(Business Lounge – News) Dalam debat capres kali ini, tema yang diusung adalah Politik Internasional dan Ketahanan Nasional. Kedua capres diberikan kesempatan untuk memaparkan apa yang menjadi visi dan misinya berkaitan dengan tema di atas.
Tidak dapat dipungkiri bahwa rakyat akan memilih presiden yang akan dapat memberikan keamanan, perlindungan dan keadilan. Apalagi pada situasi sekarang ini banyaknya negara yang sedang terlibat konflik akan menjadi cermin bagi Bangsa Indonesia bahwa memiliki negara yang aman dan damai adalah segala-galanya.
Ketahanan Nasional
Berbicara tentang ketahanan nasional maka hal ini tidak dapat terpisah dari kedaulatan negara, keutuhan wilayah suatu negara serta keselamatan segenap bangsa. Mencoba mengingat pelajaran ketika masih di bangku sekolah bahwa ada 3 unsur yang membentuk suatu Negara : adanya rakyat, adanya wilayah dan adanya pemerintah yang berdaulat.
Sehingga ketahanan nasional bukan semata-mata berbicara tentang berapa pasukan militer yang dimiliki atau berapa kapal perang yang dipunyai suatu Negara. Ketahanan nasional tidak juga hanya berbicara mengenai teknologi ataupun strategi perang.
Ketahanan nasional merupakan kesatuan yang terintegrasi antara pihak militer dan sipil, Negara dan pemerintah serta adanya undang-undang dan tentu saja kekuatan berdiplomasi.
Bayangkan saja jika suatu Negara hanya melulu berbicara tentang kekuatan militer. Segala sesuatu apakah bisa hanya diselesaikan dengan adu kekuatan? Letak geografis Indonesia yang berbatasan dengan banyak Negara akan memaksa Indonesia untuk terus bertempur saat terjadinya suatu gesekan. Akan sangat sulit sepertinya bahkan mungkin bisa “babak belur”. Karena itu kekuatan strategi diplomasi yang didasari kepentingan bangsa akan menjadi ujung tombak ketahanan nasional kita. Didukung dengan undang-undang yang melindungi segenap tumpah darah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke serta dari Miangas sampai Rote.
Prabowo : Mengamankan Kekayaan Nasional
Dalam penjabaran visi dan misi yang berkaitan dengan Politik Internasional dan Ketahanan Nasional, capres nomer urut satu ini menekankan bahwa tujuan bernegara adalah mencari keamanan bersama serta mencari kemakmuran bersama. Sehingga Prabowo berpendapat bahwa politik luar negeri tidak akan berarti jikalau kekuatan dalam negerinya lemah. Indonesia harus mengamankan kekuatan nasional dan kekayaan nasionalnya. Apalagi banyak Negara sangat bergantung kepada kondisi keamanan Indonesia.
Prabowo kembali menekankan banyaknya kekayaan nasional yang mengalir ke luar negeri adalah pokok permasalahan politik luar negeri bangsa kita.
Penekanannya ada pada mengamankan kekayaan Indonesia untuk menciptakan ekonomi yang kuat, rakyat yang cukup sandang, pangan dan papan sehingga menciptakan rakyat yang makmur dan sejahtera maka ketahanan Indonesia kan menjadi kuat. Demikianlah dasar politik luar negeri bagi pasangan capres dan cawapres dengan nomer urut satu ini.
Dengan mengamankan kekayaan nasional maka kita menjadi disegani oleh Negara-negara lain di dunia.
Jokowi : Menghadapi Pergeseran Geopolitik dan Geoekonomi
Dengan gamblang Jokowi memaparkan visi Ketahanan Nasionalnya yang terkait dengan politik internasional yang terdiri dari 4 hal yaitu perlindungan warga Negara, perlindungan sumber daya alam, produktifitas dan daya saing serta keamanan regional kawasan.
Untuk itu ada 3 strategi diplomasi yang perlu untuk diterapkan, yaitu diplomasi antar pemerintah, diplomasi antar pelaku bisnis dan diplomasi antar masyarakat Indonesia dan masyarakat Negara lain.
Jokowi juga menambahkan berkaitan dengan ketahanan nasional maka ada beberapa langkah yang akan diambilnya yaitu:
- Memperhatikan kesejahteraan prajurit dan keluarganya
- Modernisasi alat-alat pertahanan termasuk cyber dan hybrid.
- Memperkuat industri pertahanan
Salah satu yang juga menjadi concern capres dengan nomer urut dua ini adalah pergeseran geopolitik dan geoekonomi dari Barat ke Asia yang harus dihadapi dan dijadikan suatu kesempatan untuk menunjukan eksistensi bangsa kita di dunia. Cukup menarik.
Jangan Lupakan 3 Unsur Negara
Secara sederhana ketahanan nasional tidak dapat melupakan ke-3 unsur Negara di atas: rakyat, wilayah dan pemerintah yang berdaulat. Sehingga perlindungan atas warga Negara, perlindungan atas wilayah dan adanya pemerintah yang berdaulat akan sangat mendukung ketahanan nasional kita.
Tidak semua Bangsa Indonesia mengerti akan hal ini. Bahkan banyak yang hanya berpikir asal dapat makan dan penghidupan yang layak maka semuanya akan baik-baik saja. Karena itu tugas pemerintahlah yang dapat memberikan perlindungan bagi segenap rakyat dan tanah air kita.
Satu bangsa, satu tanah air dan satu Negara yang berdaulat.
uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image : Antara

