Uzbekistan Perkuat Hubungan dengan Indonesia, Dari Penerbangan hingga Perdagangan

(Business Lounge Journal – Foreign Insight)

H.E. Oybek Eshonov, Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia, baik di bidang politik, perdagangan, investasi, pariwisata, maupun hubungan antarmasyarakat. Hal tersebut disampaikan Eshonov dalam pidatonya pada peringatan Hari Kemerdekaan Uzbekistan di Jakarta.

Menurut Eshonov, Indonesia merupakan sahabat dekat sekaligus mitra yang dapat diandalkan Uzbekistan di kawasan Asia Tenggara. Kedua negara memiliki kedekatan dalam sejumlah aspek, termasuk kesamaan nilai, tradisi, hubungan budaya dan spiritual, serta sejarah interaksi antarmasyarakat.

Ia mengatakan Uzbekistan ingin meningkatkan kontak politik dengan Indonesia sekaligus memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan. Pemerintah Uzbekistan juga melihat pentingnya memperkuat hubungan people-to-people sebagai bagian dari upaya membangun hubungan bilateral yang semakin erat.

Dorong Perdagangan dan Investasi

Dalam pidatonya, Eshonov menyoroti sejumlah perkembangan positif dalam hubungan kedua negara. Salah satunya adalah kunjungan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani ke Uzbekistan yang menurutnya tidak hanya mempererat hubungan antarparlemen, tetapi juga menghasilkan Roadmap untuk memperluas kerja sama bilateral dalam berbagai bidang.

Perkembangan lain terjadi di sektor investasi dan perdagangan. Untuk pertama kalinya, delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti turut berpartisipasi dalam Tashkent International Investment Forum. Menurut Eshonov, pertemuan tersebut kembali menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama investasi dan memperluas hubungan perdagangan.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dan Uzbekistan juga memulai pembahasan mengenai kemungkinan pembentukan Free Trade Agreement (FTA).

Upaya memperkuat hubungan perdagangan tersebut sejalan dengan pembahasan sebelumnya antara kedua negara mengenai kerja sama perdagangan dan penjajakan Preferential Trade Agreement. Kementerian Perdagangan RI juga telah membahas pembentukan Joint Working Group on Trade Indonesia-Uzbekistan dengan Eshonov.

Penerbangan Tashkent–Jakarta Kembali Dibuka

Salah satu perkembangan yang paling menarik adalah rencana Uzbekistan untuk kembali mengoperasikan penerbangan langsung antara Tashkent dan Jakarta.

Eshonov mengatakan bahwa meskipun Uzbekistan dan Indonesia berjarak lebih dari 8.000 kilometer, hubungan kedua negara tetap memiliki kedekatan khusus. Karena itu, mulai pertengahan November 2026, maskapai Uzbekistan akan kembali membuka penerbangan dua kali seminggu pada rute Tashkent–Jakarta. Menurutnya, konektivitas udara tersebut diharapkan menjadi “jembatan udara” yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas kontak bisnis, serta memperkuat hubungan akademik antara kedua negara.

Eshonov secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Menteri Perhubungan Indonesia Dudy Purwagandhi atas pendekatan konstruktif dan dukungan Kementerian Perhubungan dalam merealisasikan proyek bersama tersebut.

Bagi Uzbekistan dan Indonesia, konektivitas ini bukan sekadar persoalan transportasi. Dengan akses penerbangan yang lebih mudah, peluang untuk meningkatkan perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat juga semakin terbuka.

Menuju Kemitraan Strategis

Eshonov juga mengungkapkan bahwa salah satu agenda utama hubungan bilateral saat ini adalah mempersiapkan kunjungan tingkat tinggi dan pertemuan antara pemimpin kedua negara. Menurutnya, pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penting bagi penguatan strategic partnership dan kerja sama yang lebih luas antara Uzbekistan dan Indonesia.

Hubungan kedua negara sendiri terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Uzbekistan mencatat bahwa kerja sama Indonesia–Uzbekistan kini mencakup bidang politik, perdagangan dan ekonomi, investasi, budaya, kemanusiaan, serta pariwisata.

Dengan dibukanya kembali konektivitas Tashkent–Jakarta, meningkatnya pembicaraan mengenai perdagangan bebas, serta semakin aktifnya kerja sama investasi dan pariwisata, Uzbekistan melihat Indonesia bukan hanya sebagai mitra di Asia Tenggara, tetapi juga sebagai salah satu negara penting dalam memperluas hubungan Uzbekistan dengan kawasan tersebut.

Menutup pidatonya, Eshonov menyampaikan harapan dalam bahasa Indonesia: “Semoga persahabatan antara rakyat Indonesia dan Uzbekistan semakin kuat.”