Perencanaan Operasi

Daftar 10 Program Frequent Flyer Terbaik 2025

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Program loyalitas penumpang atau frequent flyer programs kini menjadi salah satu senjata utama maskapai dalam menarik sekaligus mempertahankan pelanggan. Dengan imbalan berupa tiket gratis, upgrade kursi, hingga prioritas boarding, program ini tak hanya menjadi strategi pemasaran, tetapi juga salah satu faktor penting dalam menentukan pilihan perjalanan para pelancong global.

Platform pencarian travel reward point.me baru saja merilis daftar tahunan program frequent flyer terbaik dunia 2025. Hasilnya menegaskan dominasi maskapai Eropa sekaligus menunjukkan pergeseran signifikan di kalangan maskapai Amerika.

Flying Blue Masih Nomor Satu

Di posisi teratas, Flying Blue milik Air France-KLM kembali mempertahankan gelar sebagai program terbaik di dunia, sama seperti tahun sebelumnya. Program ini dipuji karena fleksibilitas penukaran poin, jaringan rute internasional yang luas, serta banyaknya maskapai mitra dalam aliansi SkyTeam.

Keberhasilan Flying Blue mencerminkan tren global: maskapai Eropa semakin kompetitif dalam menawarkan pengalaman perjalanan premium, terutama di era kebangkitan perjalanan internasional pascapandemi.

Lompatan Besar Maskapai Amerika

Sementara itu, maskapai Amerika menunjukkan perbaikan signifikan. American Airlines AAdvantage melesat dari peringkat 6 pada 2024 menjadi posisi kedua dunia tahun ini. Alaska Airlines Mileage Plan juga naik drastis, dari peringkat 7 menjadi ketiga dunia.

“Lonjakan peringkat seperti yang dialami American Airlines dan Alaska Airlines menunjukkan bahwa maskapai semakin responsif terhadap kebutuhan pelanggan dan beradaptasi dengan dinamika pasar,” ujar Tiffany Funk, Co-founder dan Presiden point.me.

Di antara maskapai AS, American Airlines dan Alaska Airlines kini memimpin, disusul oleh United Airlines, JetBlue, Southwest, dan Delta Air Lines. Menariknya, Spirit Airlines berada di posisi paling bawah untuk maskapai Amerika, hanya menduduki peringkat 36 dunia.

Tren Global: Aliansi dan Integrasi Program

Selain pergeseran peringkat, tahun 2025 juga ditandai oleh langkah strategis baru dalam dunia loyalitas penerbangan. Pada Mei lalu, United Airlines dan JetBlue mengumumkan aliansi bernama Blue Sky.

Melalui kolaborasi ini, penumpang bisa memesan penerbangan kedua maskapai melalui situs masing-masing, menggabungkan poin frequent flyer, serta membuka akses rute baru. Bagi pelanggan MileagePlus (United), ini berarti peluang menggunakan poin ke Karibia dengan lebih mudah. Sementara itu, anggota TrueBlue (JetBlue) mendapatkan akses ke destinasi internasional yang lebih luas berkat jaringan United.

Aliansi ini menandakan pergeseran besar: maskapai kini tidak hanya bersaing lewat rute atau harga tiket, melainkan juga lewat ekosistem loyalitas yang lebih bernilai bagi pelanggan.

Asia dan Timur Tengah Masih Tertinggal

Menariknya, dalam laporan point.me, EgyptAir Plus dan Hainan Airlines Fortune Wings Club menempati posisi terbawah secara global. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa maskapai di Asia dan Timur Tengah masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam meningkatkan transparansi, ketersediaan penukaran poin, dan daya tarik program loyalitas mereka.

Sebaliknya, maskapai di kawasan tersebut seperti Emirates Skywards atau Singapore Airlines KrisFlyer kerap dipuji dalam survei independen, meski kali ini tidak berhasil masuk tiga besar.

Masa Depan Program Frequent Flyer

Tren terbaru memperlihatkan bahwa program loyalitas tidak lagi sekadar penghargaan atas jumlah mil yang ditempuh, melainkan bagian dari ekosistem perjalanan berbasis teknologi dan personalisasi. Dengan integrasi AI, big data, dan layanan digital, maskapai dapat memberikan pengalaman yang lebih relevan bagi penumpang.

Selain itu, meningkatnya kerja sama lintas maskapai memperluas pilihan pelanggan—sebuah faktor yang semakin penting di era di mana perjalanan internasional makin kompleks dan terhubung.

 

Meski maskapai dari Indonesia tidak tercatat dalam daftar tahunan program frequent flyer terbaik dunia versi point.me 2025, bukan berarti Indonesia absen sepenuhnya dalam kancah loyalitas penerbangan global. Garuda Indonesia melalui program GarudaMiles tetap menjadi salah satu pemain penting, terutama di kawasan Asia-Pasifik.

GarudaMiles, sebagai program loyalitas resmi Garuda Indonesia, menyediakan dua jenis miles bagi anggotanya: Award Miles yang bisa ditukar untuk tiket, upgrade, atau layanan tambahan lainnya, serta Tier Miles yang menentukan status keanggotaan seperti Silver, Gold, hingga Platinum. Jumlah miles yang diperoleh penumpang ditentukan oleh kelas tiket dan jenis armada, dengan bonus tambahan untuk kelas First, Business, maupun kategori ekonomi tertentu.

Di tingkat internasional, GarudaMiles meraih pengakuan melalui DestinAsian Readers’ Choice Awards 2025, di mana pembaca menobatkannya sebagai salah satu program frequent flyer terbaik di kawasan Asia-Pasifik. Penghargaan ini menyoroti aspek kemudahan pengumpulan miles, luasnya jaringan mitra, hingga manfaat penukaran yang ditawarkan kepada anggota.

Selain itu, GarudaMiles juga memperkuat posisinya lewat berbagai kerja sama strategis. Program ini bermitra dengan 21 program loyalitas maskapai global, termasuk KrisFlyer milik Singapore Airlines dan Emirates Skywards. Bahkan, Garuda Indonesia dan Singapore Airlines menjalin kerja sama codeshare yang memungkinkan anggota kedua maskapai lebih leluasa mengumpulkan maupun menukar miles di rute tertentu.

Dari sisi efisiensi, GarudaMiles juga punya daya saing tersendiri. Misalnya, pada penerbangan domestik atau rute jarak menengah, program ini bisa lebih unggul dibanding opsi lain. Namun pada rute internasional pendek, ada kalanya program miles maskapai lain seperti Etihad Guest lebih hemat. Artinya, GarudaMiles masih punya ruang untuk memperkuat nilai tambahnya di pasar global.

Secara keseluruhan, walau belum masuk radar point.me dalam daftar global, GarudaMiles tetap menunjukkan relevansinya di kawasan Asia. Untuk bisa bersinar lebih jauh, program ini perlu memperluas jaringan mitra internasional, meningkatkan fleksibilitas penukaran miles, serta menawarkan manfaat premium yang lebih nyata bagi anggota setia.

Membangun Ekosistem Perjalanan Global

Dominasi Flying Blue menunjukkan keunggulan maskapai Eropa dalam membangun loyalitas global, sementara maskapai Amerika mulai mengejar lewat inovasi dan fleksibilitas. Asia dan Timur Tengah masih menghadapi tantangan, tetapi potensinya besar seiring perkembangan pasar perjalanan udara di kawasan tersebut.

Pada akhirnya, frequent flyer program bukan hanya tentang miles dan poin, melainkan juga tentang membangun ekosistem perjalanan global yang memberi nilai tambah nyata bagi penumpang.