(Business Lounge Journal – Worlf View)
Invasi Rusia terhadap Ukraina telah berlangsung selama empat tahun, dan hingga saat ini ketegangan masih terus terjadi di berbagai wilayah negara tersebut. Suara sirene yang dibunyikan ketika radar mengindikasikan adanya serangan, atau ketika mulai terdeteksi rudal maupun drone yang diluncurkan oleh pihak Rusia, bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan bagi sebagian besar masyarakat Ukraina yang berada di daerah atau zona perang, hal tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ketakutan dan kecemasan tentu selalu ada, karena sewaktu-waktu ancaman itu dapat menimpa mereka. Namun harapan akan kemenangan dan masa depan yang lebih baik sering kali lebih kuat daripada rasa takut yang mereka alami setiap hari.
Bukan hanya masyarakat Ukraina yang akan merasa gentar dalam situasi seperti itu. Bagi siapa pun—termasuk kita—mendengar suara sirene atau roket yang meluncur di atas kepala tentu akan menimbulkan ketakutan. Terlebih lagi ketika terdengar ledakan bom tidak jauh dari tempat kita berada. Pertanyaan seperti, “Apakah saya akan selamat hari ini?” atau “Apakah saya masih dapat melanjutkan hidup saya?” bisa terus berputar di dalam pikiran dan membuat seseorang sulit berpikir jernih.
Dalam kondisi seperti itu, dukungan dari luar menjadi sangat penting untuk memberikan rasa aman, kepercayaan diri, serta harapan bahwa situasi tersebut suatu saat akan berlalu.
Pemerintah Ukraina tentu tidak ingin masyarakatnya terus-menerus hidup dalam ketakutan. Lebih dari itu, mereka ingin mengakhiri perang dan membangun kembali kehidupan yang damai. Karena itu, berbagai upaya dilakukan agar suara Ukraina tetap didengar oleh dunia internasional—agar dukungan terus mengalir dan agar dunia mengetahui bahwa mereka masih ada, masih berjuang, dan masih bertahan menantikan masa depan yang lebih baik.
Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui berbagai kegiatan budaya, pameran, dan festival di berbagai negara. Melalui kegiatan-kegiatan ini, Ukraina tidak hanya menyampaikan kisah tentang penderitaan akibat perang, tetapi juga tentang ketahanan, harapan, dan semangat untuk bangkit kembali.
Berikut beberapa kegiatan yang pernah diselenggarakan sebagai bagian dari upaya tersebut, termasuk di Indonesia:
Pameran Seni Ukraina – Pictoric
Pameran seni Ukraina yang menampilkan karya komunitas seniman Ukraina, Pictoric, diresmikan oleh para duta besar dari Ukraina, Kanada, Finlandia, dan Prancis, serta perwakilan Delegasi Uni Eropa di Jakarta pada 9 Agustus 2023.
Pameran ini berlangsung dari 28 Juli hingga 9 Agustus 2023 di Institut Français d’Indonésie (IFI) Wijaya, Jakarta Selatan. Karya-karya yang dipamerkan menggambarkan penderitaan yang dialami negara mereka akibat perang, sekaligus menyampaikan harapan para seniman Ukraina akan terciptanya perdamaian.
Timeline of War
Pada 20 November 2024, Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia menyelenggarakan pameran “Timeline of War” untuk memperingati hari ke-1000 invasi skala penuh Rusia ke Ukraina.
Pameran ini menampilkan berbagai momen penting dalam perang tersebut serta menggambarkan perjuangan rakyat Ukraina dalam mempertahankan kemerdekaan mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Ukraina untuk Republik Indonesia, Vasyl Hamianin, juga memberikan wawancara kepada sejumlah media Indonesia dan internasional. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kebijakan neokolonial rezim imperialis Moskow telah mendeklarasikan perang terhadap perdamaian, kemanusiaan, keadilan, serta prinsip-prinsip fundamental hidup berdampingan secara damai.
Constructing Hope: Ukraine
Chicago Architecture Center mempersembahkan pameran “Constructing Hope: Ukraine”, yang berlangsung hingga 1 September 2025.
Pameran ini menampilkan karya lebih dari selusin peserta yang menerapkan pemikiran arsitektur untuk mendukung upaya rekonstruksi Ukraina, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Di tengah invasi skala penuh Rusia yang telah menghancurkan dan mengancam kehidupan, ekologi, budaya, serta infrastruktur warga Ukraina, para kreator multidisiplin ini mencoba mengambil kembali kendali atas lingkungan mereka. Melalui strategi dan praktik arsitektur, mereka menghadirkan desain sebagai bentuk perlawanan sekaligus simbol harapan untuk membangun kembali masa depan.
“Lights Stay On” Photo Exhibition
Pameran foto dokumenter “Lights Stay On” yang diadakan di Pusat Informasi Parlemen Eropa dari 15 Agustus hingga 2 September 2025 menghadirkan narasi visual yang kuat tentang ketahanan Ukraina dalam menghadapi perang.
Pameran ini juga menyoroti kemitraan jangka panjang antara Uni Eropa dan UNDP dalam mendukung proses pemulihan dan pembangunan kembali di seluruh Ukraina.
Melalui kisah dan potret 15 warga Ukraina, pameran ini menangkap momen keberanian, ketekunan, dan harapan di tengah situasi yang penuh tantangan.
Standing With Ukraine: Four Years of Resilience
Sebuah demonstrasi solidaritas global yang kuat juga terlihat dalam acara “Standing With Ukraine: Four Years of Resilience” yang diselenggarakan di GMBB, Malaysia.
Acara ini diselenggarakan oleh Delegasi Uni Eropa untuk Malaysia bersama dengan Kedutaan Besar Ukraina, Austria, Jerman, dan Polandia di Malaysia. Kegiatan ini menandai empat tahun perang agresi skala penuh Rusia terhadap Ukraina.
Pameran berlangsung dari 27 Februari hingga 27 Maret 2026 dan menampilkan berbagai instalasi edukatif, termasuk 20 keping puzzle yang menggambarkan kisah wilayah-wilayah di Ukraina. Melalui instalasi tersebut, pengunjung dapat mempelajari bagaimana para siswa di Ukraina tetap mampu merancang dan menciptakan karya seni di tengah konflik.
Selain itu, pameran ini juga menampilkan paparan mengenai armada bayangan (shadow fleet), dampak lingkungan, serta berbagai bentuk kehancuran yang ditimbulkan oleh perang.

