(Business Lounge – Management Tips) Dorodjatun Kuntjoro-Djakti berpendapat bahwa smart bukanlah semata-mata banyaknya ilmu yang ditimba atau latar belakang pendidikan yang tinggi. Dorodjatun menyelesaikan S1-nya dari fakultas ekonomi, lalu menyelesaikan S2-nya dengan mengambil budgeting, serta menamatkan S3-nya dengan ilmu political economy. Tetapi bukan karena ia telah berhasil menyelesaikan S3-nya maka otomatis dapat dikatakan smart. Melainkan bagaimana ia dapat belajar tentang kehidupan.
“Tetap saja, sekali Anda masuk di dalam program pasca sarjana, kita harus belajar bukan tentang ilmu sebenarnya. Tetapi tentang kehidupan,” demikian ia menyampaikan pandangannya kepada businesslounge.co Vibiz Media Network.
Bagi Dorodjatun, belajar tentang ilmu adalah hal yang relatif gampang. Hal yang sulit adalah belajar tentang kehidupan. Ketika kita mau belajar tentang kehidupan, maka kita harus menggunakan semua panca indera. Namun tidak hanya sampai menggunakan kelima panca indera kita saja, tetapi perlu menambahkan sesuatu, yaitu kemampuan untuk mendengar dan kemampuan untuk mendengar sangat diperlukan pada hari-hari ini.
Mantan menkoekuin yang kini menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Bank BTPN Tbk ini mengingatkan agar kita tidak lupa bahwa Tuhan memberikan kita satu mulut, dua telinga, dan dua mata. “Itu kan sudah peringatan dari Tuhan Yang Maha Esa,” demikian ia mengingatkan.”Lihat dulu, dengar dulu, baru Anda bicara,” demikian ia menambahkan.
Sehingga smart bagi Dorodjatun adalah ketika kita bisa dapat menggunakan kemampuan mendengar kita.
uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
