(Business Lounge – Global News) ABN AMRO mengumumkan salah satu langkah restrukturisasi paling signifikan dalam sejarahnya dengan rencana memangkas sekitar 5.200 posisi kerja hingga tahun 2028. Kebijakan ini datang di tengah tekanan biaya yang semakin besar, persaingan sektor perbankan Eropa yang kian intens, serta tuntutan untuk mengadopsi teknologi yang lebih modern. Pemangkasan tenaga kerja tersebut setara hampir seperlima dari total seluruh pegawai bank, menunjukkan tingkat keseriusan manajemen dalam mengejar efisiensi jangka panjang.
Di bawah kepemimpinan CEO baru, Marguerite Bérard, bank menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar pengurangan biaya, melainkan bagian dari transformasi menyeluruh untuk memperbaiki struktur operasional. Bérard menyampaikan bahwa operasi bank saat ini masih terlalu kompleks, terlalu mahal, dan tidak lagi sesuai dengan tuntutan bisnis modern. Penyederhanaan proses serta penguatan bisnis inti diyakini dapat membawa bank kembali ke jalur pertumbuhan yang sehat.
Strategi efisiensi tersebut mencakup konsolidasi entitas hukum yang selama ini menambah beban administrasi serta memperlambat pengambilan keputusan. Selain itu, banyak sistem teknologi lama yang masih digunakan akan dipensiunkan secara bertahap. Sebagai gantinya, bank akan mempercepat implementasi otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam proses back-office hingga manajemen risiko. Dengan sistem yang lebih modern, bank berharap dapat mempercepat layanan sekaligus memangkas biaya operasional secara signifikan.
Pemangkasan karyawan akan ditempuh melalui dua cara — sebagian melalui attrisi, yaitu posisi yang dibiarkan kosong ketika pegawai pensiun atau mengundurkan diri, dan sebagian lagi melalui pemutusan jabatan langsung pada unit yang dinilai tidak lagi strategis. Tahun 2025 diperkirakan menjadi periode tersibuk dari proses pemangkasan ini, dengan lebih dari seribu posisi yang sudah dihapuskan pada tahun tersebut.
Transformasi ini diarahkan untuk mencapai target keuangan baru yang cukup agresif. ABN AMRO menargetkan return on equity minimal 12 persen dan rasio biaya terhadap pendapatan di bawah 55 persen pada 2028. Selain itu, pendapatan operasional bank ditargetkan melampaui 10 miliar euro dan rasio modal inti tetap berada pada tingkat yang sehat. Bank menilai bahwa dengan struktur yang lebih ramping dan fokus bisnis yang jelas, mereka dapat bersaing lebih efektif di pasar perbankan Eropa dan menjaga profitabilitas meski kondisi ekonomi penuh tantangan.
Restrukturisasi juga berdampak pada fokus bisnis ABN AMRO ke depan. Bank secara bertahap akan keluar dari bisnis yang dianggap kurang menguntungkan atau tidak sejalan dengan strategi baru. Sebagai contoh, divisi pinjaman konsumen sedang dalam proses dilepas dan eksposur kredit korporasi dikurangi. Sebaliknya, fokus akan diperkuat pada segmen perbankan ritel, hipotek, serta wealth management — bidang yang dinilai memberikan margin lebih stabil dan prospek pertumbuhan yang lebih menarik dalam jangka panjang.
Namun program besar ini bukan tanpa risiko. Pemangkasan pekerja pada skala besar dapat menekan moral pegawai yang masih bertahan dan memengaruhi kualitas layanan nasabah jika tidak dibarengi perbaikan proses internal yang memadai. Transformasi teknologi juga berpotensi menimbulkan gangguan operasional, terutama jika sistem baru belum teruji sepenuhnya saat menggantikan sistem lama yang sudah berjalan puluhan tahun.
Selain itu, perubahan besar dalam struktur organisasi membutuhkan adaptasi budaya. Bank harus memastikan komunikasi yang baik serta dukungan transisi bagi pegawai agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan cara kerja baru yang lebih terdigitalisasi. Ada kekhawatiran bahwa pergeseran cepat menuju otomatisasi dapat meninggalkan kesenjangan keterampilan yang perlu segera diatasi melalui pelatihan.
Dari sudut pandang ekonomi dan regulasi, sektor perbankan Eropa memang tengah berada dalam masa transformasi besar. Persaingan dengan fintech, tuntutan percepatan digitalisasi layanan, dan biaya kepatuhan yang semakin tinggi membuat efisiensi tidak lagi sebatas pilihan — melainkan kebutuhan mendesak. ABN AMRO ingin memastikan bahwa mereka bergerak lebih cepat daripada pesaing dalam menata ulang mesin bisnis mereka.
Meskipun banyak tantangan yang menunggu, optimisme tetap terlihat. Jika strategi ini berhasil, bank akan menjadi institusi yang lebih lincah, efisien, dan fokus pada pelanggan bernilai tinggi. Dengan struktur biaya yang lebih terkendali dan penggunaan teknologi modern, bank dapat meningkatkan profitabilitas tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Namun arah transformasi besar selalu membuka dua kemungkinan — keberhasilan atau sebaliknya. Periode 2025 hingga 2028 akan menjadi ujian penting sekaligus penentu nasib jangka panjang ABN AMRO. Keberhasilan tidak hanya diukur dari meningkatnya profitabilitas, tetapi juga dari kemampuan bank menjaga kepercayaan karyawan, nasabah, regulator, dan publik.

