SoftBank

Strategi SoftBank Perluas AI ke Industri Keamanan

(Business Lounge-Global News) SoftBank Group kembali menjajaki investasi besar yang dapat memperluas jangkauan strateginya di bidang kecerdasan buatan (AI) dan robotika. Konglomerat teknologi asal Jepang itu dilaporkan sedang melakukan pembicaraan tahap awal untuk mengakuisisi Allied Universal, perusahaan jasa keamanan swasta yang beroperasi secara global. Jika transaksi tersebut terealisasi, nilai ekuitas Allied Universal diperkirakan mencapai US$18 miliar, belum termasuk utang perusahaan. Namun, pembicaraan masih berlangsung pada tahap awal dan belum ada kepastian bahwa kesepakatan akan tercapai.

Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana persaingan teknologi mulai bergerak melampaui pengembangan perangkat lunak, cip, dan pusat data. SoftBank tampaknya melihat industri jasa yang selama ini mengandalkan tenaga kerja manusia sebagai salah satu ruang penerapan teknologi otomatisasi. Industri keamanan menjadi salah satu kandidat karena memiliki kebutuhan operasional berulang, jaringan layanan yang luas, serta aktivitas yang berpotensi dibantu oleh sistem pemantauan berbasis AI dan robot. Bagi SoftBank, kepemilikan perusahaan keamanan dapat membuka akses ke lingkungan operasional nyata untuk mengembangkan dan menguji teknologi tersebut, meskipun manfaat komersialnya belum tentu langsung muncul setelah akuisisi.

Dari Investasi Teknologi Menuju Penerapan di Lapangan

Dalam beberapa tahun terakhir, SoftBank semakin memperkuat komitmennya terhadap ekosistem AI. Perusahaan yang dipimpin Masayoshi Son itu telah menempatkan investasi besar pada OpenAI, pengembang ChatGPT, sekaligus mengembangkan eksposurnya terhadap infrastruktur komputasi, semikonduktor, dan robotika. SoftBank juga telah menyepakati pembelian bisnis robotika industri milik perusahaan teknik Swiss ABB dengan nilai sekitar US$5,4 miliar. Rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan perusahaan teknologi, tetapi juga berupaya mengambil posisi dalam infrastruktur dan perangkat fisik yang memungkinkan AI digunakan di berbagai sektor ekonomi.

Rencana mengakuisisi Allied Universal berpotensi menjadi perluasan dari strategi tersebut. Jika investasi pada perusahaan AI menyediakan akses terhadap teknologi, perusahaan keamanan menawarkan jaringan pelanggan, tenaga operasional, dan lokasi kerja yang dapat menjadi tempat penerapan teknologi secara langsung. Kombinasi keduanya dapat membuka peluang pengembangan sistem pengawasan otomatis, analisis insiden, pemantauan area, hingga penggunaan robot untuk tugas tertentu. Meski demikian, hubungan strategis ini masih merupakan potensi, bukan bukti bahwa akuisisi tersebut pasti menghasilkan peningkatan produktivitas atau keuntungan finansial yang signifikan.

Allied Universal Menawarkan Skala Bisnis Global

Allied Universal merupakan salah satu perusahaan jasa keamanan swasta terbesar di dunia. Perusahaan ini menyediakan petugas keamanan bersenjata maupun tidak bersenjata, serta berbagai layanan teknologi keamanan untuk perusahaan, fasilitas komersial, tempat publik, dan acara berskala besar. Berdasarkan informasi perusahaan yang dikutip dalam pemberitaan, Allied Universal menghasilkan pendapatan tahunan sekitar US$23 miliar dan memiliki kegiatan operasional di lebih dari 100 negara dan wilayah. Skala tersebut memberikan perusahaan basis pelanggan yang luas sekaligus peluang untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam proses kerja yang sudah berjalan.

Ekspansi internasional Allied Universal turut memperbesar jangkauan bisnisnya. Pada 2021, perusahaan ini mengakuisisi G4S, perusahaan keamanan asal Inggris, dengan nilai sekitar £3,8 miliar atau setara dengan US$5,1 miliar pada perhitungan yang dilaporkan. Akuisisi tersebut memperkuat posisi Allied Universal di pasar global. Kini, perusahaan itu tidak hanya menyediakan tenaga keamanan konvensional, tetapi juga mengembangkan layanan berbasis teknologi, termasuk perangkat yang memanfaatkan AI untuk mengumpulkan data secara langsung, melacak lokasi melalui GPS, serta mencatat dan memantau insiden.

Kemampuan tersebut dapat menjadi salah satu alasan mengapa Allied Universal menarik bagi SoftBank. Teknologi keamanan digital menyediakan fondasi untuk mengembangkan sistem operasional yang lebih terintegrasi, sementara robotika berpotensi membantu menjalankan sebagian tugas fisik. Dalam lingkungan seperti pusat data, misalnya, pemantauan fasilitas, pemeriksaan area, dan identifikasi kejadian tertentu dapat menjadi bagian dari proses yang dibantu otomatisasi. Namun, tidak semua tugas keamanan dapat dialihkan kepada mesin. Penanganan situasi yang kompleks, pengambilan keputusan di lapangan, dan interaksi dengan manusia tetap menuntut pertimbangan yang tidak sederhana.

Robot Keamanan Menjadi Peluang Sekaligus Tantangan

Daya tarik strategis transaksi ini berkaitan dengan kemungkinan penggunaan robot untuk menangani sebagian pekerjaan keamanan di masa mendatang. Pemberitaan mengenai pembicaraan tersebut menyebutkan bahwa SoftBank mempertimbangkan penggunaan robot untuk menggantikan sebagian tenaga manusia dalam tugas tertentu. Akan tetapi, penerapan robot humanoid sebagai petugas keamanan diperkirakan membutuhkan waktu lebih panjang. Perbedaan antara kemampuan demonstrasi teknologi dan kesiapan operasional di lingkungan nyata menjadi faktor penting yang tidak dapat diabaikan.

Industri keamanan memiliki tuntutan yang berbeda dari lingkungan produksi yang terkontrol. Petugas harus menghadapi perubahan situasi, menilai risiko, merespons keadaan darurat, serta berkomunikasi dengan pengunjung dan klien. Robot harus mampu beroperasi secara aman, memahami lingkungan yang berubah, dan terintegrasi dengan sistem pemantauan yang ada. Di samping persoalan teknis, perusahaan juga perlu mempertimbangkan biaya pengadaan dan pemeliharaan, keamanan data, tanggung jawab hukum, serta penerimaan pelanggan. Karena itu, potensi penghematan tenaga kerja perlu dibandingkan dengan seluruh biaya teknologi dan risiko operasional, bukan hanya dengan upah petugas keamanan.

Bagi SoftBank, tantangan utamanya adalah mengubah peluang tersebut menjadi model bisnis yang dapat diperluas secara komersial. Perusahaan dapat memulai dari tugas yang memiliki prosedur jelas dan relatif berulang, kemudian mengembangkan penerapan yang lebih kompleks seiring kemajuan teknologi. Jika pendekatan ini berhasil, AI dan robotika berpotensi meningkatkan efisiensi layanan serta membuka sumber pendapatan baru. Sebaliknya, jika kemampuan teknologi belum memenuhi kebutuhan pelanggan, investasi besar pada perusahaan jasa keamanan bisa menghasilkan beban biaya tanpa manfaat otomatisasi yang sebanding.

Nilai Transaksi dan Peran Investor Lama

Potensi nilai ekuitas sebesar US$18 miliar merupakan angka penting dalam pembicaraan akuisisi ini, tetapi angka tersebut tidak menggambarkan seluruh beban ekonomi transaksi. Allied Universal juga memiliki utang sekitar US$12 miliar menurut laporan Bloomberg yang dikutip sejumlah media. Dengan memperhitungkan utang tersebut, nilai perusahaan secara keseluruhan dapat mendekati US$30 miliar, bergantung pada struktur transaksi dan penyesuaian yang akhirnya disepakati. Perbedaan antara nilai ekuitas dan nilai perusahaan penting untuk dipahami karena pembeli harus menilai bukan hanya harga saham atau kepemilikan yang dibeli, tetapi juga kewajiban finansial yang melekat pada bisnis.

Allied Universal saat ini didukung oleh perusahaan ekuitas swasta Warburg Pincus dan lembaga investasi pensiun Kanada La Caisse. Warburg Pincus mulai berinvestasi pada pendahulu Allied Universal pada 2015, sedangkan La Caisse masuk pada 2019. Pada saat investasi La Caisse dilakukan, valuasi perusahaan dilaporkan telah melampaui US$7 miliar. Apabila penjualan pada valuasi yang diberitakan dapat tercapai, kedua investor tersebut berpeluang merealisasikan keuntungan dari kenaikan nilai perusahaan. Meski demikian, besarnya keuntungan aktual akan bergantung pada persentase kepemilikan, investasi tambahan, struktur utang, serta ketentuan akhir transaksi.

Bagi SoftBank, akuisisi ini akan menjadi komitmen modal yang besar di tengah ekspansi investasinya pada AI dan robotika. Perusahaan perlu mempertimbangkan bagaimana pembelian Allied Universal berhubungan dengan investasi lain, kebutuhan pendanaan, serta target pengembalian modal dalam jangka panjang. Perusahaan jasa keamanan dengan pendapatan besar memang menawarkan basis bisnis yang telah terbentuk, tetapi skala pendapatan tidak dengan sendirinya menjamin margin keuntungan tinggi ataupun keberhasilan transformasi teknologi.

Ujian Strategi AI SoftBank

Rencana akuisisi Allied Universal memperlihatkan salah satu arah perkembangan ekonomi AI: perusahaan teknologi berusaha memperluas peran dari penyedia teknologi menjadi pemilik atau pengelola bisnis tempat teknologi itu digunakan. Pendekatan tersebut berpotensi memberi SoftBank kendali lebih besar atas proses implementasi, data operasional, dan pengembangan layanan baru. Pada saat yang sama, pendekatan ini menempatkan perusahaan pada risiko yang lebih luas, mulai dari pengelolaan tenaga kerja dan pelanggan hingga integrasi sistem dan kebutuhan modal.

Keberhasilan transaksi, jika benar-benar terjadi, tidak cukup dinilai dari kemampuan SoftBank membeli perusahaan besar. Ukuran yang lebih relevan adalah sejauh mana perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, mempertahankan kualitas layanan, dan menghasilkan keuntungan tambahan melalui AI dan robotika. Investasi teknologi perlu diterjemahkan menjadi manfaat operasional yang dapat diukur, sementara penggunaan robot harus disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan batas kemampuan teknis.

Untuk saat ini, pembicaraan masih berada pada tahap awal dan belum ada keputusan final mengenai harga maupun penyelesaian transaksi. Karena itu, nilai US$18 miliar sebaiknya dipahami sebagai perkiraan valuasi ekuitas dalam pembicaraan, bukan harga akuisisi yang telah disepakati. Jika kesepakatan akhirnya tercapai, transaksi ini dapat menjadi ujian penting bagi strategi Masayoshi Son: apakah investasi AI dan robotika dapat menciptakan nilai bukan hanya melalui teknologi, melainkan juga melalui perubahan nyata pada industri jasa yang selama ini sangat bergantung pada tenaga manusia.