(Business Lounge – Global News) Steel Dynamics bersama SGH Limited resmi meningkatkan proposal pengambilalihan terhadap BlueScope Steel menjadi sekitar US$11 miliar, mempertegas ambisi keduanya untuk memperluas jejak global di tengah dinamika industri baja yang semakin strategis.
Dalam penawaran revisi tersebut, para pemegang saham BlueScope akan menerima 32,35 dolar Australia per saham dalam bentuk tunai—setara sekitar US$22,93 per saham—menurut pernyataan bersama kedua perusahaan. Kenaikan harga ini mencerminkan premi signifikan dibandingkan harga perdagangan sebelumnya, sekaligus sinyal keseriusan untuk mengamankan dukungan investor.
Langkah ini datang di saat industri baja global tengah mengalami fase konsolidasi. Permintaan dari sektor infrastruktur, energi, dan manufaktur tetap relatif kuat, terutama di Amerika Utara dan sebagian Asia Pasifik. Namun volatilitas harga bahan baku dan ketidakpastian ekonomi global mendorong perusahaan-perusahaan besar mencari skala yang lebih efisien.
Bagi Steel Dynamics, akuisisi BlueScope akan memperluas akses ke pasar Australia dan Asia, sekaligus memperkuat kapasitas produksi baja bernilai tambah. Perusahaan asal Amerika Serikat itu dikenal agresif dalam investasi fasilitas modern berbasis teknologi electric arc furnace, yang lebih fleksibel dan relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan blast furnace tradisional.
Sementara itu, SGH Limited—konglomerat Australia dengan portofolio di sektor konstruksi, properti, dan investasi—melihat transaksi ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat eksposur di industri material bangunan dan baja, yang menjadi tulang punggung banyak proyek infrastruktur domestik.
BlueScope sendiri merupakan salah satu produsen baja terbesar di Australia, dengan operasi signifikan di Asia dan Amerika Utara. Perusahaan ini dikenal melalui produk baja lapis dan solusi konstruksi yang digunakan dalam sektor perumahan dan komersial. Dalam beberapa tahun terakhir, BlueScope juga memperluas investasi di fasilitas produksi di Amerika Serikat, menangkap pertumbuhan permintaan yang didorong oleh kebijakan industrialisasi dan pembangunan infrastruktur.
Penawaran senilai US$11 miliar ini mencerminkan valuasi yang mengasumsikan prospek pertumbuhan jangka panjang sektor baja tetap solid, meski siklus komoditas dikenal fluktuatif. Investor kini akan menilai apakah harga tersebut cukup menarik dibandingkan potensi kinerja mandiri BlueScope di masa depan.
Dari sisi regulasi, transaksi lintas negara sebesar ini hampir pasti akan menghadapi peninjauan otoritas persaingan usaha di beberapa yurisdiksi, termasuk Australia dan Amerika Serikat. Otoritas akan mengevaluasi dampaknya terhadap kompetisi pasar, rantai pasok, serta stabilitas tenaga kerja.
Jika berhasil, akuisisi ini akan menciptakan salah satu entitas baja dengan skala global yang lebih besar, memadukan jaringan produksi dan distribusi di tiga kawasan utama: Amerika Utara, Australia, dan Asia. Sinergi operasional—mulai dari pengadaan bahan baku hingga optimalisasi distribusi—diperkirakan menjadi salah satu alasan utama di balik peningkatan tawaran tersebut.
Bagi pasar, kenaikan harga menjadi 32,35 dolar Australia per saham menunjukkan dinamika negosiasi yang masih terbuka. Dalam transaksi besar seperti ini, tawaran awal sering kali menjadi titik awal dialog sebelum mencapai harga final yang disepakati kedua belah pihak.
Keputusan akhir kini berada di tangan dewan dan pemegang saham BlueScope. Mereka harus menimbang antara menerima premi tunai yang menarik atau mempertahankan posisi independen dengan ekspektasi pertumbuhan jangka panjang.
Apapun hasilnya, langkah Steel Dynamics dan SGH menegaskan satu hal: di tengah perubahan lanskap industri global, skala dan integrasi vertikal semakin menjadi kunci daya saing. Industri baja—yang dahulu kerap dipandang sebagai sektor tradisional—kini kembali menjadi arena strategi korporasi bernilai miliaran dolar.

