Menara Eiffel Pernah Ditolak Para Seniman Prancis

(Business Lounge Journal – Do you know?)

Untuk memperingati 100 tahun pecahnya Revolusi Prancis, dibangunlah Menara Eiffel oleh Gustave Eiffel. Menara ini juga ditujukan untuk keperluan Exposition Universelle 1889 di Paris, yaitu sebuah pameran yang memperlihatkan kemajuan bangsa Prancis terhadap dunia dalam bidang teknologi, industri, serta inovasi penggunaan besi dan baja. Untuk alasan tersebut, Menara Eiffel pada awalnya dibangun dengan perjanjian bahwa bangunan ini akan dibongkar kembali setelah 20 tahun sejak pembangunannya, sekitar tahun 1909.

Pemerintah Prancis dan perusahaan milik Gustave Eiffel membiayai proyek ambisius ini. Total biaya yang dihabiskan mencapai 7,8 juta franc Prancis pada masa itu (kira-kira setara dengan puluhan juta dolar saat ini). Sebagai balas jasa, Gustave Eiffel memperoleh hak untuk mengelola menara tersebut selama 20 tahun.

Pembangunan dimulai pada tahun 1887. Menara besi dengan gaya arsitektur berbasis struktur rangka ini menggunakan 18.038 potongan besi, sekitar 2,5 juta paku keling (rivet), dan melibatkan sekitar 250 hingga 300 pekerja. Seluruh bagian Menara Eiffel yang terbuat dari besi tempa (wrought iron) tersebut dirakit dengan presisi, seperti menyusun sebuah permainan puzzle raksasa.

Secara teknologi, menara ini memang dirancang untuk memperlihatkan gaya arsitektur berbasis teknik industri yang unik pada akhir abad ke-19. Desain berbentuk kurva pada kaki menara dibuat berdasarkan perhitungan tekanan angin dan distribusi beban yang merata pada struktur bangunan.

Para insinyur Prancis seperti Émile Nouguier dan Maurice Koechlin termasuk di antara para perancang utama menara ini. Struktur besi raksasa tersebut menampilkan fungsi lebih daripada dekorasi. Tampilannya menyerupai mesin industri berskala besar. Orang Prancis sendiri kemudian memberi julukan “La Dame de Fer” (Si Wanita Besi) pada menara ini, yang akhirnya rampung dibangun pada tahun 1889.

Menara Eiffel kemudian berdiri tegak di jantung kota Paris. Namun pertanyaannya, apakah para warga Paris bangga terhadap menara setinggi 330 meter itu? Ternyata tidak!

Ratusan seniman menentang pembangunan menara tersebut. Mereka berpendapat bahwa Menara Eiffel tidak memiliki nilai estetika dan tidak pantas berdiri di kota Paris. Bentuknya dianggap terlalu industrial, tidak indah, bahkan merusak pemandangan kota. Para seniman pun membuat petisi resmi untuk menolak pembangunan Menara Eiffel.

Salah satu pengkritik paling terkenal adalah Guy de Maupassant, seorang penulis besar Prancis. Ia pernah menyebut Menara Eiffel sebagai kerangka besi raksasa yang mengerikan dan benar-benar merusak pemandangan kota.

Namun ada fakta unik mengenai Guy de Maupassant. Ia justru sering datang ke restoran di Menara Eiffel untuk makan siang. Dari sana ia dapat memandang gedung-gedung kota Paris dan menikmati pemandangan sekitarnya. Bagi Maupassant, berada di atas Menara Eiffel adalah satu-satunya tempat di Paris di mana ia tidak perlu melihat “Si Wanita Besi” tersebut.

Penulis terkenal lainnya, Alexandre Dumas fils, juga mengkritik menara ini. Menurutnya, Menara Eiffel tidak cocok berada di kota Paris karena tidak selaras dengan gaya arsitektur kota yang didominasi oleh bangunan bergaya Gotik, Haussmann, Art Nouveau, serta arsitektur klasik dan neoklasik.

Arsitek ternama Charles Garnier, yang merancang Palais Garnier, juga menentang keberadaan menara tersebut. Ia menganggap struktur besi Menara Eiffel sangat tidak elegan.

Surat kabar Prancis Le Temps bahkan menerbitkan petisi dari para seniman yang menolak kehadiran Menara Eiffel. Mereka menyebutnya sebagai rangka besi yang mengerikan, seperti tiang lampu raksasa atau cerobong asap industri yang merusak keindahan kota Paris.

Namun Gustave Eiffel tidak tinggal diam. Ia melakukan berbagai percobaan ilmiah di menara ciptaannya. Salah satunya adalah penelitian dalam bidang meteorologi dan aerodinamika.

Penelitian tersebut kemudian berkontribusi pada pengembangan teknologi telegrafi nirkabel. Pada tahun 1903, transmisi radio jarak jauh bahkan mulai digunakan oleh militer Prancis.

Ada pula fakta unik lainnya tentang Menara Eiffel. Tingginya ternyata dapat berubah. Tinggi normal menara ini adalah 330 meter, tetapi pada musim panas besinya memuai sehingga tingginya dapat bertambah hingga sekitar 15 sentimeter.

Setiap tujuh tahun sekali, menara ini dicat ulang untuk menjaga penampilannya. Proses pengecatan tersebut membutuhkan sekitar 60 ton cat.

Menara Eiffel juga pernah menyandang gelar sebagai bangunan tertinggi di dunia selama 41 tahun, hingga akhirnya rekor tersebut dikalahkan oleh Chrysler Building di New York pada tahun 1930.

Pada masa Perang Dunia II, Adolf Hitler sempat memerintahkan penghancuran beberapa bangunan penting di Paris, termasuk Menara Eiffel. Namun perintah tersebut tidak pernah dilaksanakan.

Menara yang dahulu pernah ditolak keberadaannya itu kini tetap berdiri megah di tepi Sungai Seine. Setiap tahun, sekitar tujuh juta wisatawan datang untuk melihat Si Wanita Besi (La Dame de Fer) tersebut.

Ketika malam tiba, Menara Eiffel diterangi lampu berwarna emas yang berkelap-kelip, menciptakan pemandangan yang begitu memukau dan menjadi salah satu simbol paling romantis di dunia.