(Business Lounge – World News) – Kebuntuan politik yang menyebabkan Lebanon tanpa presiden dalam beberapa waktu ini adalah “sangat mengganggu,” kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam kunjungannya ke istana pemerintahan di Beirut Lebanon hari Rabu kemarin. Dia juga menjanjikan bantuan lebih untuk menghadapi gelombang pengungsi Suriah yang makin bertambah.
Kerry mengatakan Amerika Serikat akan terus mendukung Lebanon, termasuk angkatan bersenjata, tetapi juga mendesak resolusi yang cepat untuk mengatasi kebuntuan yang terjadi.
Masa jabatanĀ Michel Suleiman selama enam tahun sebagai presiden telah berakhir bulan lalu, namun politisi Libanon telah gagal menyepakati penggantinya meskipun parlemen telah berunding selama beberapa minggu. DPR yang bersekutu dengan kelompok militan Hizbullah telah memboikot pertemuan.
Lebanon sudah terbiasa mengalami krisis politik. Selama berbulan-bulan mereka tidak memiliki presidenĀ sebelum Suleiman, seorang mantan komandan militer, terpilih pada tahun 2008.
Di bawah sistem pembagian kekuasaan di Lebanon ini, Presiden harus seorang Kristen Maronit, perdana menteri seorang Muslim Sunni dan ketua parlemennya seorang Muslim Syiah.
“Kebuntuan politik yang saat ini terjadi di Lebanon adalah sangat mengganggu. Sangat disayangkan parlemen tidak memilih presiden sesuai jadwal, dan sekarang adalah jauh lebih penting supaya segera dipilih presiden selanjutnya, “kata Kerry.
“Kita butuh pemerintah yang bebas dari pengaruh asing dengan presiden yang sepenuhnya diberdayakan dan bersama dengan presiden maka parlemen akan menanggapi kebutuhan rakyat Lebanon.” Dia menambahkan, “Ini bukan waktu untuk bisnis seperti biasanya.”
Dalam mengumumkan bantuan AS sebesar US $ 290 jutaĀ untuk agen-agen PBB yang bekerja pada isu pengungsi Suriah di seluruh wilayah, Kerry menyerukan negara-negara dan kelompok-kelompok yang mendukung pemerintah Presiden Bashar Assad untuk mengambil tindakan mengakhiri perang saudara yang telah menyebabkan korban lebih dari 160.000 jiwa. Dia meminta supaya negara-negara Iran, Rusia dan gerakan Hizbullah Libanon segara bertindak “untuk membawa perang ini berakhir.”
Lebanon, yang menjadi rumah bagi 4,5 juta orang, saat ini sedang berjuang untuk mengatasi kehadiran lebih dari satu juta pengungsi Suriah dan Palestina yang sangat membutuhkan perumahan, pendidikan dan perawatan medis.
Kerry adalah menteri luar negeri pertama yang datang ke Lebanon dalam lima tahun terakhir. Hillary Rodham Clinton mengunjungi pada bulan April 2009. Kerry perjalanan ke Lebanon setidaknya empat kali sebagai senator sejak tahun 2006, terakhir kali pada bulan November 2010.
Arum/Journalist/VM/BL
Editor: Iin Caratri
Image: Antara

