Brookfield Asset Management

Brookfield Menggalang Dana $10 Miliar untuk Dana Infrastruktur AI Terbaru

(Business Lounge – Global News) Brookfield Asset Management sedang menggalang dana hingga $10 miliar untuk membentuk salah satu dana infrastruktur AI terbesar di dunia, sebuah langkah yang menegaskan bahwa ledakan investasi kecerdasan buatan kini telah memasuki fase pembangunan fisik berskala raksasa. Dalam proses penghimpunan dana tersebut, Brookfield telah menarik sejumlah investor strategis, termasuk Nvidia dan Kuwait Investment Authority (KIA), yang keduanya memandang infrastruktur fisik sebagai fondasi penting untuk pertumbuhan AI jangka panjang.

Langkah Brookfield ini mencerminkan pergeseran besar dalam peta persaingan global terkait infrastruktur digital. Jika selama dekade sebelumnya fokus investor tertuju pada pusat data tradisional dan jaringan telekomunikasi, maka era AI membutuhkan sesuatu yang jauh lebih besar: pusat data berkapasitas tinggi, sistem pendingin canggih, konsumsi energi masif yang stabil, dan akses listrik yang dapat diandalkan. Semua itu menuntut investasi infrastruktur fisik dalam skala yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Dalam rencana dana baru ini, Brookfield akan menempatkan modal pada pembangunan pusat data, fasilitas komputasi performa tinggi, jaringan energi terbarukan yang menopang penggunaan listrik intensif, dan infrastruktur transmisi yang memastikan pasokan daya tidak terputus. Fokus pada energi bukan kebetulan. Platform AI, termasuk model besar seperti yang dikembangkan Nvidia dan perusahaan AI generatif lainnya, membutuhkan pasokan listrik “hijau” yang berkelanjutan untuk menjaga reputasi perusahaannya sekaligus memenuhi tuntutan regulasi lingkungan yang semakin ketat.

Kehadiran Nvidia sebagai investor kunci memiliki makna strategis. Nvidia tidak hanya pemasok chip AI paling dominan di dunia; perusahaan ini juga membutuhkan ekosistem fisik yang mampu menyerap dan memaksimalkan teknologi semikonduktornya. Tanpa pusat data raksasa yang memiliki infrastruktur pendingin dan energi berskala gigawatt, peningkatan kemampuan GPU Nvidia akan terhambat. Investasi ini, dengan kata lain, adalah cara bagi Nvidia untuk mempercepat ekspansi permintaan terhadap produknya sekaligus mengurangi risiko bottleneck infrastruktur.

Dari sisi geopolitik, keterlibatan Kuwait Investment Authority juga menunjukkan bagaimana negara-negara dengan cadangan likuiditas besar mulai melihat AI sebagai proyek infrastruktur generasi berikutnya, setara dengan minyak, pelabuhan, atau jaringan listrik. KIA memandang bahwa pembangunan fasilitas AI di berbagai belahan dunia akan menciptakan arus pendapatan stabil jangka panjang—karakteristik yang sangat sesuai dengan portofolio sovereign wealth fund.

Brookfield sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu pengelola aset infrastruktur terbesar di dunia, dengan portofolio yang mencakup energi terbarukan, jaringan listrik, dan fasilitas real estat skala besar. Perusahaan ini melihat bahwa infrastruktur AI akan menjadi salah satu pilar ekonomi global dalam dua dekade ke depan. Dalam beberapa tahun terakhir, Brookfield juga telah mempercepat ekspansi ke sektor pusat data dengan mengakuisisi aset strategis di Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, hingga Asia.

Tidak mengherankan jika saat ini permintaan terhadap pusat data melonjak pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan cloud besar seperti Amazon Web Services, Google Cloud, dan Microsoft Azure kewalahan memenuhi kebutuhan komputasi para pengembang AI. Banyak dari mereka bahkan harus melakukan kemitraan atau menyewa kapasitas dari operator eksternal untuk mengejar pertumbuhan permintaan. Dalam konteks ini, Brookfield melihat peluang pasar bernilai triliunan dolar.

Namun, pembangunan infrastruktur AI juga bukan tanpa tantangan. Tantangan utama adalah energi. Pusat data AI berpotensi mengonsumsi daya hingga 5–10 kali lebih besar daripada pusat data tradisional. Brookfield berencana mengintegrasikan fasilitas AI dengan pembangkit listrik terbarukan seperti matahari, angin, dan hidro untuk memastikan pasokan energi rendah karbon. Ini bukan hanya strategi bisnis, tetapi juga kebutuhan praktis. Banyak negara dan regulator kini membatasi izin pembangunan pusat data jika tidak didukung oleh rencana energi berkelanjutan.

Tantangan lainnya adalah ketersediaan lahan dan skala waktu pembangunan, yang sering kali memakan waktu bertahun-tahun. Karena itu, Brookfield akan memanfaatkan kehadiran globalnya untuk mempercepat proses melalui jaringan mitra lokal, hubungan dengan pemerintah, serta pengalaman dalam mengelola proyek fisik multinegara.

Investor melihat dana Brookfield ini sebagai salah satu instrumen strategis yang akan membentuk masa depan teknologi global. AI tidak hanya keajaiban perangkat lunak; AI bergantung pada infrastruktur keras yang sangat besar dan kompleks. Dan siapa pun yang menguasai infrastruktur tersebut memiliki posisi yang sangat kuat dalam rantai nilai.

Dengan komitmen modal hingga $10 miliar, dukungan pemain kunci seperti Nvidia, dan fokus pada pembangunan pusat data serta energi terbarukan, Brookfield sedang memantapkan posisinya sebagai pemain utama dalam ekonomi AI generasi berikutnya. Langkah ini memproyeksikan bahwa infrastruktur AI akan menjadi salah satu sektor investasi paling penting dalam dekade mendatang, dengan potensi tingkat pengembalian yang kuat dan stabil.

Rencana dana ini tidak hanya mencerminkan meningkatnya permintaan global terhadap kapasitas komputasi AI, tetapi juga menandai awal era baru di mana infrastruktur keras akan menentukan kecepatan inovasi digital. Brookfield, dengan pengalaman panjang dan modal besar, tampaknya siap berdiri di garis depan transformasi tersebut.