(Business Lounge – Global News) Nestlé menarik sejumlah batch produk susu bayi SMA setelah ditemukan potensi keberadaan toksin berbahaya yang terkait dengan bakteri cereulide. Langkah penarikan ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan, namun langsung memicu perhatian luas karena menyangkut keamanan pangan untuk kelompok paling rentan, yakni bayi dan balita. Produk yang ditarik terutama beredar di beberapa pasar Eropa, dengan perusahaan menegaskan bahwa tidak semua varian terdampak.
Dalam pernyataannya, Nestlé menyebut bahwa penarikan dilakukan setelah pemeriksaan internal mengidentifikasi kemungkinan kontaminasi cereulide, toksin yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini dikenal tahan panas dan dapat menyebabkan gejala serius seperti muntah hebat, gangguan pencernaan, hingga komplikasi kesehatan lain jika tertelan dalam jumlah tertentu. Meski kasus paparan pada susu formula relatif jarang, potensi risikonya membuat perusahaan memilih bertindak cepat.
Nestlé menekankan bahwa penarikan ini bersifat terbatas dan spesifik pada batch tertentu, serta tidak berkaitan dengan seluruh portofolio produk susu bayinya. Perusahaan juga menyatakan belum menerima laporan cedera atau dampak kesehatan yang dikonfirmasi akibat konsumsi produk tersebut. Namun, kehati-hatian ekstra diambil mengingat reputasi merek dan standar keselamatan yang diharapkan konsumen, terutama orang tua.
Menurut pengamatan Reuters, kasus ini kembali menyoroti tantangan besar industri makanan bayi dalam menjaga rantai pasok yang steril dan bebas kontaminasi. Produk susu formula diproduksi melalui proses kompleks yang melibatkan bahan baku sensitif, fasilitas berskala besar, dan distribusi lintas negara. Sedikit saja gangguan pada kontrol kualitas dapat berdampak luas, baik secara kesehatan maupun reputasi.
Isu ini juga datang di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap produsen makanan bayi global. Financial Times mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, industri ini menghadapi tekanan tambahan terkait transparansi, pelabelan, dan standar keamanan, seiring meningkatnya kesadaran publik tentang risiko pangan. Penarikan produk, meski bersifat preventif, sering kali menjadi ujian kepercayaan antara produsen dan konsumen.
Bagi Nestlé, penarikan ini memiliki dimensi strategis. Perusahaan Swiss tersebut merupakan salah satu pemain terbesar dunia di segmen nutrisi bayi, dengan merek-merek yang telah lama dipercaya. Kecepatan dan keterbukaan dalam menangani potensi risiko menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar. Bloomberg mencatat bahwa investor dan analis cenderung menilai respons manajemen terhadap insiden semacam ini sama pentingnya dengan insiden itu sendiri.
Nestlé menyatakan telah bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat dan memperkuat prosedur pengujian di fasilitas terkait. Konsumen diminta memeriksa kode batch produk dan mengikuti panduan penarikan yang telah diumumkan. Perusahaan juga menyediakan mekanisme pengembalian dan penggantian produk bagi pelanggan yang terdampak.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa dalam industri makanan bayi, toleransi terhadap risiko nyaris nol. Setiap indikasi potensi bahaya, sekecil apa pun, dapat berubah menjadi isu global. Bagi Nestlé, bagaimana perusahaan ini menutup episode ini akan menjadi penentu apakah insiden tersebut dipandang sebagai gangguan sementara atau sebagai ujian serius terhadap standar keamanan yang selama ini menjadi fondasi bisnisnya.

