Instagram Perketat Pengawasan Interaksi Remaja dengan AI

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram, mengumumkan serangkaian pembaruan baru untuk memperkuat perlindungan bagi pengguna remaja di platformnya. Melalui kebijakan terbaru ini, orang tua kini dapat mengatur bagaimana — bahkan apakah — anak remaja mereka dapat berinteraksi dengan karakter berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semakin banyak hadir di ekosistem Instagram.

Fitur kontrol baru ini memungkinkan orang tua untuk memblokir sebagian karakter AI atau menonaktifkan akses sepenuhnya dari akun anak. Namun, meskipun seluruh karakter AI diblokir, pengguna remaja tetap akan memiliki akses terbatas kepada asisten AI bawaan Meta yang diklaim sudah dilengkapi perlindungan otomatis sesuai usia. Menurut pernyataan Meta, fitur ini dirancang dengan “default, age-appropriate protections” yang disesuaikan dengan kebijakan keselamatan pengguna remaja.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Meta untuk memperbaiki sistem pengawasan terhadap interaksi digital anak muda setelah perusahaan tersebut mendapat sorotan tajam dari publik. Beberapa bulan sebelumnya, laporan Reuters mengungkap bahwa dokumen internal Meta memperbolehkan chatbot AI terlibat dalam percakapan romantis dengan anak di bawah umur. Temuan ini memicu kekhawatiran serius, mendorong 42 jaksa agung dari berbagai negara bagian AS dan dua wilayah teritorial mengirimkan surat peringatan kepada 13 perusahaan pengembang AI — termasuk Meta. Mereka menegaskan komitmen untuk menggunakan seluruh kewenangan hukum demi mencegah potensi eksploitasi terhadap anak oleh produk berbasis AI.

Selain fitur pemblokiran interaksi dengan karakter AI, Meta juga memperkenalkan sistem penyaringan konten baru yang mengikuti panduan peringkat film “PG-13.” Artinya, AI di platform Meta diharapkan tidak memberikan respons yang dianggap tidak pantas atau berlebihan untuk pengguna remaja — seperti konten bernuansa kekerasan, seksual, atau promosi produk dewasa seperti alkohol dan tembakau. “Kebijakan terbaru ini memperluas perlindungan yang telah lama kami terapkan,” kata Meta dalam pernyataannya. “Kami ingin memastikan pengalaman yang tetap positif, informatif, dan aman bagi remaja di platform kami.”

Pembaruan ini akan mulai diterapkan pada awal tahun depan, dimulai dari platform Instagram, dan tersedia di beberapa negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. Orang tua nantinya juga dapat menambahkan lapisan pengawasan tambahan dengan mode penyaringan yang lebih ketat, yang dapat memblokir lebih banyak jenis konten dibandingkan versi PG-13 standar.

Menariknya, Meta juga menyiapkan fitur baru yang memberikan insight bagi orang tua mengenai topik apa saja yang dibicarakan anak mereka dengan karakter AI maupun asisten AI. Meski begitu, perusahaan belum menjelaskan secara detail bagaimana bentuk insight tersebut akan ditampilkan, atau sejauh mana data percakapan akan diakses oleh orang tua.

Meta menegaskan bahwa karakter AI yang dikembangkan untuk pengguna remaja telah dirancang agar tidak membahas topik sensitif seperti bunuh diri, gangguan makan, atau perilaku menyakiti diri. Namun, para peneliti keamanan digital tetap memperingatkan bahwa pembatasan usia pada chatbot sering kali mudah dilewati, terutama karena sistem verifikasi umur di dunia maya masih lemah dan mudah dimanipulasi.

Meta bukan satu-satunya perusahaan yang menyesuaikan kebijakan untuk pengguna remaja di tengah gelombang adopsi AI generatif. OpenAI, pengembang ChatGPT, juga meluncurkan versi remaja dari chatbot-nya pada September lalu, lengkap dengan kontrol orang tua dan penyaringan konten yang lebih ketat. Langkah ini menandai tren baru di industri teknologi yang mulai lebih serius memperhatikan dampak sosial dan psikologis dari interaksi manusia dengan kecerdasan buatan.

Bagi Meta, pembaruan ini bukan sekadar respons terhadap tekanan publik, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menjaga kepercayaan pengguna di tengah persaingan global dalam pengembangan AI sosial. Di satu sisi, teknologi AI membuka peluang bagi pengalaman pengguna yang lebih interaktif dan personal; namun di sisi lain, potensi penyalahgunaan teknologi ini terhadap kelompok rentan seperti anak-anak tetap menjadi tantangan besar yang perlu terus diawasi.

Melalui kebijakan baru ini, Meta tampaknya ingin menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang tidak hanya memimpin dalam inovasi AI, tetapi juga berupaya memastikan bahwa kemajuan teknologi tersebut tidak mengorbankan aspek keselamatan dan etika digital — terutama bagi generasi muda yang tumbuh di dunia yang semakin terkoneksi oleh algoritma.