(Business Lounge Journal – News and Insight)
Armenia sedang berupaya mengubah posisi geografisnya di kawasan Kaukasus menjadi salah satu sumber keunggulan ekonomi dan peluang investasi baru. Ambisi tersebut terlihat dalam Armenia–United Kingdom Business Forum 2026 yang berlangsung di Yerevan pada 5–6 Oktober dan mempertemukan sekitar 2.000 peserta dari pemerintah, sektor keuangan, perusahaan, institusi pendidikan, serta lembaga internasional. Forum yang digelar untuk pertama kalinya ini membahas sejumlah isu yang sangat dekat dengan kepentingan dunia usaha, mulai dari akses terhadap modal, investasi, pembiayaan internasional hingga peluang memasuki pasar baru. Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan melihat forum tersebut sebagai sarana untuk menerjemahkan hubungan strategis antara Armenia dan Inggris menjadi kerja sama ekonomi yang lebih konkret. Bagi Armenia, pesan yang ingin dibangun semakin jelas: negara kecil di kawasan Kaukasus ini ingin menjadikan perubahan konektivitas dan perkembangan ekonominya sebagai pintu masuk bagi investasi internasional.
Dari Posisi Geografis Menjadi Aset Ekonomi
Selama bertahun-tahun, posisi geografis Armenia dapat dilihat sebagai salah satu tantangan bagi perkembangan ekonominya karena negara ini tidak memiliki akses langsung ke laut dan berada di antara berbagai kepentingan ekonomi serta geopolitik di kawasan Kaukasus. Namun, pemerintah Armenia kini mencoba membalik perspektif tersebut dengan membangun konektivitas yang dapat menjadikan negara itu bagian penting dari jalur perdagangan regional. Pashinyan mengatakan implementasi Trump Route for International Peace and Prosperity atau TRIPP dapat menjadi salah satu titik penting dalam perubahan lingkungan ekonomi Armenia dan kawasan sekitarnya. Menurutnya, peningkatan aktivitas investasi di sekitar Armenia sudah mulai terlihat dan implementasi proyek tersebut diharapkan membawa proyek-proyek baru sekaligus memperkuat daya tarik investasi kawasan. Dengan demikian, infrastruktur transportasi tidak lagi dipandang sekadar sebagai proyek pembangunan fisik, tetapi sebagai instrumen untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru dan menarik modal ke dalam negeri.
Strategi tersebut juga terkait dengan konsep Crossroads of Peace yang dikembangkan pemerintah Armenia sebagai visi untuk meningkatkan konektivitas regional. Pashinyan menyebut kemungkinan berkembangnya koneksi kereta api Armenia–Azerbaijan dan Armenia–Turki, sekaligus rencana peningkatan konektivitas antara Teluk Persia dan Laut Hitam. Pemerintah juga mendorong pembangunan North–South Road Corridor serta koneksi jalan timur–barat yang dapat berjalan paralel dengan jalur kereta api. Selain transportasi, pemerintah Armenia mengatakan pembicaraan mengenai jaringan listrik serta kemungkinan pembangunan jaringan pipa minyak dan gas juga sedang berlangsung. Jika berbagai proyek tersebut berjalan, Armenia berpotensi mendapatkan manfaat bukan hanya dari perdagangan barang, tetapi juga dari meningkatnya aktivitas logistik, energi, konstruksi, jasa keuangan dan berbagai layanan pendukung lainnya.
Bagi investor, perubahan konektivitas seperti ini penting karena nilai sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh ukuran pasar domestiknya. Negara dengan populasi relatif kecil tetap dapat menjadi menarik apabila mampu menjadi bagian dari rantai pasok dan jaringan perdagangan yang lebih besar. Inilah peluang yang sedang coba dibangun Armenia melalui berbagai proyek konektivitas regional tersebut. Pashinyan bahkan mengatakan bahwa perkembangan transportasi akan membuat Armenia dan Inggris menjadi lebih dekat dari sisi konektivitas, sehingga menciptakan ruang baru untuk membicarakan peluang investasi dan kerja sama bisnis. Dalam konteks ini, posisi Armenia dapat berkembang dari sekadar pasar tujuan investasi menjadi salah satu titik penghubung bagi perusahaan yang ingin menjangkau pasar di kawasan yang lebih luas.
Pertumbuhan Ekonomi Menjadi Modal untuk Menarik Investor
Ambisi Armenia tersebut juga didukung oleh kinerja ekonomi yang cukup kuat dalam beberapa tahun terakhir. Pashinyan mengatakan Armenia mencatat rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 7,9% per tahun selama lima tahun terakhir, lebih tinggi dari target pemerintah sebelumnya yang berada di kisaran 7%. Ia juga menyebut produk domestik bruto Armenia pada 2025 telah meningkat sekitar 53% dibandingkan 2018, setelah memperhitungkan periode perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Untuk lima tahun ke depan, pemerintah Armenia menargetkan rata-rata pertumbuhan ekonomi sekitar 6% per tahun. Angka-angka tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membangun kepercayaan investor bahwa perubahan konektivitas regional dapat didukung oleh pertumbuhan ekonomi domestik yang berkelanjutan.
Pertumbuhan tersebut juga membuka kebutuhan terhadap sumber investasi baru, terutama untuk membiayai proyek infrastruktur dan sektor-sektor strategis. Karena itu, pembahasan mengenai access to capital dan international financing dalam Armenia–UK Business Forum menjadi sangat relevan bagi strategi ekonomi Armenia. Forum tersebut tidak hanya mempertemukan pemerintah dengan perusahaan, tetapi juga melibatkan bank sentral, lembaga keuangan internasional dan institusi pembangunan. Kehadiran sektor keuangan penting karena proyek konektivitas berskala besar membutuhkan pembiayaan jangka panjang, sementara perusahaan swasta membutuhkan kepastian dan akses modal untuk dapat mengambil bagian dalam proyek-proyek baru. Dari perspektif Armenia, semakin banyak institusi keuangan dan investor internasional yang masuk ke ekosistem tersebut, semakin besar pula peluang proyek konektivitas diterjemahkan menjadi aktivitas bisnis nyata.
Armenia juga melihat renewable energy sebagai salah satu sektor strategis yang dapat memperkuat fondasi pertumbuhan ekonominya. Pemerintah berencana mempertahankan perkembangan energi terbarukan dalam lima tahun mendatang sekaligus meningkatkan keandalan institusional sektor tersebut bagi perekonomian dan negara. Energi menjadi semakin penting apabila Armenia ingin menarik investasi baru di bidang manufaktur, teknologi, data center dan berbagai industri yang membutuhkan pasokan listrik yang stabil. Perkembangan teknologi bahkan mulai menciptakan kebutuhan energi baru di dalam negeri, salah satunya terlihat dari pembahasan mengenai koneksi pusat data artificial intelligence Firebird AI ke sistem kelistrikan Armenia. Ini menunjukkan bahwa agenda teknologi dan energi Armenia mulai saling berkaitan, terutama ketika negara tersebut ingin membangun ekosistem ekonomi digital yang lebih besar.
AI, Pariwisata, dan Pasar Baru
Selain infrastruktur dan energi, Armenia juga ingin memanfaatkan sektor teknologi untuk meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan dari pertumbuhan investasinya. Dalam forum tersebut, Pashinyan menyoroti perkembangan signifikan di bidang artificial intelligence selama satu tahun terakhir. AI menjadi semakin penting bagi Armenia karena teknologi dapat memungkinkan negara dengan pasar domestik yang relatif kecil untuk menghasilkan produk dan layanan yang dapat dijual ke pasar internasional. Ekosistem teknologi juga dapat menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi sekaligus menarik perusahaan dan talenta internasional untuk membangun operasi di Armenia. Dengan menggabungkan konektivitas fisik dengan konektivitas digital, Armenia berusaha membangun ekonomi yang tidak hanya bergantung pada perdagangan tradisional tetapi juga pada teknologi dan layanan bernilai tambah tinggi.
Potensi tersebut menjadi semakin menarik ketika dikaitkan dengan meningkatnya perhatian terhadap investasi dan masuknya Armenia ke dalam pembicaraan mengenai pasar baru. Agenda Armenia–UK Business Forum sendiri secara khusus membahas peluang memasuki pasar baru, sehingga kerja sama bilateral tidak hanya diarahkan pada investasi dari Inggris ke Armenia. Perusahaan Armenia juga memiliki kesempatan untuk menggunakan hubungan ekonomi yang semakin erat dengan Inggris sebagai pintu masuk menuju jaringan bisnis dan pasar yang lebih luas. Bagi perusahaan Inggris, Armenia dapat menawarkan peluang di sektor seperti infrastruktur, energi, teknologi, keuangan dan pariwisata. Hubungan bisnis semacam ini menjadi penting karena tujuan akhir forum bukan sekadar menghasilkan diskusi, melainkan mendorong gagasan yang muncul menjadi kemitraan, investasi dan kesepakatan konkret.
Pariwisata juga menjadi bagian dari strategi tersebut karena meningkatnya jumlah pengunjung dapat menciptakan efek berantai terhadap ekonomi lokal. Pertumbuhan wisatawan tidak hanya memberikan pendapatan kepada hotel dan restoran, tetapi juga membuka peluang bagi transportasi, retail, jasa kreatif, event, teknologi perjalanan dan usaha kecil menengah. Pashinyan menekankan pentingnya meningkatkan arus wisatawan ketika berbicara mengenai meningkatnya minat bisnis terhadap Armenia. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah melihat pariwisata bukan hanya sebagai sektor budaya atau jasa, tetapi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang dapat mendukung investasi dan penciptaan lapangan kerja. Dengan konektivitas regional yang lebih baik, Armenia berharap akses wisatawan dan pelaku bisnis ke negara tersebut juga semakin mudah.
Pada akhirnya, strategi Armenia adalah bagaimana mengubah perubahan regional menjadi peluang ekonomi jangka panjang. TRIPP dan Crossroads of Peace menjadi bagian dari visi konektivitas, sementara renewable energy, AI, pariwisata dan pembiayaan internasional menjadi bagian dari upaya memperluas basis ekonominya. Armenia–UK Business Forum menunjukkan bahwa pemerintah Armenia kini ingin membawa pembicaraan tersebut lebih jauh, dari level hubungan antarnegara menuju kerja sama antara investor, perusahaan dan lembaga keuangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa berbagai proyek dan peluang yang dibicarakan benar-benar menghasilkan investasi, infrastruktur dan bisnis baru di lapangan. Jika mampu melakukannya, Armenia tidak hanya akan melihat posisi geografisnya sebagai sebuah keterbatasan, tetapi justru sebagai salah satu aset strategis untuk membangun peran ekonomi baru di kawasan Kaukasus.

