Denso

Denso Ajukan Akuisisi Rohm di Tengah Revolusi Semikonduktor Mobil

(Business Lounge – Global News) Transformasi industri otomotif global menuju kendaraan listrik dan teknologi mengemudi otonom membuat semikonduktor menjadi komponen yang semakin vital. Dalam lanskap baru ini, perusahaan suku cadang otomotif Jepang Denso mengambil langkah strategis dengan mengajukan tawaran akuisisi terhadap produsen chip Rohm.

Langkah tersebut mencerminkan perubahan besar dalam industri otomotif. Jika sebelumnya produsen mobil dan pemasok suku cadang lebih fokus pada mesin, transmisi, dan komponen mekanis, kini perhatian bergeser ke teknologi digital yang mengendalikan kendaraan modern.

Menurut laporan Reuters, Denso yang memiliki hubungan erat dengan Toyota Motor Corp. mengajukan proposal pengambilalihan terhadap Rohm sebagai bagian dari upaya memperkuat akses terhadap teknologi semikonduktor. Perusahaan ingin memastikan pasokan chip yang stabil untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik serta sistem bantuan pengemudi canggih.

Semikonduktor kini menjadi salah satu komponen paling penting dalam kendaraan modern. Mobil listrik, sistem penggerak berbasis baterai, serta teknologi bantuan pengemudi semuanya membutuhkan chip dengan kemampuan komputasi tinggi.

Tanpa pasokan semikonduktor yang cukup, produsen mobil dapat mengalami gangguan produksi seperti yang pernah terjadi selama krisis chip global beberapa tahun lalu.

Dalam analisis yang dikutip Bloomberg, industri otomotif kini mulai melihat semikonduktor sebagai aset strategis. Banyak perusahaan otomotif berusaha memperkuat hubungan dengan produsen chip atau bahkan berinvestasi langsung di sektor tersebut.

Langkah Denso terhadap Rohm dapat dilihat sebagai bagian dari tren ini.

Rohm sendiri merupakan salah satu produsen semikonduktor Jepang yang dikenal memiliki keahlian dalam teknologi chip daya. Komponen tersebut sangat penting dalam kendaraan listrik karena berfungsi mengatur aliran listrik dari baterai ke motor penggerak.

Teknologi chip daya juga berperan penting dalam meningkatkan efisiensi energi kendaraan listrik. Dengan pengelolaan listrik yang lebih presisi, kendaraan dapat menempuh jarak lebih jauh dengan konsumsi energi yang lebih rendah.

Dalam laporan yang dirangkum Financial Times, chip daya berbasis silikon karbida atau silicon carbide menjadi teknologi yang semakin diminati dalam industri kendaraan listrik. Chip jenis ini mampu menangani tegangan tinggi dan panas lebih baik dibandingkan chip berbasis silikon konvensional.

Rohm termasuk salah satu perusahaan yang aktif mengembangkan teknologi tersebut.

Bagi Denso, akses lebih besar terhadap teknologi chip daya dapat memperkuat posisinya sebagai pemasok komponen otomotif global. Perusahaan ini selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu pemasok utama bagi Toyota serta sejumlah produsen mobil lain.

Namun transformasi industri otomotif membuat perusahaan suku cadang seperti Denso harus beradaptasi.

Jika sebelumnya bisnis mereka berpusat pada komponen mekanik seperti sistem pendingin atau komponen mesin, kini fokus mulai bergeser ke teknologi elektronik dan perangkat lunak kendaraan.

Dalam laporan CNBC, analis industri mengatakan bahwa kendaraan listrik dan mobil otonom membutuhkan jumlah semikonduktor jauh lebih banyak dibandingkan mobil konvensional.

Sebuah mobil listrik modern dapat menggunakan ribuan chip untuk mengontrol berbagai sistem, mulai dari manajemen baterai hingga sistem navigasi dan sensor keselamatan.

Karena itu, perusahaan otomotif semakin menyadari pentingnya mengamankan rantai pasok semikonduktor.

Krisis chip global yang terjadi selama pandemi memberi pelajaran mahal bagi industri otomotif. Banyak pabrik mobil terpaksa menghentikan produksi karena kekurangan komponen elektronik.

Sejak saat itu, perusahaan otomotif mulai mengubah strategi mereka terhadap pemasok semikonduktor.

Alih-alih hanya membeli chip di pasar terbuka, beberapa perusahaan memilih menjalin kemitraan jangka panjang atau bahkan berinvestasi langsung dalam produsen chip.

Langkah Denso terhadap Rohm dapat dilihat sebagai bagian dari strategi tersebut.

Dengan memperkuat hubungan kepemilikan, perusahaan dapat memperoleh akses yang lebih stabil terhadap teknologi semikonduktor yang dibutuhkan untuk kendaraan generasi berikutnya.

Namun rencana akuisisi ini juga mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam industri semikonduktor Jepang.

Dalam beberapa dekade terakhir, Jepang pernah menjadi pemimpin global dalam produksi chip. Namun dominasi tersebut kemudian bergeser ke perusahaan di Taiwan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Kini pemerintah Jepang dan perusahaan industri berusaha membangun kembali kekuatan mereka di sektor semikonduktor.

Investasi baru dalam pabrik chip, kemitraan teknologi, serta konsolidasi perusahaan menjadi bagian dari upaya tersebut.

Dalam konteks ini, kemungkinan akuisisi Rohm oleh Denso juga dapat dilihat sebagai langkah memperkuat ekosistem semikonduktor domestik Jepang.

Bagi industri otomotif global, pergeseran ini menunjukkan bahwa masa depan kendaraan tidak lagi hanya ditentukan oleh desain mesin atau kekuatan tenaga.

Teknologi elektronik, perangkat lunak, dan semikonduktor kini menjadi inti dari inovasi otomotif.

Mobil modern semakin menyerupai komputer berjalan yang dilengkapi dengan roda.

Dengan latar belakang tersebut, keputusan perusahaan suku cadang otomotif untuk berinvestasi di produsen chip bukan lagi sesuatu yang mengejutkan.

Sebaliknya, langkah itu menjadi bagian dari perlombaan global untuk menguasai teknologi yang akan membentuk masa depan transportasi.

Jika akuisisi ini berhasil terwujud, Denso dapat memperoleh posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok teknologi kendaraan listrik dan sistem mengemudi otomatis.

Dan bagi industri otomotif, langkah tersebut menjadi pengingat bahwa revolusi kendaraan listrik bukan hanya soal baterai dan motor listrik, tetapi juga tentang chip kecil yang bekerja di balik layar untuk mengendalikan seluruh sistem kendaraan.