(Business Lounge – Global News) Cracker Barrel memasuki tahun fiskal baru dengan sebuah pesan yang cukup jelas: pergantian CEO tidak akan diikuti perubahan besar terhadap arah bisnis yang sedang dijalankan. David Deno, yang mulai menjabat sebagai chief executive officer pada Agustus 2026, memilih melanjutkan strategi yang telah dibangun sebelumnya sambil mempersempit perhatian perusahaan pada makanan, pengalaman pelanggan, dan kualitas operasional. Keputusan tersebut muncul setelah perusahaan membukukan kenaikan laba kuartalan, sekaligus memberikan panduan bahwa pendapatan pada tahun fiskal 2027 diperkirakan kembali tumbuh. The Wall Street Journal melaporkan bahwa Cracker Barrel menargetkan pendapatan sekitar US$3,33 miliar hingga US$3,40 miliar, dibandingkan US$3,32 miliar pada tahun fiskal yang berakhir 31 Juli 2026.
Di balik target pertumbuhan tersebut terdapat gambaran bisnis yang lebih kompleks. Pada kuartal keempat fiskal 2026, pendapatan Cracker Barrel mencapai US$849,3 juta, turun 2,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan restoran yang sebanding turun 2,1%, sedangkan penjualan ritel justru meningkat 0,7%. Namun laba bersih GAAP meningkat dari US$6,8 juta menjadi US$12,2 juta, sementara laba per saham yang disesuaikan naik menjadi 99 sen dari 74 sen. Adjusted EBITDA juga meningkat menjadi US$62,1 juta dari US$55,7 juta. Angka tersebut menunjukkan bahwa perbaikan profitabilitas belum sepenuhnya berasal dari pertumbuhan penjualan, tetapi juga dari upaya mengendalikan struktur biaya dan menata kembali bisnis.
David Deno datang ke Cracker Barrel dengan pengalaman panjang di industri restoran dan ritel. Sebelum bergabung dengan perusahaan tersebut, ia pernah menjadi CEO Bloomin’ Brands, perusahaan yang menaungi berbagai jaringan restoran termasuk Outback Steakhouse, dan sebelumnya memiliki pengalaman di Best Buy serta Yum! Brands. Dalam pernyataannya setelah laporan kinerja terbaru, Deno mengatakan perusahaan sudah berfokus pada area yang tepat dan ia ingin mempertajam fokus pada makanan serta pelanggan. Arah ini membuat pergantian kepemimpinan lebih menyerupai proses penyempurnaan dibandingkan pembongkaran strategi. Bagi perusahaan restoran yang memiliki lebih dari 650 gerai di 43 negara bagian Amerika Serikat, perubahan terlalu cepat juga dapat membawa risiko tersendiri karena identitas merek sangat bergantung pada konsistensi pengalaman di seluruh jaringan.
Cracker Barrel memiliki karakter yang berbeda dari jaringan restoran cepat saji yang mengandalkan kecepatan, harga dan frekuensi kunjungan tinggi. Restoran ini menggabungkan makanan bergaya rumahan dengan toko ritel yang menjual berbagai produk, hadiah dan barang bertema Amerika. Model tersebut menciptakan sumber pendapatan ganda, tetapi juga membuat perusahaan harus menjaga keseimbangan antara pengalaman makan dan aktivitas belanja. Dalam kuartal terakhir, penjualan ritel yang tumbuh 0,7% memberikan sinyal bahwa komponen toko masih memiliki daya tarik, meskipun penjualan restoran menghadapi tekanan. Karena itu, strategi mempertahankan identitas lama sambil meningkatkan kualitas eksekusi menjadi semakin relevan.
Tahun fiskal 2026 juga menjadi periode restrukturisasi yang cukup penting. Cracker Barrel melepas Maple Street Biscuit Company dan mengurangi jumlah unit yang dikelola secara langsung. Setelah transaksi tersebut, perusahaan mengakhiri tahun dengan 655 restoran Cracker Barrel, dibandingkan 657 setahun sebelumnya, sementara jaringan Maple Street Biscuit Company yang sebelumnya memiliki puluhan lokasi tidak lagi berada dalam portofolio perusahaan. Langkah ini menyederhanakan struktur bisnis dan memungkinkan manajemen memusatkan sumber daya pada merek utama. Pada saat yang sama, perusahaan menyelesaikan transaksi sale-leaseback atas 26 lokasi miliknya dan memperoleh sekitar US$77 juta dana bersih yang digunakan untuk mengurangi utang.
Pengurangan utang menjadi bagian penting dari cerita finansial Cracker Barrel. Total utang pada akhir fiskal 2026 turun menjadi US$337,2 juta dari US$484,6 juta pada akhir tahun sebelumnya. Perusahaan juga telah membayar kembali US$150 juta utang jangka pendek ketika surat utang konversinya jatuh tempo pada Juni 2026. Dengan struktur neraca yang lebih ringan, ruang gerak manajemen untuk menjalankan investasi operasional menjadi lebih besar. Namun perusahaan tetap harus berhadapan dengan kenaikan biaya komoditas dan tenaga kerja. Untuk fiskal 2027, Cracker Barrel memperkirakan inflasi komoditas sekitar 3%, sementara inflasi upah per jam diperkirakan 2,5% hingga 3%.
Panduan perusahaan untuk fiskal 2027 memperlihatkan bagaimana Cracker Barrel ingin membangun pertumbuhan secara bertahap. Pendapatan ditargetkan US$3,325 miliar hingga US$3,40 miliar, dengan pertumbuhan penjualan restoran sebanding sebesar 3% sampai 5%. Menariknya, perusahaan tidak merencanakan pembukaan restoran baru pada tahun tersebut. Artinya, pertumbuhan yang ditargetkan terutama harus berasal dari peningkatan produktivitas jaringan yang sudah ada. Perusahaan juga memperkirakan adjusted EBITDA sebesar US$180 juta hingga US$200 juta dan belanja modal US$110 juta hingga US$125 juta.
Tidak membuka gerai baru membuat fokus manajemen menjadi lebih jelas. Daripada mengejar pertumbuhan melalui penambahan lokasi, Cracker Barrel perlu membuat restoran yang sudah ada menghasilkan lebih banyak pendapatan dan laba. Ini berarti kualitas makanan, layanan, suasana restoran, efisiensi tenaga kerja dan pengalaman pelanggan akan menjadi semakin penting. Dalam bisnis restoran, peningkatan beberapa persen pada penjualan gerai yang sudah ada dapat memiliki dampak besar terhadap keseluruhan perusahaan karena infrastruktur dasarnya telah tersedia. Tantangannya adalah menciptakan alasan yang cukup kuat agar pelanggan kembali lebih sering dan mengeluarkan lebih banyak uang dalam setiap kunjungan.
Strategi tersebut juga menjelaskan mengapa Deno tidak memilih untuk mengubah identitas Cracker Barrel secara drastis. Merek tersebut dibangun sejak 1969 dengan konsep restoran dan toko yang menawarkan pengalaman bernuansa country Amerika. Mengubah terlalu banyak elemen sekaligus dapat menghilangkan karakter yang justru menjadi pembeda perusahaan. Fokus pada makanan, pengalaman dan manusia memungkinkan Cracker Barrel melakukan pembaruan tanpa harus meninggalkan fondasi mereknya. The Wall Street Journal mencatat bahwa Deno melihat perusahaan telah berada pada area strategis yang tepat dan ingin menyempurnakan fokus tersebut.
Kini ukuran keberhasilan Cracker Barrel bukan hanya apakah pendapatan kembali naik, tetapi apakah pertumbuhan tersebut dapat diterjemahkan menjadi profitabilitas yang lebih konsisten. Perusahaan telah merampingkan portofolio, mengurangi utang dan menetapkan target pertumbuhan dari jaringan restoran yang ada. Pada saat yang sama, tekanan biaya makanan dan tenaga kerja tetap menjadi faktor yang harus dikelola. Dengan tidak mengandalkan pembukaan gerai baru, setiap restoran akan memiliki peran lebih besar dalam menentukan hasil keseluruhan perusahaan.
Perjalanan Cracker Barrel memasuki fiskal 2027 karena itu lebih menyerupai upaya memperbaiki mesin yang sudah ada daripada membangun mesin baru. David Deno mempertahankan kerangka strategi sebelumnya, tetapi tantangannya adalah memastikan kerangka tersebut bekerja lebih efektif. Pertumbuhan penjualan harus datang dari pelanggan yang kembali, pengalaman yang semakin kuat, menu yang relevan dan operasi yang lebih efisien. Jika semua bagian tersebut bergerak searah, target pendapatan yang relatif moderat dapat menjadi awal dari pemulihan yang lebih luas. Namun laporan terbaru juga menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut belum selesai: penjualan restoran masih menurun pada kuartal terakhir dan perusahaan harus membuktikan bahwa perbaikan laba dapat dipertahankan tanpa bergantung pada keuntungan satu kali.

