(Business Lounge – Global News) Bank besar Belanda ABN Amro mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat posisinya di pasar domestik dengan mengakuisisi NIBC Bank dari raksasa investasi Amerika Serikat, Blackstone Group, dalam kesepakatan senilai sekitar $1,1 miliar. Seperti dilaporkan Reuters dan Bloomberg, transaksi ini menandai salah satu akuisisi terbesar ABN Amro dalam satu dekade terakhir dan mencerminkan ambisi bank untuk meningkatkan profitabilitas melalui ekspansi di segmen pembiayaan korporat dan ritel yang lebih menguntungkan.
ABN Amro menyatakan bahwa akuisisi ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan pengembalian investasi (ROI) sekitar 18% pada tahun 2029. Menurut pernyataan resmi yang dikutip oleh Financial Times, bank tersebut melihat peluang sinergi yang kuat antara portofolio kredit NIBC — yang berfokus pada pembiayaan korporasi menengah dan real estat — dengan lini bisnis inti ABN Amro.
Chief Executive Officer ABN Amro, Robert Swaak, mengatakan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah logis dalam strategi jangka panjang bank untuk memperkuat skala dan daya saing di pasar Belanda. “Kami memperluas pijakan kami dalam segmen bisnis yang kami kenal baik, sambil menjaga disiplin modal dan memastikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham,” ujarnya sebagaimana dikutip Bloomberg News.
NIBC, yang sebelumnya dikendalikan mayoritas oleh Blackstone sejak 2020, memiliki reputasi kuat di bidang pembiayaan perusahaan menengah dan real estat komersial. Bank ini juga memiliki portofolio kredit yang relatif stabil, meskipun menghadapi tekanan dari pengetatan kebijakan moneter di kawasan Eropa. Dengan akuisisi ini, ABN Amro berharap dapat memanfaatkan basis nasabah NIBC yang luas untuk memperkuat penetrasi di sektor korporat dan perbankan bisnis.
Menurut Reuters, kesepakatan ini akan dibiayai sepenuhnya dengan kas internal ABN Amro, menunjukkan posisi modal yang kuat dari bank tersebut. Setelah akuisisi rampung, NIBC akan beroperasi di bawah naungan ABN Amro tetapi mempertahankan sebagian merek dan tim manajemennya selama masa transisi.
Pasar merespons positif pengumuman ini. Saham ABN Amro naik tipis di perdagangan Amsterdam, mencerminkan optimisme investor terhadap potensi sinergi dan peningkatan laba di tahun-tahun mendatang. Analis dari Jefferies menilai langkah ini sebagai “akuisisi yang strategis dan akretif terhadap laba,” terutama mengingat target pengembalian investasi sebesar 18% yang dinilai ambisius namun realistis mengingat kondisi suku bunga saat ini.
Sementara itu, bagi Blackstone, penjualan NIBC merupakan langkah keluar yang menguntungkan setelah empat tahun kepemilikan. Seperti dilaporkan Financial Times, Blackstone telah berupaya melepas kepemilikan mayoritasnya sejak 2023 untuk memusatkan investasi pada aset alternatif dan sektor teknologi keuangan yang memiliki margin lebih tinggi.
Langkah ini juga mencerminkan konsolidasi yang berlanjut di sektor perbankan Eropa, di mana bank-bank besar mencari cara untuk memperluas pendapatan non-bunga dan menekan biaya operasional di tengah tekanan regulasi yang meningkat. Menurut Bloomberg Intelligence, merger dan akuisisi lintas bank di Eropa diperkirakan akan terus meningkat hingga 2026 karena lembaga keuangan berusaha memperkuat neraca dan efisiensi modal pasca-pandemi.
Dengan akuisisi NIBC, ABN Amro menegaskan posisinya sebagai salah satu bank dengan pengaruh terbesar di Belanda, memperluas jangkauannya di segmen pembiayaan korporasi sambil mempertahankan fokus pada stabilitas keuangan jangka panjang. Jika integrasi berjalan lancar, langkah ini berpotensi menjadi katalis baru bagi pertumbuhan laba ABN Amro di tengah lanskap perbankan Eropa yang semakin kompetitif.

