Anakku.. anakku.. kasihan kau..
Terbujur kaku diantara sampah , tanganmu tertekuk memegang lutut, bibirmu membiru dan berbusa..wajahmu pucat tertekan ..
Sebenarnya, apakah yang terjadi padamu?
Seolah sebuah suntikan racun sudah memasuki nadimu..
Atau sebuah batu bata menimpa kepalamu..
Meregang nyawa hanya sendiri…
Menyesali hidup hanya sendiri..
Dan menangis pilu hanya sendiri..
Engkau sendirian dan sekarang engkau telah meninggal didalam kesendirianmu..
Tanpa ada yg perduli apa yang terjadi padamu anakku .. anak Indonesia..
Siapakah sayang yang meracuni engkau?
Siapakah yang begitu keji menjerumuskanmu pada kematian sunyi ini?
Bisakah engkau mengenakan seragam sekolahmu lagi ?
Bisakah engkau lagi berbaris dan menyanyikan Indonesia Raya dan mengibarkan bendera dengan senyum manismu?Angin berkata..Nak, engkau tidak akan pernah kembali lagi..
Anginpun berbisik..Nak, kasihan kau..engkau tidak akan pernah menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan seragam sekolahmu lagi..
Engkau telah pergi.. pergi dalam kesunyian..Siapa yang perduli dengan engkau anakku?
Siapa yang pergi mencari orang jahat yang meracunimu?
Siapa yang mau pergi mencari yang membunuh engkau?
Siapa?
Sementara dikejauhan, terlihat yg meracunimu sedang berpesta dansa..
Dan pada waktu engkau meregang nyawa, maka yang membunuhmu sedang menikmati lagu kematianmu sambil mengangkat minuman ringan karena kematianmu adalah sebuah senandung baginya..
Ah….
Seandainya…
Seandainya angin taufan melanda di tempat pembunuhmu berada
Dan tsunami menenggelamkan ditempat yang meracunimu berada..
Mengapa gerangan berharap kepada alam untuk menolong?
Mengapa gerangan mengharapkan badai dan tsunami untuk melepaskan anakku dari kematian?
Sebab teriakanku tak terdengar oleh jutaan orang
Teriakanku tidak membuat orang perduli akan nasib anakku..
Semua diam .. diam dan tak perduli
Dan.. engkau terbaring sepi di ketidakperdulian..
Engkau tidak akan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan bendera lagi sambil tersenyum
Engkau telah pergi di kesendirian yang sunyi
Dan barisan ini akan semakin sepi karena satu persatu anak bangsa ini menghadapi kematiannya akibat narkoba
Siapa yang perduli?
Jackie Ang/VM/BL

