(Business Lounge Journal – Global News)
Amazon kembali membuat gebrakan di dunia kecerdasan buatan (AI) dengan memperkenalkan model AI terbarunya yang dapat membantu pengguna melakukan berbagai tugas secara otomatis di dalam browser web.
Dalam video demo yang dirilis oleh Amazon, teknologi ini—yang diberi nama Nova Act—ditunjukkan sedang mencari apartemen di sebuah situs web dan mengurutkannya berdasarkan jarak bersepeda ke stasiun kereta terdekat. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan waktu dan usaha, seperti mencari informasi dan menyaring data, dengan bantuan AI yang bekerja secara otomatis di latar belakang.
Saat ini, Nova Act masih dalam tahap uji coba (research preview), tetapi Amazon sudah membuka akses bagi para pengembang di Amerika Serikat untuk mulai menggunakan teknologi ini. Dengan Nova Act, pengembang dapat membangun AI agents—yakni sistem kecerdasan buatan yang mampu menyelesaikan tugas secara mandiri tanpa campur tangan manusia.
Nova Act: Langkah Besar Menuju AI yang Lebih Mandiri
Amazon menyebut Nova Act Software Development Kit (SDK) sebagai langkah penting dalam pengembangan AI yang benar-benar bisa diandalkan. Teknologi ini memungkinkan pengembang untuk memecah tugas yang kompleks menjadi serangkaian perintah kecil, atau yang disebut atomic commands. Beberapa contoh perintah ini termasuk pencarian data di web, menyelesaikan transaksi (checkout), serta menjawab pertanyaan seputar tampilan layar yang sedang diakses pengguna.
Peluncuran Nova Act merupakan kelanjutan dari pengembangan AI Nova yang pertama kali diperkenalkan oleh Amazon pada Desember 2024 di acara tahunan re:Invent, yang berfokus pada inovasi di bidang layanan web untuk pengembang.
Namun, Amazon bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang berinvestasi besar-besaran dalam AI yang dapat bekerja secara mandiri. Saat ini, banyak perusahaan teknologi raksasa berlomba-lomba mengembangkan AI agents yang mampu membantu pengguna dalam berbagai aktivitas digital.
Persaingan Ketat di Dunia AI: OpenAI dan Google Tak Mau Ketinggalan
Salah satu pesaing utama Amazon di bidang ini adalah OpenAI, yang pada Januari 2025 telah meluncurkan AI bernama Operator. AI ini diklaim mampu menjalankan berbagai tugas di web atas nama pengguna, termasuk mengetik, mengklik tombol, menggulir halaman, hingga mengisi formulir secara otomatis. Bahkan, OpenAI menyebut bahwa Operator dapat membantu pengguna berbelanja bahan makanan secara online dengan memilih produk dan menyelesaikan pembayaran secara otomatis.
Tak hanya itu, pada Februari 2025, OpenAI kembali memperkenalkan Deep Research, sebuah AI yang memiliki kemampuan menganalisis dan menyusun laporan dari berbagai sumber informasi di internet. AI ini dirancang untuk melakukan riset mendalam dengan mengumpulkan dan menyaring informasi dari banyak situs web, serta menyusun data tersebut agar lebih mudah dipahami oleh pengguna.
Google juga tidak mau ketinggalan dalam persaingan ini. Raksasa teknologi tersebut telah meluncurkan alat riset dengan nama yang sama, Deep Research, yang menawarkan fitur serupa dengan AI dari OpenAI.
Persaingan ketat di bidang AI ini menunjukkan bahwa masa depan teknologi akan semakin mengarah pada sistem otomatisasi yang lebih canggih. Jika saat ini AI masih membutuhkan pengawasan manusia untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu, dalam beberapa tahun ke depan AI mungkin akan mampu bekerja secara penuh tanpa perlu campur tangan manusia.
Investasi Besar-Besaran Amazon dalam AI
Amazon tampaknya sangat serius dalam mengembangkan teknologi AI yang lebih maju. Dalam laporan keuangan kuartal keempat yang dirilis pada Februari 2025, CEO Amazon, Andy Jassy, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menghabiskan sekitar $26,3 miliar untuk belanja modal (capital expenditure), dan sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk investasi AI di Amazon Web Services (AWS).
Jassy juga menambahkan bahwa pengeluaran besar ini kemungkinan akan terus berlanjut. Ia memperkirakan bahwa investasi tahunan Amazon dalam pengembangan AI bisa mencapai $100 miliar pada tahun 2025.
Besarnya investasi ini menunjukkan bahwa Amazon tidak hanya ingin bersaing di pasar AI, tetapi juga berambisi menjadi pemimpin utama di bidang ini. Dengan hadirnya Nova Act, Amazon berharap bisa mempercepat perkembangan AI yang dapat bekerja secara mandiri dan memberikan pengalaman yang lebih efisien bagi pengguna di seluruh dunia.
Di masa depan, teknologi seperti Nova Act mungkin akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, membantu pengguna dalam berbagai aktivitas digital, mulai dari mencari informasi, berbelanja, hingga menyelesaikan tugas-tugas rutin di internet dengan lebih cepat dan efisien.