(Business Lounge – Global News) Lonza mencatat pertumbuhan penjualan sepanjang 2025 seiring menguatnya momentum kontrak baru di berbagai program teknologi. Perusahaan farmasi dan bioteknologi asal Swiss ini menyebut lonjakan permintaan datang dari klien yang mempercepat pengembangan produk, terutama di segmen manufaktur obat berbasis bioteknologi dan layanan pengembangan molekul kompleks. Kinerja ini menandai fase pemulihan yang solid setelah periode penyesuaian pasar yang sempat menekan industri life sciences global.
Menurut laporan yang dikutip Reuters, Lonza menyatakan bahwa peningkatan penjualan terutama didorong oleh kontrak komersial baru yang mulai berkontribusi secara signifikan terhadap pendapatan. Kontrak tersebut mencakup berbagai teknologi, mulai dari produksi bahan aktif farmasi, terapi berbasis sel dan gen, hingga layanan pengembangan obat tahap lanjut. Permintaan yang meningkat ini mencerminkan kepercayaan klien terhadap kemampuan Lonza dalam menyediakan solusi manufaktur berskala besar dan berstandar tinggi.
Manajemen Lonza menilai bahwa momentum ini menjadi bukti keberhasilan strategi perusahaan dalam memfokuskan bisnis pada segmen bernilai tambah tinggi. Setelah beberapa tahun terakhir melakukan penataan ulang portofolio dan melepas unit non-inti, Lonza kini semakin terfokus pada layanan kontrak untuk perusahaan farmasi dan bioteknologi global. Langkah tersebut dinilai tepat, mengingat meningkatnya kompleksitas pengembangan obat mendorong banyak perusahaan untuk mengandalkan mitra eksternal.
Pertumbuhan penjualan juga mencerminkan pulihnya aktivitas riset dan pengembangan di sektor kesehatan. Setelah sempat melambat akibat ketidakpastian ekonomi dan normalisasi pascapandemi, perusahaan farmasi kembali meningkatkan belanja untuk proyek-proyek baru. Bloomberg mencatat bahwa lonjakan minat terhadap terapi inovatif, termasuk obat biologis dan terapi berbasis RNA, menjadi salah satu pendorong utama permintaan terhadap layanan Lonza.
Selain itu, Lonza diuntungkan oleh tren jangka panjang di industri kesehatan global. Penuaan populasi, meningkatnya prevalensi penyakit kronis, serta kemajuan teknologi medis menciptakan kebutuhan berkelanjutan terhadap solusi manufaktur yang kompleks dan sangat terspesialisasi. Dalam konteks ini, Lonza berada pada posisi strategis sebagai penyedia layanan yang mampu menjembatani riset laboratorium dengan produksi skala komersial.
Meski mencatat pertumbuhan positif, perusahaan tetap menyoroti adanya tantangan yang perlu diwaspadai. Lingkungan makroekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, fluktuasi nilai tukar, serta tekanan biaya operasional masih menjadi faktor risiko. Namun, manajemen menilai portofolio kontrak yang semakin kuat memberikan visibilitas pendapatan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Analis menilai kinerja Lonza mencerminkan tren yang lebih luas di sektor life sciences, di mana perusahaan-perusahaan penyedia jasa manufaktur canggih mulai kembali mendapatkan momentum setelah periode penyesuaian. Financial Times mencatat bahwa banyak perusahaan farmasi kini lebih berhati-hati dalam membangun fasilitas sendiri, sehingga memilih bermitra dengan pihak ketiga yang sudah memiliki kapasitas dan keahlian khusus.
Keberhasilan Lonza juga tidak terlepas dari investasi berkelanjutan dalam teknologi dan fasilitas produksi. Perusahaan secara konsisten mengalokasikan belanja modal untuk memperluas kapasitas di segmen-segmen strategis, termasuk biologi molekuler dan terapi sel. Investasi ini mulai membuahkan hasil dalam bentuk kontrak jangka panjang yang memberikan pendapatan berulang dan stabil.
Dari sisi pasar, laporan kinerja ini disambut positif karena memberikan sinyal bahwa permintaan di sektor bioteknologi kembali menguat. Setelah sempat mengalami perlambatan akibat pengetatan pendanaan dan kehati-hatian investor, kini aktivitas kembali meningkat, terutama untuk proyek-proyek yang mendekati tahap komersialisasi. Lonza, dengan posisi kuat di rantai pasok global, berada di antara pihak yang paling diuntungkan dari tren tersebut.
Namun, persaingan di sektor ini juga semakin ketat. Sejumlah pemain global lain terus memperluas kapasitas dan memperkuat penawaran mereka. Untuk mempertahankan keunggulan, Lonza harus terus berinovasi dan menjaga kualitas layanan agar tetap menjadi mitra pilihan bagi perusahaan farmasi besar maupun startup bioteknologi.
Investor akan mencermati kemampuan Lonza dalam mempertahankan pertumbuhan ini secara berkelanjutan. Fokus pada kontrak jangka panjang dan teknologi bernilai tinggi dinilai sebagai strategi yang tepat, tetapi eksekusinya akan sangat menentukan. Jika permintaan global tetap kuat dan perusahaan mampu mengelola biaya dengan disiplin, prospek jangka menengah Lonza dinilai cukup solid.
Kinerja penjualan 2025 menegaskan bahwa Lonza berhasil memanfaatkan momentum pasar yang membaik. Di tengah dinamika industri kesehatan yang terus berubah, perusahaan ini menunjukkan bahwa fokus pada inovasi, kemitraan strategis, dan efisiensi operasional dapat menjadi kunci pertumbuhan yang berkelanjutan, sebagaimana dicatat oleh Reuters dan Bloomberg.

