Banyak orang yang mengartikan mengenai persahabatan. Tetapi, asal tahu saja, kalau persahabatan itu bagi banyak orang banyak artinya. Mari saya contohkan arti persahabatan bagi beberapa orang. Henry Ford, Founder dari Ford Motor Company mendefinisikan persahabatan dengan kalimat “My best friend is the one who brings out the best in me”, contoh lainnya adalah John Churton Collins, penulis dari Inggris yang menggambarkan persahabatan dengan kalimat “In prosperity our friends know us; in adversity we know our friends.
Saya dari kecil pasti suka ditanya..siapa saja sahabatmu? Dia asalnya dari mana? Orangnya baik tidak? Dan seterusnya. Ya, memang setiap orang dari kecil pasti punya sahabat. Saya jadi ingat, bagaimanapun juga, status “human are social being” yang pernah tertera di salah satu Blackberry Messenger kenalan saya memang benar adanya dalam kehidupan bermasyarakat.
Hmmm, suka atau tidak suka setiap orang pasti pernah menjalin persahabatan. Palingan kalau memang orang itu “ansos” alias anti sosial dan tidak doyan bersahabat, ujungnya temannya tetap ada paling tidak satu orang yang ujungnya jadi teman jangka panjang. Kalau sudah begitu, ya pastinya statusnya jadi Teman 4L, alias Loe Lagi Loe Lagi. Membosankan? Tidak juga, karena ada juga tipikal orang, termasuk saya yang doyan Teman 4L alias best friend.
Soal persahabatan itu pasti berlanjut terus, bahkan sampai memasuki dunia kerja. Ketika kita berbisnis dengan orang pasti kita harus menjalin persahabatan, meskipun kalau dipikir entah itu sahabat karena faktor sama-sama ada kebutuhan bisnis, atau benar-benar bisa dikatakan sahabat. Jujurnya ya, perkataan “sahabat” itu sudah jadi bias juga kalau dalam dunia kerja , karena kalau sudah menyangkut uang atau kerjasama bisnis, dari yang kagak pernah kenal bisa tiba-tiba jadi sahabat dan langsung baik dan super ramah kalau ketemu kayak sudah sahabatan sepuluh tahunan. Aneh? Tidak juga. Itu kenyataan kok, yang ada di dunia ini.
Berbicara soal sahabat, sejujurnya kalau di dunia ini hal itu merupakan hal yang bias, karena di dunia ini sebenarnya tidak ada yang bisa kita percaya. Namun, paling tidak, kita bisa mengkategorikan seseorang sebagai sahabat yang tulus apabila memang kita sudah melihat berjalannya waktu kita bisa melihat orang tersebut tetap baik pada kita, dan tidak hanya datang kalau ada maunya, dan yang pasti, hal yang paling kelihatan adalah kalau kita tahu dialah yang pertama datang memberi semangat pada kita ketika kita susah.
Saking langkanya sahabat yang tulus, bisa dikatakan sahabat yang tulus itu adalah “kembaran hati”. Ya, kembaran hati kita itu dapat kita temukan dimana saja sebenarnya, bahkan di tempat yang jauh. Kembaran hati kita ini, kadang bisa jadi suka menyatakan hal yang tidak suka kita dengar, namun di lubuk hatinya yang terdalam, dia katakan hal itu karena sebenarnya dia menyayangi kita, bukan seperti sahabat palsu yang selalu bermulut manis karena mau mengambil manfaat dari kita.
Sekarang, mungkin pada bertanya jadinya, sahabat tulus yang masuk kategori kembaran hati itu yang seperti apa sih? Berikut ada beberapa indikasi yang bisa kita lihat, apakah selama ini sahabat kita sudah merupakan kembaran hati kita :
1.Sahabat yang adalah kembaran hati, dia akan menjadi satu di dalam hati kita untuk membangun hidup kita bersama menjadi lebih baik, bukan menjerumuskan kita ke hal yang negatif
2.Sahabat yang tulus bukan hanya mau bergandengan tangan dengan kita dalam kesenangan, tetapi juga dalam kesusahan dan kesedihan
3.Perlu diketahui, kadang sahabat yang tulus itu berani berbantahan dengan kita, tetapi itu adalah demi menemukan kebenaran dan kebahagiaan bersama, dan dia tahu mungkin hatimu bisa terluka. Tapi, dia lakukan itu padamu karena dia tidak mau kau celaka dan masuk jurang. Dan setelah beberapa saat, akhirnya bisa jadi kau sadari perkataannya memang benar meskipun awalnya menyakitkan telinga dan hatimu.
4.Sahabat yang tulus tidak pernah memperhitungkan sebuah harga dari persahabatan. So, jangan tertipu ya sama orang yang mengaku sahabat ketika dia tahu kita banyak uang atau bisnis yang menjanjikan. Tetap harus diketahui dengan benar, bahwa sahabat yang tulus adalah sahabat yang selalu bersama kita bahkan ketika kita tidak punya uang sepeser pun.
5.Sahabat yang tulus adalah seseorang yang berjuang bersama dengan kita untuk membangun hari depan yang lebih baik.
Nah, apakah sahabat Anda sudah masuk dalam 5 kategori diatas? Jika belum, well, sejujurnya Anda harus cek, Anda itu sebenarnya punya sahabat yang tulus, bulus, atau sahabat karena fulus? Soal jawabannya, Andalah yang tahu
Pesan saya, kalau memang Anda punya sahabat yang tulus, ingatlah dia selalu, dan ketika Anda sukses, jangan lupakan dia, karena sahabat sejati adalah yang bersama kita bahkan ketika kita berada dalam titik terendah dalam kehidupan kita.
Fanya Jodie/VM/Businesslounge

