(Business Lounge Journal – Travel)
Desa Reichshoffen di timur laut Prancis, tepatnya di provinsi Alsace, menjadi desa yang penuh dengan pesona cahaya Natal, bagaikan negeri dongeng Eropa di abad pertengahan.
Pada bulan Desember, suhu udara di Reichshoffen berkisar antara +7 derajat Celsius pada siang hari dan sekitar -3 derajat Celsius pada malam hari. Meskipun suhunya dingin, para warga Reichshoffen sangat antusias merayakan datangnya Hari Natal yang hanya hadir setahun sekali. Mereka menghiasi rumah-rumah dengan lampu-lampu berwarna yang menghadirkan suasana meriah di penghujung tahun.
Bulan Desember juga menjadi waktu penyelenggaraan pasar Natal (Marché de Noël). Berbagai pernak-pernik Natal diperjualbelikan. Seluruh warga keluar rumah, bertemu dengan sesama penduduk, saling menyapa, dan menikmati suasana Natal yang hangat di desa kecil nan indah ini. Ada yang mengatakan suasananya sangat apik. Warna-warni lampu memberikan kesan seolah kita berada di negeri dongeng. Memang benar, di tengah udara Reichshoffen yang dingin, kegembiraan menyambut Natal diterangi oleh cahaya lampu yang memesona.


Pasar Natal yang paling terkenal dan terbesar di kawasan Alsace berada di Strasbourg dan Colmar. Selain pernak-pernik Natal, banyak orang berburu kuliner khas Natal, seperti roti jahe (pain d’épices) serta biskuit-biskuit khas Natal berbentuk bintang, malaikat, dan berbagai tema Natal lainnya. Aromanya sangat sedap dan menggugah selera—perpaduan rempah jahe hangat yang baru dipanggang. Suasana pasar semakin lengkap dengan berbagai minuman hangat khas Natal, seperti vin chaud.
Tradisi pohon Natal (Sapin de Noël) merupakan tradisi di wilayah Alsace yang diyakini telah dilakukan sejak tahun 1605 di Strasbourg. Reichshoffen, sebagai desa di wilayah Alsace yang sangat dekat dengan Jerman, memperlihatkan perpaduan budaya kedua negara tersebut. Hampir di setiap rumah penduduk terdapat pohon Natal. Menurut tradisi, pemasangan pohon Natal dilakukan sehari sebelum Hari Natal, yaitu setiap 24 Desember. Namun kini, pemasangan pohon Natal sering dilakukan lebih awal agar suasana Natal dapat dinikmati lebih lama. Tradisi Jerman lainnya yang terlihat di Reichshoffen adalah penggunaan Kalender Advent untuk menghitung mundur hingga malam Natal. Kalender Advent dimulai pada 1 Desember dan berakhir pada 24 Desember, dengan setiap tanggal berisi permen atau cokelat untuk anak-anak.


Hiasan Natal yang digantung di pohon Natal tampak sangat indah. Penduduk Alsace memiliki ornamen khas Natal yang unik, yaitu bola-bola kaca tiup (soufflé) dari Meisenthal.
Malam Natal dan Hari Natal merupakan puncak perayaan yang paling dinantikan. Momen ini identik dengan makan bersama dalam kehangatan keluarga. Biasanya, penduduk Desa Reichshoffen menyantap hidangan Natal berupa kalkun panggang. Selain kalkun, mereka juga memanggang angsa atau babi dengan bumbu-bumbu khas Eropa. Sebagai penutup, disajikan kue batang kayu (bûche de Noël).
Setelah menikmati hidangan Natal yang mengenyangkan, saatnya berjalan-jalan kembali menikmati suasana Natal Reichshoffen yang menawan. Di sela-sela dinginnya udara bulan Desember, terdengar nyanyian Natal yang menggembirakan hati, berpadu dengan semerbak aroma kue jahe yang baru keluar dari panggangan.
Foto: Bernard Schmitt (Reichshoffen, France)

