(Business Lounge – Business Today) Toko ritel terbesar di dunia, WalMart Stores mengatakan akan masuk dalam bisnis videogame. Hal ini dilakukan untuk bisa mendatangkan pelanggan baru.
Mulai minggu depan, WalMart akan memungkinkan pembeli untuk melakukan membeli bahan makanan dan videogame dari 3.100 toko resminya. Pelanggan akan menerima kartu hadiah mulai dari beberapa dolar hngga lebih dari USD 35, berdasarkan nilai dari pembelian permainan.
WalMart mengatakan, uang ekstra dari game yang digunakan akan memberikan pelanggan uang untuk dibelanjakan. Sama seperti Walmart, toko ritel lain seperti Best Buy dan Target juga melaksanakan program penjualan video game dan konsol. Analis mengatakan, toko ritel penjual videogame, GameStop adalah yang paling rentan terhadap rencana WalMart, karena mereka hanya fokus untuk menjual game.
CEO GameStop, Paul Raines mengatakan bisnis game telah mendapat banyak tekanan di masa saat ini. Menurutnya, Gamestop sudah memenangkan pangsa pasar pertempuran ritel videogame karena sudah lama berbisnis di sektor ini.
WalMart sendiri menjalankan program penjualan videogame yang lebih kecil pada tahun 2009, di mana mereka memungkinkan pelanggan untuk menjual permainan yang digunakan melalui kios di toko-toko tertentu, tetapi mereka gagal dalam menjalankan rencananya itu.
Namun, kali ini, WalMart telah bekerja sama dengan CExchange, sebuah perusahaan perdagangan barang elektronik daur ulang yang juga bekerja sama dengan RadioShack dan eBay.
Selain itu, WalMart mengatakan akan menjual game yang diperbaharui dengan harga lebih rendah dari pesaingnya mulai bulan Juni.
WalMart memiliki 4.835 toko di AS tetapi program perdagangan videogame tidak berhubungan toko ritelnya yang berfokus untuk menjual bahan makanan.
Nemi/Journalist VM/VBN
Editor: Rimba Laut
Pic : sandiegoexpress