Zona Euro Mulai Bangkit dan Terbebas Dari Resesi

(Business Lounge – Business Today) Zona Euro mulai bangkit dan terbebas dari resesi terpanjang sejak mata uang tunggal tersebut diperkenalkan pada 1999, sekalipun begitu para ekonom memperingatkan bahwa krisis masih jauh dari usai. Alasannya adalah benua tersebut masih dihantui tingginya angka pengangguran kaum muda dan tingkat utang pemerintah.

“Tanda positif selalu bagus, tapi belum tentu membantu pemulihan,” ujar Adam Posen, presiden Peterson Institute for International Economics di Washington, Amerika Serikat. “Masalah utamanya terletak pada legitimasi pemerintah yang telah rusak, serta pada kapasitas produksi Eropa yang tak lagi mendapatkan investasi, dan pada masalah tenaga kerja, yang diwarnai pengangguran berkepanjangan termasuk di kalangan muda.”

Banyak ekonom menyatakan pemulihan ekonomi berjalan terlalu lamban untuk bisa menangani sejumlah masalah zona euro seperti utang yang masih menggelembung, tingkat pengangguran tinggi, perbankan yang limbung serta instabilitas politik.

Sejumlah ekonom memang menyambut tanda-tanda pemulihan di zona euro, yang terperosok ke jurang resesi selama 18 bulan, namun mengatakan masih ada jalan terbentang yang harus dilewati sebelum 300 juta penduduk di zona mata uang tunggal itu bisa mengharapkan penderitaan mereka telah berakhir.

Data yang dirilis kemarin menunjukkan perekonomian zona euro mencatatkan pertumbuhan 0,3 persen pada kuartal kedua tahun ini, dibandingkan tiga bulan sebelumnya, mengakhiri resesi yang pertama menghantam zona mata uang tunggal mulai kuartal keempat 2011.

Kemajuan itu ditandai dengan pertumbuhan tiga bulanan sebesar 0,7% di Jerman dan 0,5% di Perancis. Jerman kembali mencatatkan kenaikan signifikan selepas musim dingin. Sektor konsumen dan pemerintah di Perancis melakukan belanja dengan lebih bebas pada kuartal yang berakhir Juni. Para analis memprediksi adanya kenaikan pertumbuhan di masa mendatang meskipun masih lamban.

Namun, Spanyol dan Italia masih dalam resesi, dan data statistik Yunani—negara paling bermasalah di zona euro—belum tersedia. Komisioner Urusan Moneter Uni Eropa, Olli Rehn, mengatakan angka-angka itu menunjukkan perekonomian Eropa secara bertahap mulai mendapatkan momentum, tetapi dia menambahkan, belum saatnya untuk berpuas diri.

Menurut lembaga statistik Uni Eropa, Eurostat, tingkat pertumbuhan ekonomi zona euro secara keseluruhan mencapai 0,3 persen pada kuartal kedua, namun masih di bawah negara-negara utama dunia, seperti Inggris yang menembus 0,6 persen, 0,4 persen di Amerika Serikat dan 0,6 persen di Jepang.

Howard Archer, ekonom dari IHS Global Insight, mengatakan ada dorongan yang mengarahkan zona euro menuju pemulihan, namun kawasan mata uang tunggal itu belum sepenuhnya terbebas dari krisis. “Zona euro belum keluar dari ‘hutan’. Mungkin sedikit lebih dekat ke tepi ‘hutan’,” papar Archer.

(IC/IC/BL-WSJ)

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x