(Business Lounge – Global News) Fervo Energy kembali menarik perhatian dunia energi bersih setelah berhasil menghimpun pendanaan sebesar 462 juta dolar dan mendapatkan Google sebagai investor terbaru. Langkah ini menandai babak penting bagi perusahaan yang selama beberapa tahun terakhir dipandang sebagai salah satu pemimpin dalam pengembangan panas bumi generasi baru. Dengan dukungan kuat dari investor mapan, termasuk Breakthrough Energy Ventures milik Bill Gates, Fervo kini berada dalam posisi strategis untuk memperluas skala teknologi panas bumi canggih yang telah mereka kembangkan dan buktikan secara komersial.
Perusahaan ini dikenal sebagai pionir dalam memadukan teknologi pengeboran canggih dari industri perminyakan dengan konsep panas bumi konvensional. Pendekatan tersebut memungkinkan Fervo meningkatkan produksi panas bumi secara lebih efisien sekaligus menjangkau wilayah yang sebelumnya tidak dianggap layak untuk eksplorasi. Dengan inovasi seperti rekayasa reservoir, serat optik untuk pemantauan bawah tanah, dan desain sumur mirip shale drilling, Fervo telah menunjukkan bahwa panas bumi dapat menjadi sumber energi terbarukan yang stabil, fleksibel, dan bisa bersaing dengan energi fosil maupun energi terbarukan lain.
Masuknya Google sebagai investor bukan hanya simbol dukungan finansial, tetapi juga komitmen langsung terhadap penggunaan energi bersih dalam operasi perusahaan teknologi raksasa tersebut. Google sebelumnya sudah menjadi pelanggan Fervo melalui proyek geothermal yang dipakai untuk memasok listrik ke pusat data mereka. Dengan memperluas kemitraan ini ke tingkat investasi, Google memberi sinyal bahwa panas bumi canggih adalah komponen penting strategi mereka untuk mencapai target.
Berinvestasinya Google di Fervo juga mencerminkan kebutuhan mendesak perusahaan global untuk mencari sumber energi bersih yang dapat menyediakan pasokan listrik stabil 24 jam, berbeda dengan tenaga surya atau angin yang bersifat intermiten. Bagi raksasa teknologi seperti Google, stabilitas daya adalah kunci utama operasional pusat data dan layanan cloud. Dengan kemampuan panas bumi canggih untuk menghasilkan listrik bebas karbon secara konsisten, teknologi Fervo memberikan alternatif yang sangat menarik sekaligus menjawab tantangan pasokan energi hijau yang dapat diandalkan. Investasi ini menempatkan Fervo sebagai mitra strategis dalam transisi energi perusahaan skala besar.
Di sisi lain, pendanaan baru sebesar 462 juta dolar membuka peluang bagi Fervo untuk memperluas proyek-proyek panas bumi berskala besar di Amerika Serikat dan menyediakan cetak biru bagi ekspansi global di masa depan. Dana tersebut diperkirakan akan dialokasikan untuk pembangunan kapasitas produksi, riset lanjutan, serta pengembangan fasilitas baru yang dapat meningkatkan kecepatan komersialisasi teknologi. Dengan semakin banyak negara mencari sumber energi rendah karbon yang tidak tergantung cuaca, Fervo berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam perubahan lanskap energi terbarukan dunia. Keunggulan biaya dan kemampuannya menghasilkan listrik base-load menjadikan panas bumi canggih sebagai solusi yang mulai dilirik serius oleh pemerintah dan perusahaan utilitas.
Peran Breakthrough Energy Ventures sebagai pendukung lama Fervo turut mempertegas potensi teknologi ini. Dana ventura yang didirikan Bill Gates tersebut memiliki rekam jejak memilih proyek energi yang berpotensi memberikan dampak besar terhadap pengurangan emisi global. Dukungan berkelanjutan dari investor semacam ini bukan hanya menambah kepercayaan pasar, tetapi juga membantu Fervo membangun jaringan industri dan ilmiah yang diperlukan untuk mempercepat adopsi panas bumi generasi baru. Dengan rangkaian investor kelas dunia, momentum teknologi, serta meningkatnya permintaan akan energi bersih yang dapat diandalkan, Fervo Energy kini berdiri sebagai salah satu kandidat terkuat yang mampu mendorong transformasi besar dalam sektor energi global.

