Google Masih Paling Diminati Para Pencari Kerja

(Business Lounge – Business Insight) Sekali lagi, Google dinyatakan sebagai perusahaan pemberi kerja terpopuler di antara para sarjana komputer, menurut sebuah survei baru-baru ini seperti dilansir oleh WSJ. Survei ini diadakan oleh Universum Global, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang talent strategy dan diajukan kepada lebih dari 3.200 sarjana jurusan ilmu komputer dari 275 perguruan tinggi. Survei ini menemukan bahwa mesin pencari raksasa Google berada pada puncak perusahaan pemberi kerja terpopuler diikuti oleh Microsoft Corp, Apple, Amazon.com, dan Facebook.

Perusahaan start ups teknologi baru seperti Uber Technologies, atau Airbnb tidak ikut di dalam survei, karena mereka belum merekrut mahasiswa dalam jumlah yang cukup besar, demikian dikatakan Universum. (Universum Global memungkinkan responden survei untuk menulis perusahaan yang tidak terdaftar di survei, Universum mengatakan akan menggunakan umpan balik itu untuk mengevaluasi pemberi kerja baru untuk dimasukkan dalam survei mendatang).

Sejak tahun 2008, sejak Universum mulai melakukan survei atas pemberi kerja yang paling diinginkan, Google telah menjadi yang pertama di antara para lulusan jurusan ilmu komputer. Sebagian besar dari mereka mengasosiasikan raksasa teknologi dengan “lingkungan kerja yang kreatif dan dinamis,” demikian dikatakan survei tersebut. Selain itu popularitas perusahaan terus meningkat: lebih dari 50% siswa menyukai perusahaan teknologi tahun ini, naik sedikit dari tahun lalu, demikian dikatakan Universum seperti dilansir oleh WSJ.

Sementara perusahaan software mendominasi daftar yang juga termasuk daftar perusahaan penerbangan seperti Delta Air Lines Inc dan American Airlines Group Inc. Kedua perusahaan tersebut telah membukukan keuntungan yang signifikan pada tahun lalu. Perusahaan ritel seperti Amazon dan Starbucks Corp juga menunjukkan diminati oleh para pencari kerja.

Talent market untuk para fresh graduate secara keseluruhan mengalami perubahan. Para pemberi kerjalah yang proaktif mengunjungi kampus dan menjangkau mahasiswa dan para mahasiswa pun telah memilih pekerjaan mereka pada waktu mereka diwisuda. Terjadi peningkatan pemberi kerja yang terfokus kepada lulusan ilmu komputer dari 26,4 pada tahun lalu menjadi rata-rata 34,4 pengusaha pada tahun ini.

Perbedaan lainnya juga adalah para fresh graduate merasa tidak perlu terburu-buru untuk menerima tawaran pekerjaan, hal ini menunjukkan bahwa mereka yakin bahwa mereka akan memiliki beberapa pilihan, demikian berdasarkan survei. Misalnya, penawaran dari bank serta perusahan konsultan dan perusahaan audit di awal musim rekrutmen lebih memungkinkan untuk mendapatkan respons “mungkin” dari para siswa sementara mereka menunggu kabar dari perusahaan konsumen-barang, ritel, dan perusahaan eknologi, demikian dikatakan survei tersebut.

Oleh karena itu, perusahaan pun memberikan respons bahwa apabila dalam waktu dua hari tidak ada jawaban dari pelamar maka pemberi kerja mengancam untuk membatalkan tawaran, hal ini dianggap kurang efektif, demikian dikatakan survei.

uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x