Ferrero

Ferrero Dekati Akuisisi Raksasa Sereal AS

(Business Lounge – Global News) Ferrero Group, perusahaan makanan asal Italia yang dikenal luas sebagai produsen Nutella, Kinder, dan permen Ferrero Rocher, dikabarkan hampir mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi WK Kellogg Co., produsen sereal ternama di Amerika Serikat yang membuat merek-merek ikonik seperti Froot Loops, Frosted Flakes, Corn Flakes, dan Rice Krispies. Menurut laporan eksklusif dari The Wall Street Journal dan didukung oleh sumber Reuters, kesepakatan ini bisa diumumkan secara resmi dalam beberapa hari ke depan.

Negosiasi ini menunjukkan ambisi Ferrero untuk memperluas portofolio bisnisnya secara agresif di sektor makanan sarapan, khususnya di pasar Amerika Utara yang besar namun sangat kompetitif. WK Kellogg, yang merupakan spin-off dari Kellogg Company sejak 2023, saat ini tengah berjuang memperkuat posisinya dalam kategori sereal yang telah lama stagnan karena perubahan selera konsumen. Jika transaksi ini berhasil, Ferrero diperkirakan akan mengambil alih seluruh portofolio merek sereal legendaris milik WK Kellogg, termasuk kapasitas produksi dan jaringan distribusinya.

WK Kellogg Co. sebelumnya dipisahkan dari perusahaan induk Kellogg sebagai bagian dari strategi pemisahan dua lini bisnis utama: sereal dan makanan ringan. Unit sereal diberi nama WK Kellogg Co. dan berfokus pada pasar AS, sementara unit global makanan ringan tetap berada di bawah Kellanova. Sejak spin-off tersebut, WK Kellogg menghadapi tantangan berat, mulai dari tekanan margin, naiknya biaya bahan baku, hingga menurunnya konsumsi sereal di kalangan konsumen muda. Berdasarkan laporan keuangan terakhirnya, penjualan WK Kellogg turun 1,9% secara tahunan.

Di sisi lain, Ferrero selama lima tahun terakhir telah menjalankan strategi ekspansi agresif di Amerika. Pada 2018, perusahaan ini mengakuisisi bisnis permen Nestlé di AS senilai 2,8 miliar dolar AS, yang mencakup merek seperti Butterfinger dan Baby Ruth. Kemudian, Ferrero juga membeli produk kue dan camilan dari Kellogg Company seperti Keebler dan Famous Amos. Jika akuisisi WK Kellogg berjalan lancar, maka Ferrero akan semakin memperkuat pijakan strategisnya sebagai raksasa makanan yang bukan hanya menguasai camilan manis, tetapi juga segmen sarapan.

Menurut analis industri makanan dari RBC Capital Markets, akuisisi ini bisa memberikan Ferrero akses ke kategori sereal yang, meski mengalami stagnasi, masih bernilai lebih dari 20 miliar dolar AS di pasar domestik Amerika. Meski konsumsi sereal menurun di beberapa segmen usia, merek-merek seperti Frosted Flakes dan Froot Loops tetap memiliki kekuatan brand yang luar biasa di benak konsumen. Ditambah dengan tren nostalgia yang sedang naik daun di industri makanan, portofolio WK Kellogg dianggap sebagai aset dengan potensi revitalisasi tinggi jika dikombinasikan dengan inovasi dan kekuatan pemasaran Ferrero.

Ferrero dikenal sebagai perusahaan swasta yang dikelola keluarga, dengan budaya yang berhati-hati namun sangat fokus pada pertumbuhan jangka panjang. Berbeda dengan pesaing global seperti Nestlé atau Mondelez, Ferrero relatif jarang melakukan ekspansi lewat merger dan akuisisi besar sebelum tahun 2017. Namun dalam delapan tahun terakhir, strategi ini berubah drastis. Kini, Ferrero telah menambahkan lebih dari 10 merek ke dalam portofolionya dan memperluas jangkauan produksi di Amerika Serikat, termasuk membuka kantor pusat regional di New Jersey dan fasilitas distribusi baru di Georgia.

Dari sisi struktur keuangan, belum ada rincian harga akuisisi yang diungkap ke publik, tetapi sumber Bloomberg memperkirakan nilai transaksi berada di kisaran 2 miliar hingga 2,5 miliar dolar AS, tergantung struktur utang WK Kellogg dan penyesuaian nilai inventaris. Jika angka ini akurat, maka ini akan menjadi salah satu akuisisi makanan terbesar di paruh kedua tahun 2025, menandai kebangkitan aktivitas merger dan akuisisi setelah periode relatif tenang sejak pandemi.

Pihak WK Kellogg maupun Ferrero belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun sumber internal menyatakan bahwa due diligence telah memasuki tahap akhir dan pembahasan struktur integrasi sedang berlangsung. Diperkirakan bahwa WK Kellogg akan tetap mempertahankan identitas mereknya, namun masuk ke dalam jaringan operasional global Ferrero. Ini akan memungkinkan perusahaan asal Italia tersebut untuk memanfaatkan skala ekonomi dalam distribusi dan logistik, serta memperkenalkan inovasi produk seperti sereal dengan varian cokelat atau versi rendah gula yang kini tengah menjadi tren di pasar Eropa.

Para investor dan analis menyambut langkah ini dengan antusias. Saham Kellanova, perusahaan induk dari WK Kellogg sebelum spin-off, naik hampir 4% di bursa setelah rumor akuisisi mencuat. Para analis menilai bahwa keluarnya WK Kellogg dari struktur publik dan masuk ke tangan swasta seperti Ferrero bisa membuka ruang efisiensi yang selama ini terhambat oleh kewajiban pelaporan kuartalan dan tekanan pasar modal.

Namun tantangan tetap ada. Pasar sereal di Amerika menghadapi tekanan dari perubahan gaya hidup yang mendorong konsumen ke arah sarapan cepat saji yang lebih tinggi protein dan rendah gula, seperti protein bar, yogurt, atau smoothie. Ferrero harus menemukan cara untuk menyegarkan kembali merek sereal klasik tanpa mengorbankan warisan rasa dan nilai nostalgia yang melekat padanya.

Konsolidasi sektor makanan seperti ini juga menimbulkan pertanyaan dari sisi regulasi. Komisi Perdagangan Federal (FTC) di bawah pemerintahan saat ini lebih aktif dalam meninjau transaksi besar di sektor makanan dan ritel. Namun karena keduanya tidak dianggap sebagai pesaing langsung di segmen inti, banyak pengamat menilai akuisisi ini kemungkinan akan lolos dari pengawasan ketat.

Jika kesepakatan ini berhasil diselesaikan minggu ini seperti yang diperkirakan, Ferrero akan menguasai portofolio merek sereal dengan penetrasi rumah tangga tertinggi di AS. Bagi konsumen, mungkin mereka tidak akan melihat perubahan langsung dalam kemasan atau harga, tetapi dalam jangka menengah, produk-produk sarapan tersebut kemungkinan akan mendapatkan napas baru—dengan inovasi, varian rasa baru, atau strategi pemasaran yang lebih agresif.

Dengan langkah ini, Ferrero tidak hanya memperluas cakupan bisnisnya, tapi juga mendekatkan diri pada status sebagai pemain utama dalam industri makanan global, mengimbangi langkah kompetitor seperti General Mills dan Post Holdings. Dunia sereal sarapan, yang dulu tampak stagnan, bisa saja menjadi panggung berikutnya bagi transformasi besar yang digerakkan oleh kekuatan global dan strategi yang berani.