3G memiliki reputasi dalam memperkenalkan pemotongan biaya agresif dan meningkatkan efisiensi pada perusahaan lain yang kepadanya 3G melakukan investasi, termasuk Heinz dan Anheuser-Busch InBev NV.
“Perusahaan ini berfokus pada proses yang sulit dan menantang dalam mengintegrasikan dua bisnis kami,” demikian dikatakan kepala eksekutif Kraft Heinz, Bernardo Hees, dalam sebuah pernyataan. “Kami memiliki banyak kerja keras di depan kami karena kami terus merancang organisasi baru kami dan selalu menempatkan konsumen pada hal yang pertama.”
citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana

