Meningkatkan Daya Saing – George H Santoso, Presdir PT. DuPont Agricultural Products Indonesia

(Business Lounge – Management Tips) George H Santoso selaku Presiden Direktur PT DuPont Agricultural Products Indonesia mengisahkan bagaimana DuPont telah berdiri selama 212 tahun dan mengalami banyak perubahan. Hal ini membawa Dupont menjadi salah satu perusahaan kimia terbesar di dunia dan DuPont pun telah berkontribusi dengan menciptakan banyak sekali produk-produk di dunia ini.

Selama 100 tahun pertama, DuPont telah berkembang sebagai perusahaan pembuat mesiu. Pada waktu tahun 1900-an hingga 100 tahun berikutnya, DuPont kemudian mulai masuk ke dunia kimia dan berlangsung hingga sekarang. Namun saat ini ketika DuPont ada pada 100 tahun ketiga, DuPont memposisikan diri sebagai perusahaan science, yaitu oleh karena DuPont memiliki kapabilitas di bidang chemical, materials, biology dan biotechnology dan DuPont memutuskan untuk menggabungkan ke-4 unsur tersebut. Hal inilah yang membawa DuPont menjadi perusahaan science.

Namun demikian, DuPont pun terus fokus untuk meningkatkan daya saing. Karena itu ada 3 hal mendasar yang perlu untuk diperhatikan guna meningkatkan daya saing DuPont:

1. Natural Resources, yang tentu saja dimiliki oleh negara.
2. Human Capital, atau Sumber Daya Manusia yang berkualitas yang terdapat di negara atau pun di perusahaan.
3. Innovation

George mengingat salah satu moto yang pernah dilontarkan salah satu pakar pemasaran bahwa organisasi itu pada dasarnya hanya berdasar pada 2 hal, yaitu:
1. Research and development yang dapat diartikan sebagai inovasi

2. Marketing

Dalam hal daya saing maka DuPont memposisikan diri sebagai market driven innovation dengan melakukan kedua hal tersebut, yaitu marketing dan innovation dengan tidak mengabaikan tiga hal mendasar di atas.

Indonesia mempunyai natural resources, DuPont memiliki Human Capital yang harus dikembangkan walaupun memang masih banyak kelemahan pada Human Capitalnya, dan inovasi yang harus terus dikembangkan oleh karena inovasi kita yang masih cukup jauh tertinggal.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x