(Business Lounge – Business Insight)-Apa yang pertama kali terbaca ketika kita membuka facebook? Iklan dan penawaran itulah yang paling pertama kita akan lihat saat membuka akun twitter kita. Fakta ini sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Facebook memang bukan lagi sekedar media jejaring sosial pertemanan tapi juga merupakan media sosial untuk keperluan mengiklankan produk.
Seperti salah satu contoh yang dilakukan oleh Chrisy Bossie. Dia membangun bisnis e-commerce batu mulia senilai $100.000 per tahun dari rumahnya di Kent Store, daerah pedesaan negara bagian Virginia, Amerika Serikat. Cara termudah bagi dirinya untuk berpromosi adalah dengan berbagi informasi produknya di halaman Facebook beberapa kali dalam seminggu.
Tulisannya dibuat semenarik mungkin seperti yang dikutip oleh The Wall Street Journal, “Diskon di Toko! Ada BANYAK kalung 36 inci baru, dengan harga rata-rata $15, tersedia dengan batu permata, lapis, turmalin semangka, hijau toska…Dapatkan semuanya di sini,” begitulah Chrisy Bossie menulis dalam update status baru-baru ini di akun Facebook Earthegy, toko online milik Bossie.
Selain itu, Bossie juga mengunggah foto dan tautan ke produknya dengan harapan 70.000 penggemarnya di Facebook akan membagi post-nya ke teman mereka masing-masing di jejaring sosial tersebut.
Namun, semua kemudahan tersebut tak akan lagi dengan mudah dapat dikerjakan oleh pemilik usaha kecil seperti Bossie. Disebabkan dalam waktu dekat semua pengguna facebook harus membayar biaya promosi yang dimuat dalam akun mereka masing-masing.
Terkait hal ini, Levy, wakil presiden usaha kecil untuk Facebook, mengatakan opsi iklan berbayar Facebook jadi lebih efektif baru-baru ini. Wirausahawan seharusnya memandang Facebook sebagai alat untuk “membantu mengembangkan bisnisnya, bukan solusi sosial tertentu untuk menjangkau lebih banyak pengguna atau membuat post jadi tersebar luas di Internet.”
Menurut survei terhadap 2.292 usaha kecil di Amerika Serikat oleh Webs, divisi layanan digital Vistaprint maka lebih dari 80% perusahaan kecil terbukti menjadikan Facebook sebagai alat pemasaran utamanya. Selanjutnya baru mereka akan menggunakan LinkedIn dan Twitter. Survei juga menyatakan tiga alasan utama pengusaha membangun halaman Facebook adalah untuk memperoleh konsumen baru, membuat jaringan pengikut, serta meningkatkan kesadaran brand.
Keputusan ini sangat mengejutkan memang tapi Facebook merasa perlu mengambil kebijakan ini. Dampak terbesar akan dirasakan oleh wirausahawan kecil seperti Bossie, yang notabene menjalankan marketing usahanya selama empat tahun ini melalui Facebook. Beginilah cara wirausahawan lainnya juga meraih konsumen. Entah bagaimana penerapannya nanti tapi sebaiknya para pengguna akun Facebook harus bersiap-siap tak iklankan produknya lagi.
Febe/Journalist/VMN/BL
Editor: Tania Tobing

