Ebola Mewabah di Afrika Barat

(Business Lounge – News) WHO (World Health Organization) mengabarkan bahwa jumlah mereka yang tewas karena virus Ebola telah mencapai 467 orang. Virus ini memang tengah mewabah di Afrika Barat dan tidak dapat dianggap sepele.

Sepanjang terjadinya wabah maka kasus ini dapat dikatakan yang terbesar baik dari segi jumlah kasus, angka kematian serta penyebaran geografis. Adapun virus ini telah mewabah di Guinea, Sierra Leone dan Liberia.

Sebagian besar kasus kematian yang ada terjadi di wilayah Guekedou selatan Guinea sejak bulan Februari tahun ini dan terus bertambah.

Sekilas Ebola

Penyakit Ebola merupakan suatu demam hemorrhagic, yang disebabkan oleh virus Ebola. Konon virus ini berasal dari sungai Ebola di Kongo. Sampai hari ini tingkat kesempatan hidup apabila terjangkit virus ini adalh 0% dengan kata lain semua penderitanya akan mengalami kematian oleh karena kegagalan yang dialami oleh semua organ utama si penderita.

Virus ini dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan dari orang yang terinfeksi atau hewan, seperti urine, keringat dan darah. Sebagai gejalanya adalah demam tinggi, diare, muntah, perdarahan serta kerusakan sistem saraf pusat.

Ebola pernah mewabah di Zaire pada tahun 1976 dan menewaskan 340 orang. Kemudian wabah ini menjalar ke Sudan kemudian bergerak ke Pantai Gading dan terakhir pada tahun 1996 mewabah di pedesaan Gabon.

Terdapat 4 jenis virus Ebola: Ebola Zaire, Ebola Reston, Ebola Tai, dan Ebola Sudan. Ebola Reston adalah satu-satunya virus yang hanya menyerang monyet dan tidak menyerang manusia.

Paling Dihindari di Seluruh Dunia

Sampai hari ini, virus Ebola paling menakutkan dan dihindari di seluruh dunia. Penularannya yang terjadi lewat udara membuat penanganan dari virus ini harus dilakukan secara ekstrim yaitu dengan isolasi. Serta belum ditemukannya vaksin untuk menangkalnya dan obat untuk menyembuhkannya.

Oleh sebab itu WHO menyerukan untuk adanya respon dari negara-negara yang berbatasan langsung dengan negara-negara yang terkena wabah, agar dipikirkan suatu pertahanan sehingga wabah ini tidak semakin meluas.

Hal ini memberikan beban tersendiri bagi para meneteri kesehatan dari 11 negara di Afrika Barat ketika mereka bertemu di Ghana pada Rabu (25/6) dan Kamis (26/6) untuk membahas krisis yang semakin berkembang.

Penanganan Bagi Penderita Ebola

Pada Senin (30/6), Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf memperingatkan kepada siapapun yang tertangkap bersembunyi dan dicurigai terjangkit Ebola akan dituntut. Hal ini disebabkan adanya laporan bahwa adanya penderita Ebola yang malah dirawat di rumah-rumah dan gereja-gereja bukannya dirujuk untuk mendapatkan tindakan medis.

Peringatan serupa juga diberikan pada pekan lalu di Sierra Leone ketika beberapa pasien Ebola meninggalkan rumah sakit dan memilih untuk bersembunyi. Hal ini menjadi hambatan bagi petugas medis yang berusaha memerangi wabah ini. Bahkan beberapa mereka mendapatkan serangan dari warga setempat oleh karena ingin memberikan penanganan.

Kementerian Kesehatan Liberia telah mendirikan pusat-pusat pengobatan dan meluncurkan kampanye pelayanan publik yang meliputi pelatihan kesehatan secara professional dengan menggunakan pakaian pelindung serta melarang rumah sakit untuk menolak pasien dengan gejala Ebola.

uthe/Journalist/VMN/BL

Editor: Ruth Berliana

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x