(Businesslounge Journal-Finance & Tax)
Aktivitas operasi dalam laporan arus kas mendokumentasikan arus kas yang terkait dengan menjalankan perusahaan dan penyampaian produk atau jasanya. Aktivitas operasional mencakup pendapatan dan pengeluaran, termasuk penerimaan kas, upah, pembayaran pajak penghasilan, sewa, dan pembayaran bunga. Aktivitas pendanaan mengacu pada kas yang terkait dengan pembiayaan utang dan ekuitas. Ini mengacu pada kas yang masuk ke perusahaan dari bank dan investor, ditambah penggunaan kas yang dibayarkan kepada pemegang saham.
Contoh aktivitas pendanaan meliputi:
- pembayaran utang
- penerbitan ekuitas
- penerbitan utang
- pinjaman
- pembelian kembali saham
- dividen yang dibayarkan
- Laporan laba rugi
Laporan laba rugi menunjukkan dampak pendapatan dan pengeluaran perusahaan untuk periode tertentu. Laporan ini membantu menghitung laba bersih, laba per saham, dan transaksi rugi. Beberapa perusahaan menyebut laporan laba rugi sebagai ‘laporan pendapatan dan pengeluaran’. Laporan ini memberikan informasi keuangan dari dua hingga tiga tahun, sehingga perusahaan dapat membandingkan kumpulan data. Bisnis juga dapat menggunakannya untuk menentukan tren keuangan, menyampaikan profitabilitas perusahaan, dan menilai kinerja aktivitas bisnis saat ini. Laporan laba rugi juga berguna bagi investor dalam mengevaluasi bagaimana perusahaan mengelola pengeluarannya dan apakah perusahaan menunjukkan pertumbuhan.
Perhitungan Laporan Laba Rugi
Anda dapat menggunakan laporan laba rugi untuk menghitung laba bersih suatu bisnis dengan mengurangi total pengeluaran dari total pendapatan. Rumusnya adalah:
Laba bersih = pendapatan – pengeluaran
Laba bersih mengacu pada pendapatan perusahaan setelah dikurangi pengeluaran umum, bunga, pajak, dan harga pokok penjualan. Perusahaan dapat menggunakan laba bersih untuk menghitung laba per saham (EPS). Bagi laba bersih dengan jumlah total saham yang beredar untuk menentukan EPS.
Item dalam laporan laba rugi
Pendapatan operasional dan pendapatan non-operasional adalah dua item pertama yang ditampilkan dalam laporan laba rugi. Yang pertama mengacu pada pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis inti, seperti penjualan produk atau jasa. Pendapatan non-operasional adalah pendapatan yang berada di luar fungsi inti bisnis. Pendapatan ini dapat mencakup pendapatan sewa, bunga yang diperoleh dari kas, pendapatan dari pemasangan iklan di properti perusahaan, dan pendapatan dari kemitraan strategis.
Juga termasuk dalam laporan laba rugi adalah pengeluaran. Pengeluaran utama adalah pengeluaran yang dikeluarkan dari penjualan barang dan jasa, seperti harga pokok penjualan (COGS), pengeluaran umum dan administrasi, dan pengeluaran penjualan. Biaya sekunder adalah biaya yang tidak terkait dengan fungsi bisnis inti dan mencakup bunga yang dibayarkan atas pinjaman atau utang, upah karyawan, biaya utilitas, dan kerugian dari penjualan aset.
Keuangan bisnis dan laporan tahunan
Keuangan bisnis menjadi dasar laporan tahunan bagi perusahaan. Laporan tahunan adalah publikasi tahunan yang menjelaskan kondisi operasional dan keuangan perusahaan kepada pemegang saham. Perusahaan menggunakan informasi dari keuangan bisnis untuk membuat infografis dan grafik serta untuk menunjukkan pencapaian, tolok ukur, dan keberhasilan aktivitas perusahaan. Laporan tahunan memberikan wawasan yang lebih besar kepada karyawan, investor, dan pemegang saham tentang operasi perusahaan dan bagaimana hal itu selaras dengan misi dan tujuan perusahaan. Laporan tahunan memuat ringkasan neraca perusahaan, laporan arus kas, dan laporan laba rugi sebagai bukti.

