Lucid

Lucid Pangkas 12% Karyawan, saat Rugi Melebar

(Business Lounge – Global News) Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Lucid Group, mengumumkan pemangkasan sekitar 12% tenaga kerjanya di AS, langkah yang diharapkan memangkas biaya hingga sekitar US$500 juta dalam tiga tahun ke depan. Di saat bersamaan, perusahaan juga melaporkan kerugian yang melebar, mencerminkan tekanan berat di industri mobil listrik yang makin kompetitif.

Pengumuman pemutusan hubungan kerja itu disampaikan secara internal kepada karyawan pada akhir pekan, menurut laporan yang diulas Reuters dan Bloomberg. Manajemen menyebut langkah ini bagian dari upaya penataan ulang struktur biaya agar perusahaan bisa bertahan lebih lama dalam fase investasi intensif dan permintaan yang belum sepenuhnya stabil.

Lucid dikenal lewat sedan listrik premium Air, yang diposisikan sebagai pesaing langsung produk kelas atas dari Tesla. Namun, seperti banyak pemain kendaraan listrik lain, perusahaan menghadapi tantangan berat: biaya produksi tinggi, kebutuhan belanja modal besar, serta persaingan harga yang semakin sengit.

Laporan keuangan terbaru menunjukkan kerugian bersih yang lebih dalam dibanding periode sebelumnya. Penjualan kendaraan belum cukup untuk menutup biaya operasional dan pengembangan produk. Meski perusahaan terus meningkatkan volume produksi, skala ekonomi yang diperlukan untuk mencapai profitabilitas masih dalam proses.

Menurut analisis yang dikutip Financial Times, langkah pemangkasan tenaga kerja menjadi sinyal bahwa Lucid berupaya memperpanjang landasan keuangannya. Industri kendaraan listrik memang dikenal boros modal, terutama pada fase awal. Tanpa pengendalian biaya yang ketat, arus kas bisa terkuras cepat.

Manajemen memperkirakan penghematan US$500 juta dalam tiga tahun akan membantu menjaga likuiditas sekaligus memberi ruang untuk fokus pada peluncuran model baru. Lucid tengah menyiapkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau untuk memperluas basis konsumen, strategi yang dianggap krusial agar tidak hanya bergantung pada segmen premium.

Tekanan terhadap perusahaan kendaraan listrik juga datang dari dinamika permintaan. Setelah lonjakan minat pada fase awal transisi energi, pertumbuhan penjualan di beberapa pasar menunjukkan tanda perlambatan. Konsumen kini lebih selektif, sementara harga bahan baku baterai dan biaya produksi tetap fluktuatif.

Dalam lanskap ini, hanya perusahaan dengan neraca kuat dan skala besar yang relatif lebih aman. Tesla, misalnya, memiliki volume produksi jauh lebih tinggi dan jaringan distribusi global yang matang. Lucid, sebagai pemain yang lebih kecil, harus mencari keseimbangan antara ekspansi dan efisiensi.

Pemangkasan 12% tenaga kerja bukan langkah ringan. Selain berdampak pada karyawan, keputusan ini mencerminkan evaluasi ulang terhadap prioritas operasional. Perusahaan menegaskan bahwa restrukturisasi difokuskan pada efisiensi dan tidak akan mengganggu pengembangan model inti.

Investor menyambut kabar ini dengan campuran harapan dan kehati-hatian. Di satu sisi, pengurangan biaya dipandang sebagai langkah rasional untuk menjaga kesehatan finansial. Di sisi lain, kerugian yang melebar menunjukkan bahwa jalan menuju laba masih panjang.

Lucid masih memiliki sejumlah keunggulan teknologi, termasuk efisiensi baterai dan jarak tempuh kendaraan yang kompetitif di kelasnya. Namun keunggulan teknis perlu diimbangi dengan skala produksi dan jaringan layanan purnajual yang luas agar mampu bersaing secara berkelanjutan.

Perusahaan juga mendapat dukungan dari investor besar, termasuk dana kekayaan negara Timur Tengah, yang selama ini menjadi penopang modal penting. Dukungan tersebut memberi bantalan tambahan, tetapi pasar tetap menuntut bukti bahwa bisnis bisa bergerak menuju titik impas.

Industri kendaraan listrik kini memasuki fase yang lebih realistis. Euforia awal mulai digantikan fokus pada profitabilitas dan arus kas. Banyak produsen meninjau ulang target produksi dan strategi harga. Dalam konteks ini, langkah Lucid memangkas tenaga kerja sejalan dengan tren lebih luas di sektor otomotif listrik.

Keberhasilan perusahaan akan sangat bergantung pada kemampuan meluncurkan model yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan margin secara drastis. Jika strategi itu berhasil, basis pelanggan bisa melebar dan volume meningkat, membuka peluang perbaikan keuangan.

Untuk saat ini, laporan kerugian yang melebar dan pengumuman pemangkasan karyawan menjadi penanda fase pengetatan ikat pinggang. Lucid mencoba menata ulang langkahnya agar tetap bertahan di tengah persaingan sengit dan tuntutan modal besar. Apakah penghematan US$500 juta cukup untuk membawa perusahaan ke jalur yang lebih stabil, pasar akan menilainya dalam beberapa kuartal mendatang.