A SimpleWay to Manage your Daily Performance

(Business Lounge – Empower People)

Bilamanakah seseorang dikatakan berprestasi?

Coba Anda simak dua kisah di bawah ini.

1. Seorang karyawan yang terkenal rajin, tepat waktu dalam menyelesaikan tugas-tugasnya serta selalu berinisiatif, tentu mendapatkan penilaian yang baik dalam kinerjanya. Apalagi jika sepanjang tahun ia selalu mendapatkan pujian bahkan acap kali dijadikan contoh bagi karyawan-karyawan lainnya, tentu penilaian yang baik sudah tentu menjadi milikinya. Namun suatu kali menjelang berakhirnya tahun, ia melakukan suatu kesalahan yang tidak disengaja, apakah hal ini akan serta-merta membuat performancenya menjadi buruk?

2. Seorang karyawan lainnya terkenal kurang baik. Selalu terlambat, tidak berinisiatif, apa yang dilakukan sering kali harus dikoreksi sehingga tidak efektif dan sering kali mendapatkan complain dari karyawan-karyawan lainnya. Dapat dipastikan bahwa penilaian yang akan didapatkannya pada akhir tahun adalah penilaian yang tidak baik. Namun menjelang berakhirnya tahun, ia dapat menjual suatu product dengan hasil yang cukup lumayan. Kemudian apakah hal ini akan serta merta membuat performancenya menjadi sangat baik?

Penilaian performance bukanlah suatu yang serta merta turun begitu saja dan terjadi begitu saja. Ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi terutama kinerja kerja si karyawan sepanjang tahun. Pada contoh kasus pertama, seorang karyawan teladan ketika ia melakukan kesalahan di akhir tahun yang tidak disengajanya, maka saya percaya bahwa sang atasan tidak begitu saja memberikan penilaian buruk, segala performancenya dari awal tahun yang begitu baik, bahkan performance pada tahun-tahun yang lalu akan menjadi suatu pertimbangan untuk memberikannya penilaian akhir. Begitu juga pada kasus yang kedua, suatu keberhasilan di akhir tahun namun didahului dengan segala performance yang tidak baik belum tentu langsung membuat performance si karyawan menjadi sangat baik pada akhir tahun walaupun tentu saja akan memberikan koreksi atas performance buruknya.

Lalu bagaimanakah seseorang dikatakan bahwa ia berprestasi?

Bilamana Mencapai Prestasi Kerja

Prestasi bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dalam satu hari dan bukanlah sesuatu yang dibentuk dalam sekejap, melainkan membutuhkan waktu untuk dapat meraih prestasi dan keberhasilan.

Prestasi merupakan suatu pencapaian tujuan dengan tidak jarang melibatkan unsur efisiensi dan efektifitas di dalamnya. Tentu saja membutuhkan suatu waktu untuk dapat menilai apakah sesuatu itu efisien dan efektif. Dalam hal ini organisasi akan menjadi puas apabila apa yang menjadi target utamanya tercapai dengan baik.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi berkaitan erat dengan adanya sasaran yang akan dicapai (baik itu dalam bentuk angka maupun suatu keadaan), usaha untuk mencapainya serta cara pencapaian yang efisien dan efektif serta mendatangkan kepuasan tersendiri bagi semua yang terlibat.

Putuskanlah Untuk Berprestasi Hari ini.

Prestasi dalam setahun bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dengan sekejap tetapi sesuatu yang dapat dicapai dengan memupuknya dari hari ke sehari. Sehingga hal terbaik yang dapat anda kerjakan untuk mencapai prestasi kerja di akhir tahun adalah memutuskan untuk berprestasi tiap-tiap hari. Jangan pernah berpikir bahwa hari ini saya ingin bersantai dulu. Sekali anda memutuskan untuk bersantai pada hari ini, maka anda akan membutuhkan usaha dua kali lipat untuk mencapai keberhasilan pada esok hari. Karena itu, jangan sekali-kali memutuskan untuk beristirahat pada hari ini.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk mencapai prestasi pada hari ini:

1. Tentukan apa yang menjadi tujuan anda hari ini.

Hindari untuk bekerja dalam satu hari tanpa memiliki tujuan yang akan dicapai. Tujuan sesederhana apapun hendaknya anda tentukan di pagi hari sehingga anda memiliki arah di dalam bekerja. Serta apa yang anda harapkan tercapai harus benar-benar jelas.

2. Komunikasikan ekspektasi anda secara jelas.

Jika Anda  bekerja secara tim, dan performance anda ditentukan oleh tim, maka pastikan anda mengkomunikasikan ekspektais anda secara jelas kepada seluruh tim.

3. Pastikan anda memilki sumber yang cukup untuk mencapai tujuan anda.

Tujuan yang tidak realistis hanya akan membuat anda merasa frustasi untuk mencapainya. Karena itu anda harus memiliki sumber yang mendukung anda mencapai tujuan itu. Baik keterampilan, ilmu, sumber daya manusia maupun biaya. Jika anda tidak memilikinya, maka anda harus dapat mulai mempersiapkannya sebelum meningkatkan tujua yang hendak anda capai.

4. Feedback dan evaluasi.

Jangan segan-segan untuk mencari feed back dan lakukanlah evaluasi tiap-tiap hari.

5. Usahakan untuk memiliki ide-ide yang baru.

Jangan hanya bergantug kepada kebiasaan maupun apa yang terjadi kemarin, tetapi usahakan untuk memiliki ide-ide yang baru.

Pastikan anda berprestasi tiap-tiap hari maka niscaya penilaian yang sempurna juga akan menjadi milik anda.

ruth_revisiRuth Berliana/Managing Partner Human Capital Development/VMN/BL

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x