(Business Lounge – Fine Culinary) Salah sangat menikmati waktu sarapan saya. Tetapi saya tidak sarapan terlalu pagi walaupun saya selalu bangun pagi. Untungnya, banyak kafe di Jakarta melayani makan siang pada jam wajar untuk tukang tidur seperti saya. Beberapa bahkan menawarkan menu sarapan, meskipun secara pribadi saya tidak pernah ingin menyantap makanan jenis sarapan pada jam setelah 12 siang.
Jika seseorang bertanya kepada saya, makanan apa yang paling diinginkan pada sarapan atau makan siang Anda? Saya akan mengatakan, tanpa diragukan lagi, Dim Sum. Siew may, hakau, dan egg yolk bun yang sangat lezat? Priceless! Di sisi lain, menu sarapan Amerika tidak pernah benar-benar cocok pada indera pengecap saya. Yeah yeah … Saya itu Chinese.
Saya telah lama ingin mencoba semua menu sarapan di monolog sejak beberapa waktu, tetapi belum mendapat kesempatan sampai beberapa minggu yang lalu. Suami dan saya tiba di Plaza Senayan sekitar hampir 10:00 dan sementara berjalan dari tempat parkir, saya katakan padanya “Aku bertanya-tanya apakah tempat akan kosong karena masih begitu awal”. (ya, bagi saya jam 10:00 pada hari Minggu dianggap sebagai awal). Dan tempat itu full house, hampir tidak ada meja yang tersisa kosong. Ternyata, ada banyak orang pagi di Jakarta.
Kami memesan Sunrise breakfast set (2 butir telur, daging sapi Bockwurst, daging sapi ham, kentang bawang putih goreng, tumis jamur, dan roti gandum) 74K, benedicts telur (76K), jus semangka (38k) dan teh sarapan Inggris (28k).
Wah sarapan yang sangat menyenangkan. Kami berharap dapat mengulangnya kembali.
Ivy – Expert Culinary & Travel
only1ivy.blogspot.com
Editor: Ruth Berliana

