NTSB Boeing

Boeing Memulihkan Kinerja, tetapi Bisnis Pesawat Masih Tertekan

(Business Lounge – Global News) Boeing memasuki fase pemulihan yang memperlihatkan kemajuan finansial sekaligus tantangan operasional yang belum selesai. Pada kuartal ketiga 2026, perusahaan mencatat pendapatan US$24,19 miliar, naik 4% dari US$23,27 miliar setahun sebelumnya. Kerugian bersih turun menjadi US$116 juta dari US$5,34 miliar, sedangkan kerugian per saham menyusut dari US$7,14 menjadi US$0,26. Perbandingan tahunan ini menunjukkan perbaikan besar, meskipun sebagian perbedaan tersebut juga dipengaruhi oleh beban besar yang tercatat pada periode sebelumnya. Karena itu, angka kerugian yang menyusut perlu dibaca bersama perkembangan kinerja operasional dan kemampuan perusahaan menghasilkan kas.

Salah satu perkembangan yang paling berarti adalah arus kas operasional yang mencapai US$1,50 miliar, meningkat dari US$1,12 miliar pada kuartal ketiga tahun lalu. Arus kas bebas, setelah dikurangi belanja modal, mencapai US$464 juta, dibandingkan US$238 juta setahun sebelumnya. Kemampuan menghasilkan kas penting bagi Boeing karena perusahaan harus membiayai peningkatan produksi, investasi fasilitas, pengembangan pesawat, dan kewajiban keuangan sambil memperbaiki kualitas serta keandalan operasinya. Namun, arus kas satu kuartal belum cukup untuk membuktikan bahwa pemulihan sudah berlangsung secara konsisten sepanjang tahun.

Bisnis pertahanan menopang pertumbuhan pendapatan

Ketika bisnis pesawat komersial menghadapi tekanan, segmen pertahanan, antariksa, dan keamanan menjadi salah satu penopang utama kinerja Boeing. Pendapatan segmen ini meningkat menjadi US$7,94 miliar dari US$6,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba operasionalnya juga naik menjadi US$492 juta, dibandingkan US$114 juta setahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut membantu mengimbangi pelemahan pendapatan dari bisnis pesawat komersial dan menunjukkan pentingnya diversifikasi sumber pendapatan bagi perusahaan kedirgantaraan dengan skala sebesar Boeing.

Boeing juga memperoleh kontrak untuk merancang, membangun, dan menyerahkan pesawat tempur generasi berikutnya F/A-XX kepada Angkatan Laut Amerika Serikat. Kontrak tersebut menambah peluang bisnis jangka panjang dalam sektor pertahanan, meskipun pengembangan pesawat militer memiliki tantangan tersendiri, termasuk kompleksitas teknologi, pengawasan kontrak, jadwal pengiriman, dan pengendalian biaya. Proyek pertahanan dapat memberikan aliran pekerjaan dalam jangka panjang, tetapi tidak otomatis menjamin margin tinggi apabila biaya pengembangan atau pelaksanaan kontrak melampaui perkiraan.

Segmen Global Services turut memberikan kontribusi positif. Pendapatannya meningkat menjadi US$5,57 miliar dari US$5,37 miliar, sedangkan laba operasional naik menjadi US$1,02 miliar dari US$938 juta. Layanan pemeliharaan, dukungan suku cadang, dan kebutuhan operasional pelanggan menciptakan sumber pendapatan yang berbeda dari penjualan pesawat baru. Bagi Boeing, bisnis jasa ini penting karena dapat membantu menyeimbangkan karakter bisnis manufaktur pesawat yang membutuhkan investasi besar, waktu produksi panjang, dan pengakuan pendapatan yang bergantung pada pengiriman.

Pesawat komersial masih menjadi titik lemah

Kondisi berbeda terlihat pada divisi Commercial Airplanes, bisnis inti Boeing yang memasok pesawat kepada maskapai dan perusahaan penyewaan pesawat di seluruh dunia. Pendapatan segmen ini turun 3% menjadi US$10,72 miliar dari US$11,09 miliar pada kuartal ketiga 2025. Boeing mengirimkan 161 pesawat komersial, hanya sedikit lebih banyak dibandingkan 160 pesawat setahun sebelumnya. Pada saat yang sama, segmen tersebut masih mencatat kerugian operasional sebesar US$697 juta, meskipun jauh lebih kecil daripada kerugian US$5,35 miliar pada periode pembanding.

Penurunan pendapatan meskipun pengiriman pesawat relatif stabil menunjukkan bahwa jumlah unit saja tidak cukup untuk menjelaskan hasil keuangan. Jenis pesawat yang dikirim, komposisi pelanggan, biaya produksi, dan pengeluaran yang terkait dengan program pengembangan dapat memengaruhi nilai pendapatan maupun margin. Boeing menyebut komposisi pengiriman yang kurang menguntungkan serta peningkatan estimasi biaya rantai pasok dan penyesuaian tingkat produksi sebagai faktor yang menekan hasil kuartal ketiga. Perusahaan juga terus menghadapi kebutuhan investasi untuk meningkatkan kapasitas manufaktur sekaligus menjaga standar keselamatan dan kualitas.

Tantangan tersebut menjelaskan mengapa pemulihan Boeing tidak dapat diukur hanya dari berkurangnya kerugian bersih. Perusahaan harus memperbaiki proses produksi, meningkatkan konsistensi pengiriman, mengurangi pekerjaan ulang, dan memastikan pemasok dapat memenuhi kebutuhan komponen sesuai jadwal. Jika proses tersebut belum stabil, peningkatan produksi justru berisiko memperbesar biaya dan menambah tekanan terhadap kualitas. Karena itu, disiplin operasional menjadi syarat utama sebelum Boeing dapat mengubah permintaan pasar yang kuat menjadi keuntungan yang berkelanjutan.

Program 737 MAX memasuki tahap penting

Program 737 menjadi salah satu pusat perhatian dalam upaya Boeing memperbaiki kinerja bisnis pesawat komersial. Perusahaan menyatakan program tersebut terus bergerak menuju tingkat produksi yang stabil sebesar 47 pesawat per bulan. Boeing juga melaporkan bahwa varian 737-7 telah memperoleh persetujuan sertifikasi tipe yang diperbarui dari Federal Aviation Administration atau FAA, sedangkan 737-10 memperoleh persetujuan serupa pada Oktober 2026. Perkembangan sertifikasi ini penting bagi upaya memperluas pilihan produk dan memenuhi kebutuhan pelanggan, tetapi tidak berarti seluruh tantangan produksi dan pengiriman telah selesai.

Chief Executive Officer Boeing, Kelly Ortberg, menekankan bahwa keselamatan, kualitas, dan pelaksanaan operasional yang disiplin tetap menjadi fokus perusahaan. Pendekatan ini mencerminkan perubahan prioritas yang penting bagi produsen pesawat yang harus memulihkan kepercayaan pelanggan, regulator, dan investor. Meningkatkan output tanpa memastikan proses manufaktur berjalan stabil dapat menciptakan masalah baru yang lebih mahal untuk diperbaiki. Oleh sebab itu, pencapaian tingkat produksi tertentu harus disertai bukti bahwa pesawat dapat dibuat secara konsisten, memenuhi standar kualitas, dan diserahkan sesuai komitmen kepada pelanggan.

Bagi maskapai, kepastian pengiriman memiliki konsekuensi bisnis langsung. Pesawat baru diperlukan untuk membuka rute, menambah kapasitas, menggantikan armada lama, dan meningkatkan efisiensi operasional. Keterlambatan dapat mengganggu perencanaan jadwal, memperpanjang penggunaan pesawat yang lebih tua, serta meningkatkan biaya pemeliharaan. Dengan demikian, kemampuan Boeing memulihkan ketepatan waktu produksi bukan hanya persoalan internal perusahaan, melainkan juga berpengaruh pada perencanaan investasi dan pertumbuhan pelanggan di industri penerbangan global.

Pesanan besar memberi peluang, bukan keuntungan otomatis

Pada akhir kuartal ketiga, total pesanan Boeing yang belum dipenuhi mencapai rekor US$745 miliar, termasuk lebih dari 6.300 pesawat komersial. Nilai tersebut memperlihatkan besarnya permintaan yang telah dikontrak dan memberikan gambaran mengenai potensi pekerjaan serta pendapatan pada tahun-tahun mendatang. Akan tetapi, nilai pesanan atau backlog bukanlah pendapatan yang telah diterima seluruhnya, apalagi laba yang sudah terealisasi. Boeing tetap harus memproduksi pesawat, memperoleh komponen, menyelesaikan proses sertifikasi yang diperlukan, dan menyerahkan produk sesuai persyaratan kontrak.

Perusahaan juga harus mengelola posisi keuangannya secara hati-hati. Pada akhir September, kas dan investasi dalam surat berharga jangka pendek mencapai US$20,7 miliar, sedangkan total utang konsolidasian berada pada US$45,9 miliar. Posisi tersebut memperlihatkan bahwa Boeing memiliki sumber likuiditas yang cukup besar, tetapi juga menanggung kewajiban utang yang signifikan. Kemampuan menghasilkan arus kas secara berulang akan menjadi faktor penting untuk mendanai investasi, memenuhi kewajiban, dan memperkuat neraca tanpa terlalu bergantung pada tambahan pembiayaan.

Beban hukum juga masih memengaruhi perjalanan pemulihan. Pada kuartal ketiga, arus kas operasional Boeing turut mencerminkan pembayaran sekitar US$700 juta terkait penyelesaian dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Pembayaran ini berkaitan dengan perkara yang muncul setelah dua kecelakaan fatal 737 MAX pada 2018 dan 2019. Beban tersebut mengingatkan bahwa persoalan keselamatan dan tata kelola dapat menimbulkan konsekuensi keuangan yang jauh melampaui satu periode laporan. Kepercayaan pasar harus dibangun melalui perubahan yang dapat dibuktikan, bukan hanya perbaikan angka keuangan.

Pemulihan harus terlihat dalam kualitas produksi

Bagi Boeing, tantangan berikutnya adalah mengubah kemajuan finansial menjadi kinerja manufaktur yang stabil. Pertumbuhan bisnis pertahanan dan jasa membantu menopang pendapatan, tetapi bisnis pesawat komersial tetap memegang peran strategis dalam menentukan persepsi pasar terhadap masa depan perusahaan. Peningkatan pengiriman yang konsisten, pengendalian biaya, penyelesaian masalah rantai pasok, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan akan menjadi ukuran yang lebih kuat daripada sekadar penurunan kerugian dalam satu kuartal.

Kasus Boeing juga memperlihatkan bahwa perusahaan industri berteknologi tinggi tidak dapat memperbaiki kinerja hanya dengan memperbesar penjualan. Produk bernilai miliaran dolar membutuhkan koordinasi kompleks antara desain, pemasok, manufaktur, regulator, dan pelanggan. Keterlambatan atau persoalan kualitas pada satu tahap dapat memengaruhi biaya dan jadwal keseluruhan program. Karena itu, efisiensi yang berkelanjutan bergantung pada kualitas proses dan kemampuan organisasi mengendalikan risiko sejak awal.

Laporan kuartal ketiga memberikan dasar untuk melihat adanya kemajuan dalam pemulihan Boeing, khususnya melalui penyusutan kerugian, peningkatan arus kas, dan pertumbuhan segmen pertahanan serta jasa. Namun, bisnis pesawat komersial yang masih merugi menunjukkan bahwa pekerjaan terberat belum selesai. Keberhasilan jangka panjang akan ditentukan oleh kemampuan Boeing menstabilkan produksi, menjaga keselamatan dan kualitas, memenuhi pesanan yang besar, serta menghasilkan kas dan laba secara konsisten. Perusahaan memiliki peluang pasar yang luas, tetapi peluang itu baru bernilai penuh jika dapat diterjemahkan menjadi pengiriman yang andal dan kinerja keuangan yang sehat.