(Business Lounge – Business Insight) Badan pendanaan milik Singapura, GIC bekerja sama dengan Rajawali grup yang merupakan salah satu perusahaan investasi terbesar di Indonesia. Kedua perusahaan telah menandatangi Memorandum of Understanding (MoU) untuk bersama-sama berinvestasi hingga US $ 500 juta (6 triliun rupiah) dalam proyek-proyek properti di Indonesia. Hal ini diberitakan pada Selasa (25/11). Proyek properti ini juga mencakup kantor, ritel, perumahan serta proyek-proyek mixed-use, dengan fokus pada kawasan pusat bisnis Jakarta (CBD).
Kerjasama ini bukanlah kali yang pertama. Sebelumnya kolaborasi sukses antara Rajawali dan GIC pernah terjadi dalam pengembangan Capital Place, sebuah menara perkantoran berlantai 47 kawasan pusat bisnis Jakarta.
Menurut Shirley Tan, CEO, Rajawali group Properti, “Visi kami adalah untuk membangun landmark dari era baru -. Kumpulan ikon modal yang akan mengubah langit Indonesia dan menahan ujian waktu”
Loh Wai Keong, Co-Head of Asia dari GIC Real Estate mengatakan, “Kami sangat senang untuk memperdalam hubungan GIC dengan Rajawali, salah satu investor terkemuka di Indonesia. GIC yakin akan potensi pertumbuhan jangka panjang di Indonesia dan percaya kita bisa membuat nilai-nilai tambah melalui akuisisi aset di lokasi utama dan manajemen aset aktif,” demikian dilansir oleh Reuters.
Government of Singapore Investment Corporation
GIC Private Limited, sebelumnya dikenal sebagai Government of Singapore Investment Corporation, adalah badan pendanaan milik pemerintah Singapura yang dibangun pada tahun 1981 untuk mengelola cadangan devisa Singapura. Misinya adalah untuk melestarikan dan meningkatkan daya beli cadangan internasional, dengan tujuan untuk mencapai hasil jangka panjang yang baik di atas inflasi global selama waktu investasi cakrawala dari 20 tahun. Dengan jaringan sembilan kantor di ibukota keuangan utama di seluruh dunia, GIC berinvestasi secara internasional dalam ekuitas, pendapatan tetap, instrumen pasar uang, real estate dan investasi khusus.
Portofolio investasi dari GIC dikelola oleh tiga anak perusahaan: GIC Asset Management Pte Ltd (public market), GIC Real Estate Pte Ltd dan GIC Special Investments Pte Ltd (investasi ekuitas swasta). Pada tahun 2008, The Economist melaporkan bahwa Morgan Stanley memperkirakan aset dana yang dimiliki sebesar US $ 330miliar (39,6 kuadriliun rupiah).
uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: Antara

