(Business Lounge Journal – Culture)
Kalau mendengar kata Mongolia, mungkin yang langsung terbayang adalah padang rumput luas, kuda, kehidupan nomaden, dan orang-orang yang mengenakan pakaian tradisional. Namun, kalau melihat kehidupan masyarakat Mongolia saat ini, fashion mereka ternyata jauh lebih beragam dan menarik.
Di Ulaanbaatar, misalnya, gaya berpakaian anak muda Mongolia tidak jauh berbeda dengan anak muda di negara lain. Jaket, jeans, sneakers, hoodie, sweater, hingga pakaian bergaya streetwear mudah ditemukan. Mereka juga cukup berani memadukan pakaian modern dengan sentuhan khas Mongolia.
Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana masyarakat Mongolia tetap mempertahankan deel, pakaian tradisional Mongolia. Deel berbentuk seperti jubah panjang dan biasanya dipakai dalam acara budaya, festival, perayaan tradisional, maupun kegiatan tertentu. Warnanya pun beragam, mulai dari biru, merah, hijau, cokelat, hingga warna-warna cerah lainnya.
Yang membuat fashion Mongolia semakin unik adalah pengaruh kondisi alam. Mongolia dikenal memiliki musim dingin yang sangat ekstrem. Karena itu, pakaian tebal seperti jaket musim dingin, mantel, sepatu bot, sarung tangan, topi, dan aksesori penghangat menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Menariknya, masyarakat Mongolia tidak hanya memilih pakaian berdasarkan penampilan. Fungsi juga sangat diperhatikan. Saat musim dingin, pakaian yang mampu menjaga tubuh tetap hangat tentu menjadi prioritas. Sementara ketika musim panas tiba, pakaian yang lebih ringan dan nyaman mulai digunakan.
Di kalangan anak muda, tren fashion dari berbagai negara juga semakin mudah masuk melalui media sosial. Instagram, TikTok, YouTube, dan berbagai platform digital membuat mereka dapat mengikuti tren fashion dari Korea Selatan, Jepang, Eropa, Amerika, maupun negara-negara Asia lainnya.
Meski begitu, identitas Mongolia tetap terlihat. Ada anak muda yang memadukan sneakers modern dengan aksesori tradisional. Ada pula yang menggunakan motif khas Mongolia pada jaket, tas, atau pakaian sehari-hari. Perpaduan tersebut membuat gaya mereka terlihat modern, tetapi tetap memiliki karakter lokal.
Fashion juga terlihat dalam berbagai festival di Mongolia. Saat acara budaya berlangsung, masyarakat mengenakan pakaian tradisional yang penuh warna. Aksesori seperti ikat pinggang, sepatu tradisional, topi, dan perhiasan tertentu membuat penampilan mereka semakin menarik.
Bagi wisatawan, fashion Mongolia bahkan bisa menjadi pengalaman tersendiri. Mengenakan deel untuk berfoto di tengah padang rumput atau saat mengunjungi kawasan tradisional dapat menjadi kenangan yang unik. Tentu saja, pakaian tersebut sebaiknya digunakan dengan tetap menghormati budaya setempat.
Jadi, fashion Mongolia sebenarnya tidak sesederhana yang dibayangkan. Di satu sisi ada pakaian tradisional yang telah diwariskan selama berabad-abad, sementara di sisi lain ada generasi muda yang mengikuti perkembangan mode dunia.
Perpaduan antara tradisi dan gaya modern inilah yang membuat fashion Mongolia menarik untuk diperhatikan. Dari jalanan Ulaanbaatar hingga padang rumput yang luas, gaya berpakaian masyarakatnya menunjukkan bahwa budaya lama dan kehidupan modern ternyata dapat berjalan berdampingan dengan harmonis.

