25 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin, Mimpi Yang Menjadi Kenyataan

(Business Lounge – News & Insight) Dunia memperingati 25 tahun runtuhnya tembok Berlin pada Minggu (9/11). Kanselir Jerman Angela Merkel bersama dengan para pemimpin Jerman lainnya berdiri di hadapan sebuah tembok yang melambangkan tembok Berlin dengan masing-masing memegang setangkai bunga mawar. Mereka pun menyelipkan bunga mawar pada tembok tersebut sambil masing-masing memanjatkan doa, demikian seperti dirilis oleh AFP. Kemudian rakyat pun ikut menyelipkan bunga mawar pada tembok itu.

Tembok Berlin 4

Membuka Sejarah Suram

Seolah membuka kembali sebuah catatan suram dan mengingat kembali setidaknya 389 korban yang tewas di perbatasan. Banyak dari mereka ditembak atau diledakkan oleh ranjau ketika mereka mencoba untuk melarikan diri dari Timur.

Beberapa tokoh dari Berlin Barat, Gunnar dan Uschi Schultz, hadir pada peringatan tersebut. Mereka juga mengingat bagaimana mereka menghabiskan sepanjang malam bersejarah pada tahun 1989 di Gerbang Brandenburg, yang merupakan inti dari ketegangan yang berlangsung selama 28 tahun.

Merkel mengatakan runtuhnya Tembok Berlin pada 25 tahun yang lalu membuktikan bahwa “mimpi dapat menjadi kenyataan”. Dalam pidatonya yang nampak menggebu-gebu, Merkel juga mengatakan, “Kita bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik – itu adalah pesan dari jatuhnya Tembok Berlin.” Hal ini berlaku untuk Jerman dan “bagi orang-orang di Ukraina, Suriah, Irak dan di banyak-banyak wilayah lain di dunia di mana kebebasan dan hak asasi manusia terancam atau diinjak-injak,” demikian dikatakannya.

Merkel yang dibesarkan di Jerman Timur mengenang mereka yang tewas oleh karena mencoba melarikan diri dari rezim represif yang telah menjadikan tembok sebagai simbol dari kekerasan. Jerman Timur memang telah membangun Tembok, yang disebut “Anti-Fasis Perlindungan Rampart”, pada Agustus 1961 untuk menghentikan eksodus massal warganya ke Barat.

Tembok Berlin 2

Melepaskan 8000 Balon putih

Sebagai acara puncak dari peringatan ini, 8000 balon putih yang diikat berjejer di sepanjang 15 km tempat tembok yang pernah berdiri sepanjang 155 km pada 25 tahun yang lalu kemudian dilepaskan ke udara.

Runtuhnya Tembok Berlin telah menjadi tanda berakhirnya perang dingin di Eropa dan menyatukan kedua Jerman.

Kembang api pun diluncurkan ke udara dengan iringan Orchestra yang memainkan “Ode to Joy” dari Beethoven.

Mimpi Menjadi Kenyataan

Dalam peringatan ini, Merkel mengatakan bahwa runtuhnya Tembok Berlin dapat menginspirasikan dunia untuk meruntuhkan “tembok kediktatoran, kekerasan, ideologi dan permusuhan”. Merkel melontarkan pertanyaan apakah hal ini bagus untuk menjadi kenyataan? Ia pun menjawab dengan tegas, “Tidak! Runtuhnya Tembok Berlin telah menunjukkan kepada kita bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan.”

Tembok Berlin 1

Perayaan Rakyat

Berbeda dengan perayaan ke-20, ketika kepala negara asing dan pemerintah berbondong-bondong ke Berlin, perayaan tahun ini terutama perayaan rakyat di sebuah kota yang telah berkembang menjadi pusat budaya internasional dan tujuan wisata utama.

Satu-satunya pejabat asing yang hadir adalah veteran dari era Tembok Berlin, Mikhail Gorbachev (83 tahun). Gorbachev adalah pemimpin terakhir Uni Soviet ketika sebuah peristiwa pun terjadi yang kemudian meruntuhkan Uni Sovyet.

Gorbachev, yang tetap sangat populer di Jerman, memperingatkan bahwa dunia berada di “ambang Perang Dingin baru”, di tengah ketegangan Timur-Barat atas Ukraina. Selain Gorbachev, Paus Francis yang juga dihormati pada peristiwa 25 tahun yang lalu, mencatat bahwa orang-orang yang telah tewas adalah mereka yang tewas oleh karena keyakinan atau agama mereka”. “Kita perlu jembatan, bukan dinding,” demikian dikatakan Paus Francis dari Vatikan.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: youtube

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x