Perencanaan Liburan Kini Berbasis AI: Wajah Baru Dunia Travel di 2026

(Business Lounge Journal – Travel)

Industri perjalanan global tengah memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar soal pergi dari satu kota ke kota lain, tetapi tentang bagaimana perjalanan dirancang secara lebih cerdas, personal, dan relevan dengan gaya hidup modern. Berdasarkan insight terbaru dari CheapOair, tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting di mana teknologi, konektivitas global, dan selera wisatawan yang semakin matang terangkum dalam satu ekosistem perjalanan yang lebih fleksibel. “Dunia kini terbuka lebih lebar dari sebelumnya,” ujar Thomas Spagnola, Senior Vice President of Partner Relationships di CheapOair. Pernyataan ini mencerminkan optimisme industri: maskapai membuka lebih banyak rute, kepercayaan wisatawan meningkat, dan teknologi membantu proses perencanaan perjalanan menjadi jauh lebih cepat dan intuitif.

Perencanaan perjalanan yang semakin cerdas

Salah satu perubahan paling signifikan terlihat dari cara perjalanan direncanakan. Kapasitas penerbangan global diperkirakan tumbuh sekitar 5% pada 2026, dengan pertumbuhan terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Ekspansi ini tidak hanya membuka akses ke destinasi baru, tetapi juga mempermudah koneksi lintas negara yang sebelumnya terasa rumit atau mahal.

Di saat yang sama, kecerdasan buatan (AI) mulai memainkan peran utama dalam industri travel. Berbagai alat berbasis AI kini membantu wisatawan menelusuri destinasi, menyusun itinerary, hingga merekomendasikan “hidden gems” yang tidak selalu muncul dalam panduan wisata konvensional. Teknologi ini membuat pengalaman merencanakan perjalanan terasa lebih personal—seolah setiap wisatawan memiliki travel consultant digital yang memahami preferensi mereka.

Pola pemesanan yang lebih matang dan strategis

Kebiasaan booking juga ikut berevolusi. Jika sebelumnya banyak pelancong mengandalkan keputusan mendadak, tren 2026 justru menunjukkan pergeseran ke perencanaan yang lebih awal dan terukur. Penerbangan domestik kini umumnya dipesan sekitar enam minggu sebelumnya, sementara perjalanan internasional direncanakan tujuh minggu atau lebih sebelum keberangkatan.

Menariknya, semakin banyak wisatawan yang memilih bandara sekunder untuk menghindari kepadatan dan menekan biaya. Contohnya, mendarat di London Gatwick alih-alih Heathrow, atau memilih bandara alternatif di kota-kota besar lainnya. Pilihan ini mencerminkan pendekatan baru dalam traveling: efisien, cerdas, dan sadar nilai.

Personalisasi sebagai standar baru

Maskapai dan penyedia layanan perjalanan pun merespons perubahan ini dengan memperluas opsi personalisasi. Mulai dari pemilihan kursi, bagasi, akses Wi-Fi, lounge bandara, hingga fasilitas perjalanan bersama hewan peliharaan di kabin—semuanya dirancang agar penumpang dapat menyesuaikan pengalaman terbang sesuai kebutuhan dan anggaran.

Bagi wisatawan modern, fleksibilitas ini bukan lagi fitur tambahan, melainkan ekspektasi dasar. Perjalanan tidak lagi bersifat “satu paket untuk semua”, tetapi menjadi rangkaian pilihan yang bisa dikurasi secara individual.

Destinasi baru, pengalaman yang lebih bermakna

Dari sisi destinasi, minat wisatawan mulai bergeser dari kota-kota yang terlalu mainstream ke lokasi yang menawarkan pengalaman unik dan autentik. CheapOair mencatat peningkatan ketertarikan pada tempat-tempat seperti Sardinia di Italia, Okinawa di Jepang, Phu Quoc di Vietnam, hingga Hobart di Tasmania. Di Amerika Serikat, kota-kota yang menjadi tuan rumah event besar atau mendapatkan tambahan rute penerbangan juga ikut menikmati lonjakan kunjungan.

Keseluruhan tren ini menunjukkan bahwa perjalanan di 2026 tidak lagi sekadar tentang “berapa banyak tempat yang dikunjungi”, melainkan seberapa relevan dan berkesan pengalaman tersebut bagi individu. Teknologi mempermudah, konektivitas memperluas pilihan, dan wisatawan semakin sadar bahwa perjalanan terbaik adalah yang dirancang sesuai dengan ritme dan nilai personal mereka.

Di era baru ini, travel bukan hanya soal destinasi—melainkan tentang bagaimana setiap perjalanan dirasakan, diingat, dan memberi makna.