Regulasi Pemerintah Tekan Harga Perumahan Mewah Hongkong

(Business Lounge – Business Today) – Pengetatan pembelian produk properti mewah di Hongkong oleh pemerintah disebutkan telah menyulitkan para konsumen untuk membelinya.

Salah satunya dirasakan oleh pengusaha asal Hongkong, Raymond Chiu yang sebelumnya mengatakan siap menggelontorkan uang hingga HKD 16 juta (USD 2 juta) untuk membeli apartemen seluas 1.000 kaki persegi.

Namun ia harus menunda rencana tersebut karena pemerintah Hongkong telah membuat pengetatan peraturan yang mengharuskan dirinya untuk membayar uang muka hingga 50 persen.

“Peraturan itu benar-benar membuat saya sulit karena sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi, meskipun saya tidak memiliki masalah dengan kredit,” kata Chiu.

Untuk informasi, penjualan apartemen kelas atas di Hongkong disebutkan telah menurun sejak pemerintah memberlakukan pengetatan pembelian.

Pemerintah Hongkong sendiri sudah enam kali menaikkan uang muka minimum untuk pembelian produk properti mewah selama tiga tahun terakhir. Hal ini dilakukan untuk membuat harga rumah di Hongkong menjadi lebih terjangkau.

Melambatnya pertumbuhan harga apartemen kelas atas sendiri sudah banyak dipertanyakan para broker. Karena adanya peraturan tersebut, pasar perumahan di Hongkong sudah mulai berubah karena para pengembang menjadi lebih tertarik untuk mengembangkan perumahan berharga terjangkau.

Broker perumahan di Hongkong, Cushman & Wakefield Inc memperkirakan bahwa harga rumah berharga minimal HKD 10 juta akan jatuh hingga 3 persen pada kuartal keempat. Secara tahunan, harga perumahan mewah di Hongkong diperkirakan akan turun hingga 3 persen.

“Peraturan ini sangat memukul harga penjualan segmen perumahan mewah” kata Buggle Lau, analis kepala di Midland Holdings Ltd.

Menurutnya Lau, pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah terbaru untuk menghilangkan pengaruh para spekulan yang sudah mulai menyulitkan penjualan rumah mewah di Hongkong.

“Minat pasar terhadap properti mewah di Hongkong sangat tinggi. Dengan adanya peraturan ini, konsumen menjadi tidak tertarik untuk membeli rumah-rumah mewah di sini,” ujar Lau.

(ra/IC/bl-vbn)

Foto : owoll.com

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x