London Siap Jalin Mitra Dengan Jakarta

(Business Lounge – Business Insight)-London siap bekerja sama dengan Jakarta. Bagi London, Jakarta merupakan mitra yang sangat potensial. Tentu saja pendapat ini tak berlebihan mengingat antara Inggris dan Indonesia sudah terjalin kerja sama yang erat. Hal ini diutarakan oleh Walikota London Boris Johnson dalam kunjungannya ke Jakarta akhir pekan lalu.

Johnson bertandang ke Indonesia untuk diskusikan peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Jakarta. Dalam kesempatan berbincang itu, Johnson juga membagi pemikirannya tentang konsep pembangunan infrastruktur dan perumahan.

Tapi agenda terpenting pembicaraan ini adalah kerja sama investasi untuk perhelatan olah raga bergengsi Asian Games 2018, dimana Jakarta dan Palembang menjadi tuan rumah penyelenggara. Johnson nampaknya melihat event ini sebagai suatu momentum baik dan tentu saja sangat menjanjikan keuntungan.

London sendiri sangat banyak memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan event-event Internasional dan yang terbaru tentu saja Olimpiade 2012

Dalam lawatannya, Johnson bersepeda bersama Jokowi dan Ahok menuju istana kepresidenan dari Bundaran Hotel Indonesia. Sepanjang lawatannya, sang walikota London berbagi seputar aktivitasnya melalui Twitter kepada pengikutnya yang berjumlah lebih dari satu juta. Johnson terkenal unik dan juga bersikap santai.

Johnson terkesan dengan tingginya minat masyarakat Jakarta ikut larut dalam car free day. Dirinya berharap dapat menerapkan konsep semacam itu di London tapi diatas jam 6 pagi. Hal ini dikarenakan warga London susah bangun pagi.

Johnson turut mengikuti kemajuan kota Jakarta selama ini. Pada tahun 1990, dia pernah melakukan perjalanan juga ke Jakarta. Baginya Jakarta telah banyak berubah dengan perubahan yang lebih baik. Apa yang terjadi pada Indonesia setelah melalui masa transisi dari  30 tahun masa orde baru dan juga reformasi.

Saat ini, Indonesia memang tidak berinvestasi besar di Inggris. Indonesia sendiri juga bukan pangsa utama Inggris. Beberapa alasan yang membuat ikatan modal antara kedua negara tidak terjalin kuat adalah adanya keprihatinan akan tingkat korupsi yang tinggi, buruknya infrastruktur serta kurangnya kegigihan para pelaku bisnis Inggris.

Febe/Journalist/VMN/BL
Editor: Tania Tobing

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x