(Business Lounge – Business Insight) Cisco Systems merupakan raksasa jaringan di Silicon Valley dengan John Chambers sebagai pucuk pimpinannya. Chambers baru saja memutuskan untuk mengundurkan diri pada Juli mendatang setelah memimpin Cisco selama dua dekade. Penggantinya pun sudah ditunjuk yaitu Chuck Robbins,
Namun penunjukkan Robbins sebagai pengganti Chambers cukup menjadi perhatian dan pertanyaan bagi sebagian orang yang menekuni industri teknologi khususnya jaringan komputer. Chuck Robbins sebelumnya menjabat Senior Vice President dalam sektor Worldwide Field Operations dengan tanggung jawab dalam penjualan global produk Cisco. Pesaing kandidatnya, Robert Lloyd yang dinilai lebih memiliki kapasitas serta pengalaman justru tidak terpilih dalam estafet kepemimpinan Cisco. Lloyd saat ini menjabat sebagai President Development & Sales dengan tanggung jawab dalam menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan inovasi yang ditawarkan perusahaan. Rumor mengenai akan diangkatnya Lloyd menjadi penerus Chambers sudah lama berhembus mengingat perusahaan telah melakukan ‘audisi’ selama setahun lebih untuk memilih calon CEO Cisco yang baru. Sedangkan Robbins baru diberitahukan mengenai perihal tersebut pada Jumat lalu.
Seperti yang kita ketahui, Cisco merupakan industri yang lebih terfokus pada keahlian teknis sehingga sosok Robbins yang sebelumnya berfokus pada sisi penjualan dan marketing perusahaan menjadi cukup asing di mata karyawan Cisco pada umumnya.
Namun bukan berarti kiprah Chambers di Cisco berakhir. Beliau ditunjuk menjadi Executive Chairman dan tanggung jawab beliau adalah mengawasi kinerja CEO Cisco yang baru saja terpilih ke depan yakni Chuck Robbins.
Di bawah kepemimpinan Chambers, Cisco menoreh beberapa prestasi diantaranya berhasil meningkatkan revenue perusahaan dari yang sebelumnya US$ 1,2 miliar (setara dengan Rp 13 triliun) pada tahun 1995 menjadi US$ 47,1 miliar (setara dengan Rp 614 triliun) pada tahun 2015, jumlah karyawan yang semakin meningkat dari yang tadinya berjumlah kurang dari 4000 orang, saat ini Cisco memperkerjakan lebih dari 70000 orang di seluruh dunia. Selain itu, beliau juga sempat mendapatkan penghargaan “100 Orang yang Paling Berpengaruh” dari majalah bergengsi TIME.
Grafik di atas memperlihatkan kinerja saham Cisco selama kepemimpinan Chambers. Pada tahun 2000 awal, Chambers sempat membawa Cisco menjadi perusahaan yang berada di puncak industri teknologi. Namun dalam waktu 10 tahun terakhir, kinerja saham Cisco tidak sebaik 10 tahun pertama kepemimpinan Chambers. Hal tersebut bisa menjadi salah satu alasan mengapa Chambers memutuskan untuk meninggalkan jabatan CEO. Beliau mengharapkan adanya suatu terobosan baru yang bisa dilakukan oleh penggantinya dalam membawa Cisco ke arah yang lebih baik dari yang sekarang.
Cisco Systems merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar dari Amerika Serikat yang bisnisnya berfokus pada desain, manufaktur, serta penjualan peralatan jaringan. Cisco didirikan oleh Leonar Bosack di San Fransisco, California Amerika Serikat. Saat ini Cisco bermarkas di San Jose, wilayah California.
Seno Kuncoro/VMN/BL/Analyst Vibiz Research
Editor: Ruth Berliana


