(Business Lounge Journal – Human Resources)
Dalam dunia kerja modern, kenyamanan dan kesehatan karyawan menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja. Salah satu aspek yang sering terabaikan adalah desain ruang kerja yang ergonomis. Ruang kerja yang tidak mempertimbangkan aspek ergonomi dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental karyawan.
Masalah Kesehatan Fisik
Ruang kerja yang tidak ergonomis biasanya memiliki kursi kurang nyaman, meja yang terlalu tinggi atau rendah, posisi monitor yang tidak tepat, dan pencahayaan yang buruk. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti sakit punggung, nyeri leher, sakit kepala, dan gangguan penglihatan. Postur tubuh yang salah dan penggunaan furniture yang tidak sesuai ergonomi dapat menyebabkan kelelahan otot serta masalah jangka panjang seperti carpal tunnel syndrome dan scoliosis.
Menurunnya Produktivitas dan Konsentrasi
Karyawan yang merasa tidak nyaman di tempat kerja cenderung sulit berkonsentrasi dan lebih mudah merasa lelah. Ketidaknyamanan fisik mengganggu fokus dan mengurangi kemampuan untuk menyelesaikan tugas secara efisien. Akibatnya, pekerjaan menjadi berlarut-larut dan kualitas hasil kerja menurun. Selain itu, sering merasa sakit atau tidak nyaman bisa meningkatkan absensi karena kebutuhan untuk istirahat atau pengobatan.
Dampak Mental dan Stres
Ruang kerja yang tidak ergonomis juga dapat menimbulkan stres. Ketidaknyamanan fisik yang terus-menerus dialami dapat meningkatkan tingkat frustrasi dan bahkan menyebabkan kelelahan mental. Kondisi ini bisa berdampak pada suasana hati dan motivasi karyawan, yang berujung pada menurunnya kinerja dan suasana kerja yang tidak kondusif.
Dampak Jangka Panjang
Kalau dibiarkan dalam jangka panjang, masalah kesehatan fisik akibat ruang kerja tidak ergonomis bisa berkembang menjadi penyakit kronis yang cukup serius, seperti gangguan muskuloskeletal dan masalah penglihatan permanen. Selain itu, biaya kesehatan dan absensi yang tinggi akan menjadi beban tambahan bagi perusahaan.
Investasi pada desain ruang kerja yang ergonomis sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Dengan memperhatikan aspek ergonomi, perusahaan tidak hanya melindungi kesehatan karyawan tetapi juga meningkatkan efisiensi dan motivasi kerja. Mengubah ruang kerja menjadi lebih nyaman dan ergonomic merupakan langkah bijak untuk keberhasilan jangka panjang.
Untuk menciptakan ruang kerja yang ergonomis, beberapa aspek harus diatur dengan baik, antara lain:
- Kursi yang sesuai: Pilih kursi dengan penyangga punggung yang baik, bisa disesuaikan tinggi dan kedalamannya agar kaki menapak di lantai dan posisi punggung nyaman.
- Meja yang tepat: Tinggi meja harus sejajar dengan siku saat lengan ditekuk 90 derajat, agar tidak menimbulkan ketegangan pada bahu dan leher.
- Posisi monitor: Tempatkan monitor sejajar dengan mata, sekitar 50-70 cm dari wajah, dan bagian atas layar sejajar dengan mata agar tidak menunduk atau menengadah.
- Penempatan keyboard dan mouse: Kedua perangkat ini harus berada dalam jangkauan tangan dan tidak menyebabkan pergelangan tangan membungkuk.
- Pencahayaan yang baik: Pastikan ruangan cukup terang dan pencahayaan tidak menghasilkan silau di layar komputer.
- Pengaturan posisi tubuh: Duduk dengan punggung tegak, bahu rileks, dan kaki menapak rata di lantai atau alat pengangkat kaki.
- Istirahat teratur: Berikan waktu istirahat setiap 30-60 menit untuk meregangkan otot dan mengurangi ketegangan.
- Pengaturan alat pendukung: Gunakan sandaran lumbar, alas kaki, atau pengangkat monitor jika diperlukan untuk menyesuaikan posisi tubuh.
Mengatur aspek-aspek ini akan membantu mencegah ketegangan otot, nyeri, dan gangguan kesehatan lainnya, serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas saat bekerja.

