Ku Ingin Terbang Tinggi

Ku terbang tinggi melintasi awan dan berjalan di cakrawala sambil menari dengan nyanyian malaikat..
Ku gapai pelangi dan menghitung jumlah warnanya sambil melemparkan segenggam melati dan membuat warna pelangi bercampur dengan wanginya melati.
Indahnya anganku…Namun mengapa hujan turun.. dan pelangi menghilang..
Dimana mimpiku?
Dimana langitku?
Aku terjatuh ke tumpukan sampah bekas koran kemarin dan kemarin,.
Dan terlihat sisa makanan anjing kemarin masih berceceran tepat didekat mulutku

Ah..aku lapar…
Tapi yah. apa boleh buat?
Sisa makanan anjing kemarin ini kumakan juga dengan lahap..
Dan sambil memakan tulang bekas kunyahan anjing kubaca koran hari ini..

Aku terkejut membaca cerita tentang cerita si dermawan yang membagikan hartanya
Hah… Orang ini yang merampas  aku kemarin, orang ini yang menipu aku dan membodohi aku kemarin
Orang ini yang membuat aku melarat dan sakit
Sakit jiwa…
Orang ini… Mengapa dia bisa begitu ramah dan murah hati?
Mengapa dia bisa terlihat begitu baik dan sangat empati
Bukankah dia yang kemarin berwajah bengis meninju ayahku , aku dan ibuku?
Dan yang membawa lari sahabat-sahabatku ?

Orang ini…
Berjalan tidak dengan kaki tapi dengan kepala
Aku bingung bentuknya, aku bingung dimana pikirannya dan hatinya..
Dimana letak mulutnya?
Wohoo… Mulutnya besar ! Ceritanya tentang kemakmuran dan kekayaan menghiasi semua halaman koran
Aku terperangah  akan ceritanya…

Orang ini memberi derma dengan memerasku, orang ini meracuni sahabatku dengan uangku.
Dan aku melarat … Aku terhempas… Aku makan makanan anjing  dan aku tinggal di tumpukan sampah.

Terbang tinggi melintasi awan hanyalah sebuah mimpi
Dan menghitung pelangi tak lebih dari pada sebuah janji..
Bahkan melati yang harum wangi adalah sebongkah racun
Kenyataannya “kamu hanya mendongeng dan akhirnya menipu aku sampai melarat”

Jackie Ang/VM/BL
Editor : Fanya Jodie

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x