(Business Lounge – Business Insight)-Kabar terbaru dari salah satu perusahaan terbesar di dunia, Coca-Cola Co yaitu perusahaan ini akan membeli 29,4% saham unitnya di Indonesia, yang saat ini dimiliki oleh Coca-Cola Amatil Ltd, perusahaan distributor asal Australia.
Aksi korporasi ini dilakukan untuk memajukan perusahaan Coca-Cola Amatil Indonesia, yang saat ini mengalami banyak persaingan sehingga pengeluaran perusahaan semakin besar sementara pendapatan alami penurunan.
Seperti dirilis oleh The Wall Street Journal, pada hari Kamis, Coca-Cola Amatil mengatakan Coca-Cola Co akan menanam $500 juta ke Coca-Cola Amatil Indonesia. Sementara saat ini, 29% saham Coca-Cola Amatil yang berbasis di Sydney telah dimiliki oleh raksasa minuman asal Amerika Serikat tersebut. Direktur Pelaksana, Alison Watkins mengatakan bahwa mereka yakin kombinasi pendapatan dan inisiatif [pengurangan] pengeluaran yang tengah kami jalankan akan mengembalikan pertumbuhan perusahaan. Namun laju pemulihan ini akan tergantung pada kesuksesan inisiatif pendapatan di Australia serta faktor-faktor ekonomi di Indonesia.
Di Indonesia sendiri, Coca-Cola Amatil telah membuat budget tinggi untuk pemasaran agar dapat lebih berkompetisi dengan pesaingnya yang berasal dari banyak negara, seperti Peru dan Jepang. Namun demikian, pendapatan Coca-Cola Amatil di Indonesia dan Papua Nugini jatuh 80% lebih year-to-year dalam enam bulan pertama tahun 2014.
Langkah yang diambil ini merupakan salah satu strategi terakhir dari program peninjauan ulang strategi Coca-Cola Amatil. Perusahaan ingin sebias mungkin mengurangi pengeluaran dari bisnis makanan dan minuman serta meningkatkan produktivitas saat laba grup secara keseluruhan alami kemerosotan.
Pada publik, pada bulan Agustus lalu, pihak internal Coca-Cola Amatil melaporkan laba bersih enam bulan pertama 2014 jatuh 16% jika dibanding setahun sebelumnya menjadi 182,3 juta dolar Australia.
Tak hanya itu, unit soft drink-nya di Australia juga masih terjebak dalam perang harga ritel, sementara upaya lakukan iklan secara gencar pun tidak mampu meningkatkan penjualan akibat lemahnya daya beli konsumen. Perusahaan menurunkan dividen interimnya menjadi 20 sen per saham dari 24 sen setahun lalu.
Sebagai catatan, Coca-Cola Amatil memproduksi dan mendistribusikan brand Coke di Australia, Indonesia, dan tiga negara sekitarnya. Mereka harus bersaing dengan PepsiCo Inc dalam pasar minuman kola. Coca-Cola Amatil juga mendistribusikan produk minuman beralkohol premium buatan Beam Global Spirits & Wines, seperti wiski Canadian Club.
Target perusahaan kedepan adalah ingin kembali mencetak pertumbuhan laba per saham midsingle-digit dalam beberapa tahun ke depan.
Febe/Journalist/VMN/BL
Editor: Tania Tobing
Image: Wikipedia