(Business Lounge-News& Insight)-Dunia masih harus waspadai Ebola. Ketakutan akan Ebola masih melingkupi sebagian besar Afrika. Kekuatiran merebak bahkan sampai ke seluruh dunia sebab penyakit ini sangat menular dan menyebar melalui cairan tubuh bahkan jenazah korban dapat menjadi sumber penularan. Gejala awalnya ditandai dengan demam tinggi namun menyebabkan pendarahan di dalam pembuluh darah dan organ dalam.
Oleh karena itu setiap saatnya WHO selalu melaporkan data terkini seputar Ebola. Pekan ini WHO mengumumkan bahwa dari seluruh dunia diketahui ada 15.935 kasus termasuk didalamnya entah itu kategori baru diduga, sudah pasti, ataupun baru kemungkinan saja. Data laporan ini didapatkan dari kasus yang terjadi di delapan negara yang terinfeksi. Sebagai catatan banyak kasus terdapat di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
Seperti yang dikutip oleh The Wall Street Journal, dalam laporannya, WHO memberikan fakta bahwa korban meninggal akibat wabah ini terus bertambah walaupun tidak alami pelonjakan. Jika dilihat dari seluruh kasus yang terjadi di seluruh dunia maka secara keseluruhan wabah ini telah merenggut korban hingga 5.689 orang. Angka ini terhitung sejak wabah Ebola mulai melanda. Jumlah korban ini meninggal ini meningkat 200 orang lebih dari minggu sebelumnya. Dalam rilis datanya pada Jumat pekan lalu, WHO melaporkan terdapat 15.351 kasus dengan jumlah korban meninggal 5.459 orang.
Lebih rinci lagi, WHO juga berikan data bahwa jumlah kasus Ebola di Guinea sudah masuk kondisi yang kondusif. Namun, untuk Liberia statusnya masih stabil atau menurun. Lain dengan data, lain pula dengan keadaan di lapangan.
Situasi yang tidak menentu dan serba tidak jelas serta masih menduga-duga membuat UNMEER (Misi PBB untuk Tanggap Darurat Ebola) belum dapat menyatakan suatu kesimpulan penelitian sampai sejauh manakah wabah ini telah menyebar dan berhenti dimanakah wabah ini nantinya.
Tercatat lebih dari 70% pasien Ebola di Guinea telah diisolasi. Buruknya untuk Liberia dan Sierra Leone belum dapat menyamai persentase tersebut meskipun data yang ditampilkan belum diperbarui dalam tiga pekan terakhir.
Dalam perencanaan dan tindakan kedepannya, UNMEER akan memperjuangkan dapat mengisolasi 70% pasien Ebola dan juga menguburkan 70% warga yang meninggal karena Ebola. Proses pemakaman juga ditargetkan dapat dilangsungkan dengan layak pada awal bulan Desember.
Ada satu negara yang juga masih dalam status bahaya yaitu Sierra Leone. WHO memperingatkan bahwa penularan virus di negara ini terdeteksi “masih kuat” dan diperkirakan masih akan alami peningkatan.
Dari semua data yang dirilis oelh WHO maka sesungguhnya secara nyata korban meninggal akibat Ebola secara keseluruhan masih tidak dapat terdata seluruhnya. Hal ini dikarenakan banyak sejumlah desa di pedalaman justru yang mengalami dampak terparah. Selain itu masih banyak masyarakat di perkotaan yang belum datang ke klinik-klinik terdekat. Masih banyak dari antara mereka yang enggan dan juga menolak untuk diperiksa dan lebih memilih untuk mengurung diri.
Menyikap hal ini, WHO memberi penjelasan bahwa data yang mereka peroleh bisa jadi lebih rendah dari fakta sesungguhnyal. Sebaliknya, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit justru meyakini bahwa angka dari jumlah korban meninggal lebih banyak dari data WHO. Perkiraaan sementara mencapai dua atau empat kali lipat dari data milik WHO.
Febe/Journalist/VMN/BL
Editor: Tania Tobing
Image: Antara

