(Business Lounge Journal – Marketing)
Di dunia yang semakin sadar akan isu keberlanjutan dan inklusivitas, inovasi produk tidak lagi hanya berbicara tentang kualitas atau harga. Konsumen kini menuntut lebih: produk yang ramah lingkungan, mudah digunakan, dan dapat diakses oleh semua orang—termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Menjawab tantangan ini, perusahaan global Procter & Gamble (P&G) mengembangkan pendekatan baru dalam desain kemasan: accessible and sustainable packaging—kemasan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dirancang agar mudah digunakan oleh siapa saja.
Bagi P&G, inovasi kecil dalam kemasan dapat memberikan dampak besar dalam kehidupan sehari-hari konsumen. Melalui prinsip inclusive design, perusahaan ini berupaya memahami kebutuhan berbagai kelompok pengguna, termasuk penyandang disabilitas, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari produk yang mereka gunakan.
Selama bertahun-tahun, banyak konsumen mengeluhkan dua hal tentang kemasan produk: terlalu banyak plastik dan sulit dibuka. P&G melihat keluhan ini bukan sekadar masalah desain, melainkan peluang inovasi. Menurut para pengembang produk di perusahaan tersebut, menciptakan kemasan yang lebih mudah digunakan sering kali juga berarti mengurangi penggunaan material yang tidak perlu. Dengan kata lain, kemasan yang inklusif sering kali juga lebih berkelanjutan.
Pendekatan ini kemudian diterapkan di berbagai merek global milik P&G, dari produk perawatan tubuh hingga deterjen rumah tangga.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian besar datang dari merek deterjen Tide melalui produk Tide evo. Produk ini memperkenalkan format deterjen baru berbentuk “tile” yang aktif saat terkena air.
Selain bentuk produknya yang inovatif, kemasannya juga menjadi sorotan. Tide evo menggunakan kemasan kertas yang dapat didaur ulang dan bersertifikat Forest Stewardship Council (FSC), menggantikan botol plastik konvensional. Kemasan tersebut dirancang agar mudah dibuka, memiliki area pegangan yang besar, serta memberikan umpan balik suara dan sentuhan saat ditutup kembali. Fitur ini membantu pengguna dengan gangguan penglihatan atau pendengaran, sekaligus membuat pengalaman penggunaan lebih nyaman bagi semua orang.
Inovasi serupa juga hadir pada produk perawatan tubuh Olay, khususnya varian Olay Indulgent Moisture Body Wash. Botol produk ini dilengkapi simbol taktil yang memungkinkan konsumen dengan gangguan penglihatan mengenali produk melalui sentuhan. Selain itu, desain botolnya dibuat ergonomis sehingga lebih mudah digenggam dan ditekan, bahkan dengan kekuatan tangan yang terbatas.
Detail Kecil yang Mengubah Pengalaman Konsumen
Inovasi kemasan inklusif juga diterapkan pada sejumlah merek P&G lainnya. Misalnya pada produk perawatan rambut Herbal Essences, yang menggunakan simbol taktil berbeda pada botol sampo dan kondisioner. Dengan cara ini, pengguna dapat membedakan kedua produk tersebut hanya melalui sentuhan saat berada di kamar mandi. Sementara itu, merek deterjen Ariel menghadirkan kotak deterjen SECURECLIC® yang dirancang agar aman bagi anak-anak sekaligus mudah dibuka oleh orang dewasa. Kemasan ini juga dilengkapi kode NaviLens, teknologi yang dapat dipindai melalui ponsel untuk membantu pengguna dengan gangguan penglihatan menemukan produk di rak toko.
Langkah lain yang dilakukan P&G adalah mengganti kemasan plastik blister yang sulit dibuka pada produk Gillette dengan kemasan karton yang lebih ramah lingkungan dan lebih mudah digunakan.
Menuju Masa Depan Kemasan yang Lebih Ramah Lingkungan
Di balik inovasi-inovasi tersebut, P&G memiliki target keberlanjutan yang cukup ambisius. Perusahaan ini menargetkan 100% kemasan produk konsumennya dapat didaur ulang atau digunakan kembali pada tahun 2030, sekaligus mengurangi penggunaan plastik berbasis minyak bumi hingga 50%. Perusahaan juga telah membuat kemajuan signifikan menuju target tersebut. Pada tahun fiskal 2024, sekitar 80% kemasan produk P&G sudah dirancang agar dapat didaur ulang atau digunakan kembali, meningkat dari 55% pada tahun 2020.
Selain inovasi material, perusahaan juga bekerja sama dengan berbagai organisasi dan perusahaan lain untuk memperbaiki sistem daur ulang global serta mengembangkan teknologi baru yang memungkinkan lebih banyak jenis plastik didaur ulang.
Lebih dari sekadar strategi bisnis, pendekatan ini menunjukkan perubahan cara perusahaan besar melihat desain produk. Kemasan tidak lagi sekadar pelindung produk atau alat pemasaran. Kini, kemasan menjadi bagian dari solusi terhadap dua tantangan besar dunia modern: aksesibilitas bagi semua orang dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan menggabungkan kedua prinsip tersebut, P&G menunjukkan bahwa inovasi yang inklusif bukan hanya meningkatkan pengalaman konsumen, tetapi juga dapat mendorong perubahan yang lebih luas di industri barang konsumsi global.

