DealStreetAsia

DealStreetAsia Tekankan Arah Investasi Baru Asia Tenggara di Jakarta

(Business Lounge – Global News) Jakarta menjadi titik awal diskusi besar tentang masa depan investasi Asia Tenggara ketika DealStreetAsia menggelar The 7th Annual Edition pada 29 Januari 2026. Dalam pembukaan acara yang dihadiri pelaku pasar modal, investor, hingga pemimpin korporasi regional itu, Founder sekaligus Editor-in-Chief DealStreetAsia, Joji Thomas Philip, menyampaikan pidato pembuka yang menegaskan arah editorial, tema utama konferensi, serta dinamika investasi yang akan membentuk kawasan dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Joji menekankan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi sebagai perpanjangan dari liputan editorial DealStreetAsia. Menurutnya, setiap sesi disusun dengan satu tujuan utama: memberikan nilai nyata bagi para peserta.

Di hadapan para peserta, Joji menyampaikan “Semua percakapan hari ini bersifat praktis dan saling terhubung. Setiap sesi merupakan kelanjutan dari liputan kami. Kami ingin memastikan bahwa setiap orang yang hadir mendapatkan sesuatu yang relevan.”

Fokus pada Kepemimpinan dan Arah Bisnis

Konferensi dibuka dengan sesi keynote yang menampilkan Hans Got, CEO baru, dalam format fireside chat. Joji menyebut sesi ini akan menghadirkan sudut pandang berbeda dibanding paparan-paparan sebelumnya, terutama karena menggunakan pendekatan data yang lebih segar dan belum banyak dibahas di forum publik.

Agenda kemudian berlanjut dengan sesi dari CFO Grab, Peter, yang memaparkan peta jalan perusahaan hingga 2026. Menurut Joji, sesi ini menjadi penting karena Grab dalam setahun terakhir melakukan sejumlah akuisisi strategis dan mengelola modal dalam jumlah besar di neraca keuangannya. “Grab kini berada dalam fase yang menarik. Mereka punya kas besar, strategi jangka menengah yang jelas, dan pertanyaannya adalah bagaimana mereka mengalokasikan modal itu untuk pertumbuhan berikutnya,” ujar Joji

Sesi utama lainnya diisi oleh Pandu dari Danantara, yang membahas peran modal swasta dalam mendanai siklus pertumbuhan baru Indonesia. Dalam pandangan Joji, pembahasan ini krusial karena Indonesia sedang memasuki fase di mana kolaborasi antara modal swasta dan sektor riil menjadi semakin menentukan.

Delapan Panel dan Satu Benang Merah

Joji menjelaskan bahwa seluruh panel diskusi—yang berjumlah delapan sesi—dirancang dengan satu benang merah: bagaimana siklus ekonomi berikutnya di Indonesia dan Asia Tenggara akan terbentuk, serta sektor apa yang benar-benar investable.

Beberapa sesi secara khusus membahas data dan indikator ekonomi yang kerap menjadi perdebatan. Dalam salah satu panel, para pakar diminta menguji apakah angka-angka ekonomi terbaru mencerminkan sinyal nyata atau sekadar kebisingan statistik.

DealStreetAsia

Ada pula sesi yang membahas bagaimana investor asing menilai Indonesia saat ini, termasuk bagaimana mereka menentukan valuasi dan risiko. Sesi lainnya menyoroti realitas exit bagi private equity, sebuah topik yang semakin relevan di tengah melambatnya pasar IPO global.

Tiga sesi tematik menjadi sorotan utama: fintech, kesehatan, serta sektor konsumen. Menurut Joji, ketiga sektor ini diyakini akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi kawasan pada siklus berikutnya.

Konferensi juga ditutup dengan diskusi bersama operator besar seperti Blue Bird dan Indosat, yang membahas bagaimana modal swasta dapat bekerja sama dengan perusahaan keluarga dan konglomerasi lokal—model yang masih sangat dominan di Indonesia.

Jurnalisme Berbasis Data dan Langganan

Dalam bagian yang lebih reflektif, Joji menekankan identitas DealStreetAsia sebagai media berbasis langganan. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama DealStreetAsia bukan terletak pada kecepatan berita semata, melainkan pada kedalaman laporan, data, dan analisis.

Ia mengajak peserta yang belum berlangganan untuk mencoba layanan DealStreetAsia dengan biaya simbolis selama satu bulan. Menurutnya, keberlanjutan jurnalisme berkualitas sangat bergantung pada dukungan pembaca.

Joji juga menyinggung dua buletin utama yang diluncurkan setahun terakhir. Pertama adalah Beyond the Buyout, newsletter mingguan yang membahas private equity di Asia, khususnya Asia Tenggara. Yang kedua adalah Climate and Impact Newsletter, yang fokus pada transaksi dan kebijakan terkait iklim dan keberlanjutan.

DataVantage dan Keunggulan Informasi

Salah satu sorotan penting dalam pidato tersebut adalah pengenalan lebih jauh terhadap DataVantage, basis data milik DealStreetAsia yang memuat informasi perusahaan di Singapura, Indonesia, dan Asia Tenggara.

Menurut Joji, kekuatan utama DataVantage terletak pada akurasi karena seluruh data bersumber dari laporan resmi dan dokumen regulator. Setiap perubahan kepemilikan, transaksi, hingga laporan keuangan langsung tercermin dalam sistem.

Ia mencontohkan akuisisi besar General Atlantic atas Sociolla sebagai ilustrasi. DealStreetAsia menjadi satu-satunya media yang memberitakan transaksi tersebut karena data perubahan kepemilikan muncul lebih dulu di dokumen resmi yang mereka pantau. “Itulah kekuatan data. Banyak transaksi tidak diumumkan secara terbuka, tapi semuanya tercatat di regulator. Kami menangkap itu,” jelasnya.

Menuju Singapore Summit

Menjelang akhir pidatonya, Joji mengumumkan tanggal resmi untuk konferensi tahunan DealStreetAsia di Singapura yang akan digelar pada 23–24 September. Acara tersebut akan menghadirkan lima jalur diskusi utama, mulai dari private equity, venture capital, hingga AI dan iklim.

Ia mengajak peserta Jakarta Summit untuk kembali bergabung di Singapura, sekaligus memanfaatkan harga tiket khusus yang ditawarkan bagi peserta awal.

Joji juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor, termasuk Hong Kong Stock Exchange, DFIN, ACV Capital, Redhill, dan Kickstart, yang telah mendukung acara ini selama bertahun-tahun.

Menutup sambutannya, ia mengajak peserta untuk aktif berdiskusi, memanfaatkan sesi tanya jawab, serta menjalin koneksi selama acara berlangsung, termasuk dalam sesi networking malam hari. “Kami ingin hari ini benar-benar bermakna. Bertanya, berdiskusi, dan berjejaring. Itulah esensi acara ini,” kata Joji sebelum secara resmi membuka rangkaian acara.

Dengan itu, The 7th Annual Edition of DealStreetAsia resmi dimulai, menandai satu lagi upaya mempertemukan modal, ide, dan strategi di tengah perubahan lanskap ekonomi Asia Tenggara.